Pindar CICIL Fokus Pembiayaan Rantai Pasok, Total Pendanaan Capai Rp 3,36 T
Ilustrasi fintech peer to peer lending. (SHUTTERSTOCK/PANCHENKO VLADIMIR)
19:24
11 Februari 2026

Pindar CICIL Fokus Pembiayaan Rantai Pasok, Total Pendanaan Capai Rp 3,36 T

– PT CICIL Solusi Mitra Teknologi (CICIL), platform pinjaman daring (pindar) atau Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi (LPBBTI), mencatatkan kinerja bisnis positif pada awal tahun 2026.

Hingga Januari 2026, total akumulasi penyaluran dana CICIL tercatat mencapai lebih dari Rp 3,36 triliun.

Capaian tersebut melanjutkan tren pertumbuhan penyaluran pendanaan yang dibukukan perusahaan sepanjang 2025.

Baca juga: Pindar Cicil Transformasi ke Pembiayaan UMKM Mulai 2026

Ilustrasi fintech peer to peer lending. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menetapkan batas atas pembiayaan produktif oleh penyelenggara fintech peer to peer (P2P) lending meningkat menjadi Rp 5 miliar.SHUTTERSTOCK/NATALI_MIS Ilustrasi fintech peer to peer lending. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menetapkan batas atas pembiayaan produktif oleh penyelenggara fintech peer to peer (P2P) lending meningkat menjadi Rp 5 miliar.

Selama tahun lalu, CICIL mencatatkan penyaluran pendanaan lebih dari Rp 1,9 triliun, meningkat 111,48 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Perusahaan menyatakan pertumbuhan ini menunjukkan meningkatnya permintaan pendanaan produktif sekaligus efektivitas strategi penyaluran di tengah dinamika industri fintech pendanaan.

Peningkatan penyaluran pendanaan tersebut disebut tetap diiringi dengan pengelolaan risiko yang prudent.

Hal ini tercermin dari tingkat keberhasilan pengembalian dalam 90 hari (TKB90) CICIL yang konsisten terjaga di atas 95 persen.

Baca juga: Akademisi: Penetapan Batas Suku Bunga Pindar Arahan Regulator

Direktur CICIL, Oki Surya, menyampaikan capaian tersebut mencerminkan fokus perusahaan pada pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan.

“Pertumbuhan penyaluran dana dan outstanding ini menjadi indikator positif atas strategi CICIL yang mengedepankan kualitas. Kami memastikan setiap pertumbuhan tetap dibarengi dengan manajemen risiko yang disiplin serta pemantauan portofolio yang ketat,” ujar Oki dalam keterangan tertulis, Rabu (11/2/2026).

Ilustrasi fintech peer to peer lending. SHUTTERSTOCK/TIERNEYMJ Ilustrasi fintech peer to peer lending.

Partisipasi pemberi dana meningkat

Dari sisi pemberi dana (lender), CICIL juga mencatatkan peningkatan partisipasi, baik dari lender ritel maupun institusi. Perusahaan menyebut peningkatan tersebut sejalan dengan meningkatnya kepercayaan terhadap kinerja dan transparansi platform.

Saat ini, CICIL memiliki total lebih dari 1.000 pemberi dana dan lebih dari 62.000 penerima dana.

Baca juga: Pindar Dorong Akses Permodalan UMKM dan Penguatan Literasi Keuangan

Perusahaan menyatakan tetap memprioritaskan pembiayaan ke sektor-sektor produktif dan sektor riil lainnya.

“Kami optimistis dapat melanjutkan kinerja positif ini dengan tetap berpegang pada prinsip kehati-hatian, transparansi, dan perlindungan pengguna. CICIL berkomitmen untuk terus menjadi penghubung antara kebutuhan pendanaan bisnis dan peluang pertumbuhan bagi para pemberi dana,” tutur Oki.

Transformasi model bisnis

CICIL merupakan perusahaan Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi (LPBBTI) atau Peer to Peer (P2P) Lending yang memulai perjalanan pada tahun 2016 melalui pemberian akses pendanaan kebutuhan pendidikan yang terjangkau.

Pada tahun 2023, CICIL mulai bertransformasi dan berfokus pada pendanaan produktif, yakni Pembiayaan Rantai Pasok (Supply Chain Financing) dan Pembiayaan Ekosistem (Ecosystem Financing).

Baca juga: Pindar Cicil Salurkan Pembiayaan Produktif Rp 2,68 Triliun, Fokus ke UMKM

Saat ini, CICIL telah menjangkau lebih dari 60.000 penerima dana dan lebih dari 1.000 pemberi dana dengan total pendanaan lebih dari Rp 3 triliun.

Perusahaan menyatakan berkomitmen untuk terus memberikan dampak pada peningkatan inklusi keuangan dan perekonomian Indonesia .

Tag:  #pindar #cicil #fokus #pembiayaan #rantai #pasok #total #pendanaan #capai

KOMENTAR