Agar Anak Tak Stres karena Masalah Ekonomi Keluarga, Ini Saran Psikolog
Ilustrasi anak sedih. Psikiater mengingatkan bahwa perubahan perilaku kecil pada anak bisa menjadi tanda awal krisis psikologis yang berujung fatal jika tidak segera disadari.(Freepik)
16:05
11 Februari 2026

Agar Anak Tak Stres karena Masalah Ekonomi Keluarga, Ini Saran Psikolog

Masalah ekonomi kerap menjadi sumber tekanan dalam keluarga.

Namun, psikolog mengingatkan bahwa anak tidak seharusnya ikut menanggung beban finansial orangtua.

Jika tidak dikelola dengan tepat, tekanan ekonomi dapat memengaruhi kondisi emosional anak dan berisiko menimbulkan stres hingga gangguan kesehatan mental.

Psikolog klinis anak Reti Oktania, M.Psi., Psikolog, menjelaskan bahwa anak berada pada tahap perkembangan yang membutuhkan rasa aman dan stabilitas.

Ketika anak terpapar konflik finansial atau merasa ikut bertanggung jawab atas kondisi keluarga, mereka dapat mengalami kecemasan, rasa bersalah, hingga perasaan tidak berdaya.

“Anak belum memiliki kapasitas untuk menyelesaikan persoalan ekonomi. Mereka membutuhkan perlindungan emosional dari orang dewasa,” ujar Reti saat dihubungi Kompas.com, beberapa waktu lalu.

Lalu, apa yang bisa dilakukan orangtua agar anak tidak stres karena masalah ekonomi keluarga?

Baca juga: Empati Lingkungan Bisa Ringankan Tekanan Mental Anak, Ini Kata Psikolog

1. Jangan libatkan anak dalam beban finansial

Reti menegaskan, orangtua sebaiknya tidak menjadikan anak sebagai tempat mencurahkan kekhawatiran finansial secara berlebihan. Anak tidak perlu mengetahui detail utang atau tekanan ekonomi yang kompleks.

“Memberikan informasi boleh saja, tetapi harus sesuai usia dan tidak memindahkan kecemasan orangtua kepada anak,” jelasnya.

Baca juga: 5 Dampak Buruk pada Mental Anak yang Sering Dibentak Orangtua

2. Jaga suasana rumah tetap aman

Anak sangat peka terhadap perubahan emosi dan suasana di rumah.

Pertengkaran atau percakapan bernada panik soal uang bisa membuat anak merasa tidak aman, meskipun mereka tidak memahami sepenuhnya situasi yang terjadi.

Menjaga komunikasi yang tenang dan terbuka membantu anak tetap merasa terlindungi.

Baca juga: Kemiskinan Struktural Turut Pengaruhi Mental Anak, Ini Kata Psikolog

Ilustrasi Hari Ayah Nasional. Hari Ayah Nasional diperingati setiap 12 November. Ketahui makna dan ucapan menyentuh untuk ayah tercinta.freepik Ilustrasi Hari Ayah Nasional. Hari Ayah Nasional diperingati setiap 12 November. Ketahui makna dan ucapan menyentuh untuk ayah tercinta.

3. Berikan edukasi finansial sesuai usia

Mengajarkan anak tentang uang tetap penting, tetapi tujuannya untuk membangun kemandirian, bukan membebani.

Anak usia dini dapat diajarkan menabung atau membedakan kebutuhan dan keinginan, sementara diskusi mendalam soal kondisi finansial keluarga sebaiknya diberikan saat anak sudah cukup matang secara emosional.

Baca juga: Dad Jokes Bermanfaat untuk Kekuatan Mental Anak

4. Pastikan kebutuhan dasar terpenuhi

Ketika kebutuhan dasar seperti pendidikan, makanan, atau perlengkapan sekolah tidak terpenuhi, anak berisiko merasa malu, rendah diri, hingga tidak berdaya. Kondisi ini dapat memicu stres berkepanjangan.

Dukungan dari keluarga besar, sekolah, maupun lingkungan sekitar juga dapat membantu memastikan anak tetap mendapatkan akses kebutuhan dasar.

Baca juga: Manfaat Co-parenting bagi Kesehatan Mental Anak, Meningkatkan Percaya Diri

5. Bangun dukungan emosional

Hal sederhana seperti menyapa, mendengarkan cerita anak, atau menunjukkan empati dapat memperkuat ketahanan mental mereka.

Anak yang merasa didengar dan diperhatikan cenderung lebih mampu menghadapi tantangan.

“Lingkungan yang empatik berperan besar dalam menjaga kesehatan mental anak. Rasa aman dan dukungan sosial adalah faktor protektif yang kuat,” tutup Reti.

Pada akhirnya, kondisi ekonomi memang bisa menjadi tantangan, tetapi perlindungan emosional dan dukungan yang tepat dapat membantu anak tumbuh dengan sehat secara mental, meski berada dalam keterbatasan.

Baca juga: Kalimat Sepele tapi Toxic ini Bisa Melukai Mental Anak Laki-laki

Tag:  #agar #anak #stres #karena #masalah #ekonomi #keluarga #saran #psikolog

KOMENTAR