BCA Respons Outlook Negatif Moody’s, Klaim NPL dan Bisnis Tetap Stabil
Executive Vice President (EVP) Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F Haryn mengatakan, Bakti BCA merupakan payung corporate shared value perusahaan untuk tumbuh bersama komunitas.(KOMPAS.com/SRI NOVIYANTI)
16:24
11 Februari 2026

BCA Respons Outlook Negatif Moody’s, Klaim NPL dan Bisnis Tetap Stabil

Executive Vice President Corporate Communication and Social Responsibility BCA Hera F. Haryn merespons penurunan outlook BCA oleh Moody’s.

Hera menegaskan pertumbuhan kredit BCA tetap berjalan dalam koridor sehat dan mengacu pada prinsip kehati-hatian.

“Kami tetap akan menjaga postur loan growth (pertumbuhan kredit) kami berada pada proses yang sehat dan bisa kami pertanggungjawabkan,” ujar Hera saat ditemui di sela peluncuran Ocean by BCA di Jakarta, Rabu (11/2/2026).

Baca juga: BCA Syariah Bukukan Laba Bersih Rp 212 Miliar pada 2025

Hera menjelaskan rasio Non-Performing Loan atau NPL BCA masih terjaga. Kinerja bisnis dinilai berjalan baik. Manajemen belum melihat dampak dari laju pertumbuhan kredit selama ini.

Hera menilai setiap penyaluran kredit telah melalui proses seleksi yang ketat. Proses tersebut mengedepankan prinsip prudence atau kehati-hatian serta kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku.

“BCA bisa meyakinkan bahwa kredit yang kami berikan itu sudah melewati proses yang prudence (hati-hati). Kekhawatiran berlebihan menurut saya tidak dibutuhkan,” ucapnya.

BCA, kata Hera, tetap berpegang pada persyaratan dasar dalam pemberian kredit. Standar tersebut ditujukan untuk menjaga kualitas pembiayaan bagi debitur.

“Dan kami akan tetap menjaga itu dalam track yang memang saat ini sudah kami jaga,” kata Hera.

Baca juga: BI dan OJK: Penurunan Outlook Moodys Tidak Cerminkan Fundamental RI

Hera memandang perubahan outlook dari stabil menjadi negatif merupakan kewenangan Moody’s dalam menilai kondisi makroekonomi Indonesia. BCA sebagai pelaku usaha mengikuti dinamika perdagangan dan pergerakan ekonomi nasional.

“Jadi, kami merasa bahwa itu (penurunan peringkat) adalah hak Moody’s untuk memberikan penilaian,” kata Hera.

Moody’s pada Kamis 5 Februari mengumumkan peringkat kredit Indonesia tetap di level Baa2. Lembaga tersebut merevisi outlook dari stabil menjadi negatif.

Revisi outlook juga berlaku bagi lima bank, yakni Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia, Bank Negara Indonesia, Bank Central Asia, dan Bank Tabungan Negara.

Moody’s menurunkan outlook BCA seiring pertumbuhan kredit yang tinggi pada periode 2023 hingga 2025, terutama di segmen korporasi dan UMKM. Lembaga itu memperkirakan Return on Total Assets atau ROTA BCA turun tipis menjadi sekitar 3,5 persen pada 2026.

Kinerja intermediasi perbankan sepanjang 2025 tercatat tumbuh 9,63 persen secara tahunan menjadi Rp 8.586 triliun. Dana pihak ketiga meningkat 13,83 persen menjadi Rp 10.059 triliun.

Tag:  #respons #outlook #negatif #moodys #klaim #bisnis #tetap #stabil

KOMENTAR