Nyeri Dada karena GERD atau Jantung? Ini Cara Membedakannya Menurut Dokter
Saat nyeri dada tak sedikit yang merasa panik karena kerap dikaitkan dengan serangan jantung.
Namun, tidak semua nyeri dada berasal dari gangguan jantung.
Salah satu penyebab yang cukup sering adalah GERD atau gastroesophageal reflux disease (penyakit asam lambung).
Spesialis penyakit dalam dr. Andi Khomeini Takdir, Sp.PD, menjelaskan bahwa ada beberapa perbedaan mendasar antara nyeri dada akibat GERD dan penyakit jantung.
Menurut dr. Andi, GERD umumnya diawali dengan riwayat keluhan lambung terlebih dahulu.
“Pasien GERD biasanya diawali oleh sakit maag lebih dulu. Sebaliknya, kalau jantung, itu biasanya ada faktor penyakit kardiovaskular lain lebih dulu, seperti hipertensi dan lain-lain,” jelasnya, dikutip dari Instagram Kemenkes, Rabu (11/2/2026).
Baca juga: Nyeri Dada Setelah Olahraga, Apa Tanda Sakit Jantung? Ini Kata Dokter
ilustrasi orang mengalami nyeri dada sebelah kanan.
Perbedaan sensasi nyeri
Perbedaan paling mencolok terletak pada karakter nyerinya.
“Kalau nyerinya GERD, itu rasanya terbakar. Kalau nyerinya jantung, itu rasanya seperti diremas atau tertekan,” kata dr. Andi.
Sensasi terbakar biasanya terasa di area dada bagian tengah dan bisa menjalar ke tenggorokan.
Sementara nyeri jantung sering digambarkan sebagai tekanan berat di dada, bahkan bisa menjalar ke lengan kiri, rahang, atau punggung.
Baca juga: Nyeri Dada Tak Kunjung Reda Meski Sudah Berobat, Bisa Jadi Angina Refrakter
Respons terhadap obat
Perbedaan lainnya bisa dilihat dari respons terhadap obat lambung.
“Kalau GERD, dengan obat maag yang biasanya dikonsumsi, nyerinya membaik. Tapi kalau jantung, dikasih obat maag itu tidak akan berkurang,” ujarnya.
Karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak mengabaikan nyeri dada yang tidak membaik setelah minum obat lambung, terutama jika disertai faktor risiko seperti tekanan darah tinggi, diabetes, kolesterol tinggi, atau riwayat penyakit jantung.
Baca juga: Lambung Vs Jantung, Mana yang Harus Lebih Dulu Diperiksa Saat Nyeri Dada?
Kapan harus mencari pertolongan?
Dokter Andi menekankan pentingnya mengenali durasi nyeri dada. Jika nyeri mengarah pada gejala jantung dan berlangsung lebih dari 15 menit, pasien harus segera mencari pertolongan medis.
“Kalau jantung 15 menit, kita harus cari pertolongan,” tegasnya.
Ia mengingatkan agar masyarakat tidak menunda pemeriksaan karena serangan jantung merupakan kondisi gawat darurat yang membutuhkan penanganan cepat.
Memahami perbedaan gejala ini penting agar tidak panik berlebihan, namun juga tidak meremehkan tanda bahaya.
Jika ragu, pemeriksaan dokter tetap menjadi langkah paling aman.
Baca juga: Nyeri Dada Disertai Kesulitan Benapas, Apakah Gejala Serangan Jantung?
Tag: #nyeri #dada #karena #gerd #atau #jantung #cara #membedakannya #menurut #dokter