Kenali Gejala Penyakit Kawasaki pada Anak, Ini Penjelasan Dokter
Penyakit Kawasaki pada anak tak jarang tidak dikenali sejak awal karena gejalanya menyerupai sejumlah penyakit infeksi lain.
Padahal, pengenalan dini penting agar anak dapat memperoleh penanganan yang tepat.
Guru Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Prof. Dr. dr. Najib Advani, Sp.A, Subsp.Kardio(K), M.Med(Paed) menjelaskan bahwa gejala utama Kawasaki adalah demam tinggi yang berlangsung sedikitnya lima hari dan tidak membaik dengan pemberian antibiotik.
Baca juga: Kolaborasi Negara ASEAN untuk Pengendalian Demam Dengue
Demam menetap jadi tanda utama
“Gejala utamanya demam menetap. Lalu mata merah tanpa kotoran (belek), bibir merah dan pecah, lidah tampak seperti stroberi, ruam di kulit, serta telapak tangan dan kaki tampak merah dan bengkak,” kata Najib dikutip dari ANTARA, Rabu (11/2/2026).
Ia menjelaskan, pembesaran kelenjar getah bening di leher juga kerap ditemukan pada pasien.
Namun, tanda-tanda tersebut tidak selalu muncul bersamaan.
“Gejalanya bisa muncul bertahap, tidak selalu sekaligus. Hari ini demam, besok muncul ruam, lalu mata merah. Karena itu perlu pemantauan,” ujarnya.
Baca juga: Musim Hujan, Waspadai Penularan Penyakit Demam Dengue
Gejala infeksi virus hanta.
Sering disangka penyakit lain
Menurut Najib, tidak sedikit kasus Kawasaki pada anak sempat diduga sebagai campak, infeksi virus, hingga radang usus buntu karena adanya keluhan nyeri perut dan diare.
Kondisi ini membuat diagnosis dapat terlewat pada pemeriksaan awal.
Karena kemiripan gejalanya dengan infeksi lain, orangtua dianjurkan memantau perkembangan keluhan anak, terutama jika demam tidak kunjung membaik.
Baca juga: Demam Berdarah Tak Lagi Musiman, Dokter Ingatkan Ancaman Dengue Sepanjang Tahun
Bekas BCG bisa jadi petunjuk
Ia juga menyoroti tanda khas yang sering tidak disadari, yakni bekas suntikan vaksin BCG (Bacillus Calmette Guérin) di lengan yang tampak kembali merah dan meradang saat fase akut penyakit.
“Bekas BCG bisa menjadi merah dan aktif lagi. Itu petunjuk penting yang bisa dilihat langsung tanpa pemeriksaan rumit,” kata Najib.
Baca juga: 5 Gejala dan Penyebab Penyakit Kawasaki yang Berbahaya pada Anak
Fase pemulihan
Pada fase berikutnya, kulit di ujung jari tangan dan kaki dapat mengelupas.
Setelah fase akut dan subakut terlewati, dapat muncul garis melintang pada kuku sebagai bagian dari fase pemulihan.
Najib mengingatkan orangtua dan tenaga kesehatan untuk mempertimbangkan kemungkinan Kawasaki pada anak dengan demam beberapa hari yang disertai ruam dan mata merah tanpa kotoran.
Dengan kewaspadaan dan evaluasi yang tepat, anak dapat segera menjalani pemeriksaan lanjutan, termasuk pemeriksaan jantung bila diperlukan.
Tag: #kenali #gejala #penyakit #kawasaki #pada #anak #penjelasan #dokter