Tetap Bugar Saat Puasa, Ini Waktu dan Intensitas Olahraga yang Disarankan Dokter
Menjalani ibadah puasa Ramadan bukan berarti harus menghentikan aktivitas fisik sepenuhnya.
Justru, menjaga tubuh tetap aktif dengan berolahraga dapat membantu mempertahankan kebugaran selama berpuasa.
Dokter spesialis kesehatan olahraga dr. Andhika Raspati, Sp.KO, menyampaikan strategi yang bisa dilakukan untuk tetap berolahraga selama bulan Ramadan.
Dalam diskusi kesehatan di Jakarta, Selasa, ia menekankan pentingnya penyesuaian agar olahraga tetap aman dilakukan saat tubuh tidak mendapat asupan makanan dan minuman dalam waktu lama.
Andhika menegaskan bahwa menghentikan olahraga selama puasa dapat berdampak pada penurunan kebugaran fisik.
"Ketika kita ingin tetap aktif, pasti ada penyesuaian strateginya," kata dr. Andhika dikutip dari ANTARA, Rabu (11/2/2026).
Baca juga: Turun 35 Kg Tanpa Obat Diet, Topik Sudirman: Jangan Olahraga Buat Kurus!
Ilustrasi
Pentingnya memilih waktu yang tepat
Menurut dia, pemilihan waktu olahraga memegang peranan penting agar tubuh tetap bugar selama menjalani ibadah.
Ia menyebutkan dua pilihan waktu utama untuk berolahraga, yakni pagi hari setelah sahur dan sore hari menjelang waktu berbuka puasa.
Olahraga setelah sahur dinilai cukup baik karena tubuh masih memiliki cadangan energi dari makanan dan minuman yang dikonsumsi saat sahur.
Namun, ia mengingatkan agar jenis latihan yang dilakukan tidak terlalu menguras keringat guna mencegah dehidrasi, mengingat waktu berbuka masih cukup lama.
"Kalau mau latihan pagi, hindari latihan yang menguras banyak keringat, (contoh olahraga yang tidak menguras keringat) misalnya nge-gym di ruangan ber-AC," kata dr. Andhika.
Sementara itu, waktu menjelang berbuka puasa menjadi pilihan banyak orang untuk berolahraga.
Meski demikian, kondisi tubuh pada sore hari umumnya sudah mengalami penurunan energi karena tidak makan dan minum sepanjang hari.
Baca juga: Konsumsi Bubuk Elektrolit Saat Olahraga, Perlukah? Ini Kata Dokter
Pilih intensitas rendah
Karena itu, dr. Andhika menyarankan agar tidak memaksakan diri melakukan aktivitas dengan intensitas tinggi, terutama pada minggu pertama Ramadhan saat tubuh masih beradaptasi.
"Jangan yang terlalu eksplosif, karena (kadar) gula sudah habis sepanjang hari enggak makan. Pilih yang mudah kayak jalan santai, slow jogging, pokoknya yang intensitas rendah. Itu enggak masalah,” ujar dia.
Selain pagi dan sore, waktu setelah berbuka puasa juga dapat menjadi pilihan yang relatif aman untuk berolahraga.
Namun, ia mengingatkan agar tidak mengonsumsi makanan secara berlebihan sebelum memulai latihan.
"Mungkin sekadar minum jus supaya mengisi energi sedikit dipakai salat Maghrib, siap latihan," kata dr. Andhika.
Baca juga: Grid Network Luncurkan WINS, Soroti Peran Perempuan di Dunia Olahraga
Kunci utama: jangan memaksakan diri
Dengan penyesuaian waktu dan intensitas yang tepat, olahraga tetap dapat dilakukan selama Ramadan tanpa mengganggu ibadah puasa.
Kunci utamanya adalah memahami kondisi tubuh dan tidak memaksakan diri, sehingga kebugaran tetap terjaga hingga akhir bulan suci.
Baca juga: Olahraga Tak Selalu Aman, Dokter Ingatkan Risiko Serangan Jantung jika Dilakukan Berlebihan
Tag: #tetap #bugar #saat #puasa #waktu #intensitas #olahraga #yang #disarankan #dokter