Waspada, Ini Tanda Kamu Sedang Dijadikan Pelarian
Ilustrasi patah hati(SHUTTERSTOCK)
19:05
11 Februari 2026

Waspada, Ini Tanda Kamu Sedang Dijadikan Pelarian

- Memulai hubungan baru setelah patah hati memang bisa menjadi cara untuk sembuh. Namun, ada kalanya seseorang masuk ke hubungan baru bukan karena cinta, melainkan sekadar untuk melarikan diri dari rasa sakit sebelumnya.

Kondisi yang sering disebut dengan "rebound relationship" ini dapat merugikan orang lain, terlebih ketika orang tersebut menjalani hubungan berdasarkan cinta dan kasih sayang.

"Hubungan pelarian adalah hubungan yang muncul sebagai reaksi atas luka emosional dari hubungan sebelumnya yang belum sembuh," jelas terapis pernikahan dan keluarga berlisensi, Dr. Jenn Mann, dalam tulisannya di InStyle, Rabu (11/2/2026).

Hubungan di atas luka yang masih basah

Hubungan pelarian terbentuk dengan membawa sisa rasa sakit, konflik yang belum selesai, dan duka yang belum terolah dari satu atau beberapa hubungan masa lalu.

Dalam situasi ini, orang lain kerap diperlakukan seperti "plester" yang hanya menutup luka, bukan menyembuhkannya.

Ketika seseorang menjadikan kamu sebagai pelarian, harapannya adalah kamu bisa menghilangkan rasa sakit yang masih mereka rasakan, atau setidaknya menutupinya sementara.

Baca juga: Berapa Lama Waktu yang Ideal untuk Move On Setelah Putus?

Ilustrasi putus cinta.FREEPIK/TIRACHARDZ Ilustrasi putus cinta.

Padahal, memulai hubungan dengan fondasi seperti ini jelas bukan awal yang sehat. Adakah tanda bahwa seseorang menjadikan pasangan sebagai pelarian?

Tanda kamu dijadikan pelarian oleh pasangan

1.  Si Dia terus membicarakan mantan

Tanda ini sebenarnya cukup mudah dikenali. Ada hubungan langsung antara seberapa sering seseorang membicarakan mantannya, dan seberapa jauh ia sudah move on.

"Dalam hubungan baru, membicarakan masa lalu secara singkat untuk saling memahami pola hubungan masih tergolong wajar," terang Mann.

"Namun, jika cerita tentang mantan muncul hampir setiap hari, mulai dari kebiasaan kecil, kesukaan pribadi, hingga detail intim, itu menandakan masih ada keterikatan emosional yang kuat," sambung dia.

Keterikatan semacam ini merupakan sinyal bahaya yang tidak bisa diabaikan.

Baca juga: 7 Tips Melupakan Mantan Tanpa Drama

2. Waktu antara dua hubungan terlalu singkat

Banyak teori mencoba menjelaskan berapa lama waktu yang dibutuhkan seseorang untuk pulih dari hubungan sebelumnya.

Ilustrasi putus cintaUnsplash Ilustrasi putus cinta

Ada yang menyebut tiga minggu, enam minggu, tiga bulan, bahkan ada rumus yang mengatakan waktu pemulihan setara dengan setengah usia hubungan tersebut. Namun, setiap orang berbeda-beda.

"Ada yang sudah berduka sebelum hubungan benar-benar berakhir, sehingga membutuhkan waktu pemulihan lebih singkat," ucap Mann.

Ada pula yang benar-benar terkejut dengan perpisahan, sampai tidak sempat untuk memproses emosinya.

Meski tidak ada rumus pasti, meluangkan waktu untuk berduka dan melakukan refleksi diri tetap penting. Jadi, jika orang yang sedang kamu taksir baru putus seminggu lalu, itu patut menjadi tanda peringatan.

Baca juga: Semakin Banyak Perempuan Mandiri Finansial, Keputusan Menikah Tak Lagi Terburu-buru

3. Pasangan menjaga hubungan tetap dangkal

Mann menyarankan agar kamu coba perhatian kualitas percakapan. Sebab, salah satu ciri hubungan pelarian adalah pembicaraan yang selalu berada di permukaan.

Pasangan tidak tertarik mengenal latar belakang hidupmu, pengalaman masa kecil, atau perjuangan emosional yang pernah kamu lalui.

"Topik yang dipilih cenderung aman dan ringan, tanpa menuntut kerentanan atau empati. Fokus pada hal-hal seperti film, musik, atau seks sering menjadi cara untuk mencegah kedekatan emosional yang lebih dalam," ucap dia.

Baca juga: Tak Cuma ke Pacar, Gaslighting Juga Terjadi di Keluarga dan Pertemanan

Ilustrasi bertengkar dengan pasangan lewat chattingYahoo Life Ilustrasi bertengkar dengan pasangan lewat chatting

4. Tidak tersedia secara emosional

Orang yang belum pulih dari luka lama biasanya memiliki batas emosional yang kaku. Mereka hanya membiarkanmu mendekat sampai titik tertentu, lalu tiba-tiba menarik diri. Kerentanan emosional menjadi sesuatu yang sulit mereka berikan.

Akibatnya, mereka tidak mampu hadir secara utuh, tidak bisa memenuhi kebutuhan emosionalmu, dan gagal memberikan dukungan yang seharusnya ada dalam hubungan sehat.

5. Ada perasaan dimanfaatkan

Perasaan ini sering muncul secara samar, tetapi konsisten. Mungkin mereka rajin memamerkan kebersamaan kalian di media sosial terlalu cepat di awal hubungan, seolah ingin membuat seseorang cemburu.

Atau mereka punya banyak waktu untuk bersama secara intim, tetapi selalu sulit untuk diajak bertemu di luar atau merencanakan kencan yang layak.

"Jika mereka tampak ingin memamerkanmu, atau di sisi lain ingin menyembunyikanmu dari teman dan keluarga, bisa jadi ini adalah tanda bahwa kamu hanya pelarian," jelas Mann.

Baca juga: 10 Tanda Pasangan Setia dan Kecil Kemungkinan Berselingkuh

Tag:  #waspada #tanda #kamu #sedang #dijadikan #pelarian

KOMENTAR