Blake Garrett Meninggal Dunia Setelah Sempat Alami Herpes Zoster, Ini Penjelasan Medisnya
Aktor Blake Garrett yang wafat di usia 33 tahun sebelumnya didiagnosis herpes zoster, infeksi virus yang dapat menimbulkan nyeri hebat dan komplikasi serius.(IMDb)
17:36
11 Februari 2026

Blake Garrett Meninggal Dunia Setelah Sempat Alami Herpes Zoster, Ini Penjelasan Medisnya

Kabar meninggalnya aktor muda Blake Garrett pada usia 33 tahun kembali menyoroti penyakit herpes zoster atau shingles yang sempat ia alami sebelum wafat.

Menurut laporan USA Today, Garrett sebelumnya dirawat di ruang gawat darurat karena nyeri hebat yang kemudian didiagnosis sebagai herpes zoster.

Meski penyebab pasti kematiannya masih menunggu hasil autopsi, kasus ini membuat banyak orang bertanya tentang bahaya penyakit tersebut.

Herpes zoster dikenal sebagai infeksi virus yang dapat menimbulkan rasa sakit luar biasa dan komplikasi serius jika tidak ditangani dengan cepat.

Baca juga: Kim Min Jee Meninggal Dunia Karena Herpes Zoster, Apa yang Membuat Penyakit Ini Mematikan?

Apa itu herpes zoster?

Melansir laman Unit Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, herpes zoster disebabkan oleh virus varicella-zoster, yaitu virus yang juga menyebabkan cacar air.

Setelah seseorang sembuh dari cacar air, virus tidak hilang sepenuhnya, melainkan tetap berada di dalam tubuh dalam keadaan tidak aktif. Virus dapat aktif kembali ketika daya tahan tubuh menurun dan muncul sebagai herpes zoster.

Mengutip Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam pembaruan 24 Maret 2025, penyakit ini biasanya ditandai dengan ruam nyeri di satu sisi tubuh yang berbentuk seperti pita lepuhan kecil.

Baca juga: Kim Ji Mee Meninggal Akibat Herpes Zoster, Kenali Gejala dan Cara Pencegahannya

Gejala yang perlu diwaspadai

Ilustrasi herpes zoster. Aktor Blake Garrett yang wafat di usia 33 tahun sebelumnya didiagnosis herpes zoster, infeksi virus yang dapat menimbulkan nyeri hebat dan komplikasi serius.Shutterstock/sophiecat Ilustrasi herpes zoster. Aktor Blake Garrett yang wafat di usia 33 tahun sebelumnya didiagnosis herpes zoster, infeksi virus yang dapat menimbulkan nyeri hebat dan komplikasi serius.

Gejala awal herpes zoster sering muncul sebelum ruam terlihat. Penderita dapat mengalami demam ringan, tubuh lemas, serta rasa nyeri atau tidak nyaman pada area kulit tertentu.

Nyeri sering digambarkan seperti terbakar, berdenyut, atau tertusuk. Beberapa orang juga mengalami sakit kepala, menggigil, dan kelelahan.

Ruam biasanya muncul di satu sisi tubuh dan dapat terjadi di wajah atau dekat mata. Jika ruam muncul di sekitar mata, kondisi ini harus segera diperiksa karena berisiko menyebabkan gangguan penglihatan.

Baca juga: Vaksin Herpes Zoster, Harapan Baru Cegah Penyakit Jantung

Siapa yang berisiko?

Mengutip WHO, siapa pun yang pernah mengalami cacar air berisiko terkena herpes zoster. Risiko meningkat pada usia di atas 50 tahun karena sistem kekebalan tubuh cenderung melemah.

Orang dengan gangguan imun seperti penderita HIV, kanker, atau mereka yang menjalani transplantasi organ juga lebih rentan.

Stres berat dan penyakit kronis seperti diabetes atau gangguan ginjal dapat memicu reaktivasi virus.

Komplikasi yang bisa terjadi

Komplikasi paling umum adalah postherpetic neuralgia, yaitu nyeri saraf yang tetap terasa meski ruam telah sembuh.

WHO menjelaskan bahwa kondisi ini dapat berlangsung berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun dan sangat mengganggu kualitas hidup.

Komplikasi lain meliputi infeksi bakteri pada lepuhan, jaringan parut, gangguan penglihatan, hingga dalam kasus jarang terjadi radang otak atau pneumonia. Risiko komplikasi lebih tinggi pada orang dengan sistem kekebalan tubuh lemah.

Pentingnya penanganan dan pencegahan

WHO menyebut obat antivirus seperti acyclovir, valacyclovir, atau famciclovir dapat membantu mengurangi keparahan dan durasi penyakit jika diberikan dalam 72 jam pertama sejak ruam muncul.

Kemenkes juga menekankan pentingnya pemeriksaan dini agar penderita segera mendapatkan terapi yang tepat.

WHO merekomendasikan vaksin herpes zoster untuk orang dewasa usia 50 tahun ke atas sebagai langkah pencegahan.

Vaksin cacar air pada anak juga dapat menurunkan risiko herpes zoster di kemudian hari.

Kasus Blake Garrett menjadi pengingat bahwa herpes zoster bukan sekadar ruam kulit biasa, melainkan infeksi virus yang perlu dikenali sejak dini agar komplikasi serius dapat dicegah.

Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, serta tidak menggantikan diagnosis maupun konsultasi medis dengan tenaga kesehatan profesional.

Baca juga: Kenali Apa Itu Herpes Zoster, Penyebab, dan Gejala

Tag:  #blake #garrett #meninggal #dunia #setelah #sempat #alami #herpes #zoster #penjelasan #medisnya

KOMENTAR