MenPANRB Rini Widyantini: Rekrutmen CPNS 2026 Masih Dihitung, Prioritaskan Kebutuhan dan Kompetensi Pendukung Asta Cita
Menteri PANRB Rini Widyantini (tengah) saat ditemui di Kantornya, Jakarta, Rabu (11/2). (Nurul Fitriana/JawaPos.com)
17:48
11 Februari 2026

MenPANRB Rini Widyantini: Rekrutmen CPNS 2026 Masih Dihitung, Prioritaskan Kebutuhan dan Kompetensi Pendukung Asta Cita

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini buka suara soal rencana pemerintah untuk membuka Seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) pada tahun 2026.

Ia menyebut hingga saat ini pemerintah masih melakukan perhitungan menyeluruh terkait kebutuhan formasi yang akan dibuka.

Rini menegaskan, pembukaan rekrutmen CPNS ke depan tidak bisa dilakukan secara tergesa-gesa. Pemerintah harus mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari kebutuhan pengganti aparatur sipil negara (ASN) yang memasuki masa pensiun hingga dukungan terhadap program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang terangkum dalam Asta Cita.

“Pegawai ASN ke depannya, dan saya juga komunikasi dengan Kementerian Keuangan, tentunya kita harus mengisi PNS yang pensiun dan tentu saja kami harus menghitung CPNS itu untuk bisa mendukung Asta Cita Bapak Presiden, kompetensi-kompetensi apa saja yang dibutuhkan. Dan tentunya kita harus melihat jumlah kompetensi dan sebagainya,” ujar Rini saat ditemui di kantornya, Rabu (11/2).

Menurutnya, perencanaan formasi CPNS 2026 harus benar-benar berbasis kebutuhan riil dan selaras dengan arah pembangunan nasional. Karena itu, pemerintah masih memetakan kebutuhan kompetensi di masing-masing instansi, termasuk menyesuaikan dengan perubahan struktur organisasi yang baru saja terjadi di sejumlah kementerian dan lembaga.

“Jadi mohon waktu, mungkin kita harus betul-betul menghitung. Dan tentunya saya juga concern bahwa memang para fresh graduate juga harus diberikan kesempatan,” jelasnya.

Meski demikian, kesempatan bagi lulusan baru tetap akan disesuaikan dengan kebutuhan kompetensi yang spesifik di tiap instansi dan wilayah. Rini menekankan, pemerintah tidak hanya melihat jumlah formasi, tetapi juga kualitas dan kesesuaian keahlian yang dibutuhkan untuk mempercepat pencapaian target pembangunan.

Di sisi lain, ia menyoroti bahwa perubahan organisasi di lingkungan kementerian/lembaga membuat pemerintah harus lebih cermat dalam menentukan formasi yang benar-benar relevan.
“Ini kan kemarin baru terjadi perubahan organisasi. Sehingga saya juga harus menunggu kebutuhan dari instansi pemerintah seperti apa,” ujar Menteri PANRB.

“Disesuaikan dengan bagaimana cara pencapaian, kompetensi-kompetensi apa saja yang dibutuhkan untuk pencapaian prioritas Bapak Presiden, termasuk juga dengan kompetensi-kompetensi yang ada di setiap wilayah,” tukasnya.

Dengan demikian, kepastian pembukaan CPNS 2026 masih menunggu hasil perhitungan final pemerintah. Namun, sinyal bahwa rekrutmen akan tetap dibuka dengan pendekatan berbasis kebutuhan dan kompetensi memberi harapan bagi para calon pelamar, termasuk lulusan baru yang menantikan kesempatan menjadi ASN. (*)

Editor: Dinarsa Kurniawan

Tag:  #menpanrb #rini #widyantini #rekrutmen #cpns #2026 #masih #dihitung #prioritaskan #kebutuhan #kompetensi #pendukung #asta #cita

KOMENTAR