Mengenal Pesawat Smart Air, Maskapai Udara yang Jangkau Pedalaman Papua
Pada Rabu (11/02/2026), pesawat PK-SNR rute Tanah Merah-Danowage/Korowai Batu milik PT Smart Air Aviation ditembaki oleh orang tak dikenal (OTK) sekitar pukul 10.38 WIT. Akibat insiden ini, dua orang yaitu pilot dan co pilot meninggal dunia.
Membawa 13 orang, pesawat Smart Air take off dari bandara Tanah Merah menuju Bandara Koroway Batu dan parkir di runway 16 (ujung landasan).
Pilot dan co pilot serta penumpang berhasil keluar dari pesawat, tetapi nyawa pilot dan co pilot tidak terselamatkan usai aksi penembakan tersebut.
Kehadiran pesawat Smart Air yang sudah mengudara sejak tahun 2016 ini telah dirancang bukan hanya sekedar operator angkutan udara niaga biasa, melainkan sudah bertransformasi menjadi bagian dari logistic dan mobilisasi warga di pedalaman papua.
Baca juga: Telantar 13 Tahun di Bandara, Pesawat Air India Dikenai Biaya Parkir Rp 1,8 M
Baca juga: Polda Papua Kirim Tim Evakuasi Jenazah Pilot dan Co-Pilot Smart Air dari Boven Digoel
Profil pesawat Smart Air Aviation
Dirangkum dari laman resminya, Smart Air didirikan dan dikendalikan langsung oleh pengusaha bernama Pongky Majaya. Pesawat Smart Air memiliki visi yakni memperpendek jarak di wilayah sulit dijangkau transportasi darat untuk mempermudah akomodasi.
Sejak mulai mengudara pada tahun 2016, perusahaan ini telah bertransformasi menjadi tulang punggung distribusi logistik dan mobilisasi warga di pedalaman Papua.
Fokus operasional yang tajam pada jalur perintis menjadikannya salah satu pemain kunci dalam industri penerbangan carter nasional.
Perusahaan yang berkantor di Jakarta Pusat ini tercatat terus melakukan ekspansi besar-besaran terhadap kepemilikan aset udaranya. Hingga awal tahun 2025, maskapai ini telah mengoperasi sebanyak 35 armada pesawat untuk melayani berbagai sektor.
Tidak hanya memiliki pesawat sayap, perusahaan ini juga memiliki armada helikopter canggih seperti Airbus H 130 T2 dan Robinson 66 untuk jangkauan lokasi ekstrem.
Kekuatan armada ini ada didominasi oleh pesawat jenis Cessna Caravan tipe 208/208B yang dikenal tangguh dan sangat baik mendarat di landasan pacu pendek.
Smart Air saat ini memasuki dua wilayah operasional yang wilayahnya memiliki kegiatan bisnis yakni ada di wilayah Kalimantan dan Papua.
Baca juga: 3 Wisata Peninggalan Perang Dunia II di Biak Numfor di Papua
Berbeda dengan wilayah di Papua atau wilayah timur Indonesia, Smart Air menjadikan Nabire sebagai basis utama (base) untuk menjangkau distrik terpencil di Papua Tengah.
Sementara di Kalimantan Barat, pesawat mini khusus mengoperasikan bandara pribadi (private airport) di Singkawang untuk mendukung efisiensi operasional.
Meski terhitung pesawat baru, reputasi pesawat ini di mata otoritas penerbangan diperkuat dengan kepemilikan sejumlah sertifikasi resmi berskala internasional.
Sejumlah sertifikasi internasional yang dimiliki perusahaan ini ada pada Air Operator Certificate (AOC) 136-062 serta izin Approved Maintenance Organization (AMO) 145-D1003 untuk membantu perawatan pesawat dan helikopter.
Selain itu Smart Air juga memiliki sertifikasi Approved Military Aircraft Repair Station (AMARS) yang menunjukkan standar keamanan dan teknis yang sangat ketat.
Tag: #mengenal #pesawat #smart #maskapai #udara #yang #jangkau #pedalaman #papua