Ilmuwan Ciptakan Mata Buatan, Bikin Respons Mobil Otonom Lebih Cepat dari Manusia
- Sekelompok ilmuwan berhasil menciptakan sistem keselamatan baru berupa "mata buatan" bagi kendaraan pengemudi otomatis (otonom).
Teknologi ini diklaim mampu bereaksi terhadap bahaya di jalan raya jauh lebih cepat daripada kecepatan respons otak manusia.
Selama ini, lambatnya waktu reaksi mesin dibandingkan manusia menjadi kendala utama dalam aspek keselamatan kendaraan otonom.
Sebagai gambaran, mobil otomatis yang melaju 80 km/jam membutuhkan waktu 0,5 detik untuk merespons bahaya, sementara otak manusia hanya butuh 0,15 detik.
Selisih waktu tersebut membuat mobil melaju 13 meter lebih jauh sebelum benar-benar berhenti.
Namun, penelitian terbaru yang diterbitkan dalam jurnal ilmiah Nature Communications menawarkan solusi lewat sistem reaksi yang jauh lebih gesit.
Baca juga: Anak Tak Sengaja Buka Pintu Mobil Saat Melaju, Picu Kecelakaan 6 Kendaraan
Tiru cara kerja mata manusai
Dikutip dari SCMP, para peneliti dari Inggris, China, Hong Kong, Arab Saudi, dan Amerika Serikat mengatakan, pengembangan "mata buatan" ini meniru cara kerja penglihatan manusia.
Alih-alih memproses seluruh bidang visual yang rumit, sistem ini hanya fokus mendeteksi objek yang bergerak secara mendadak.
Salah satu penulis korespondensi, Gao Shuo, mengatakan, inovasi ini menunjukkan peningkatan kecepatan 400 persen, lampaui kinerja tingkat manusia sambil mempertahankan atau meningkatkan akurasi melalui prioritas temporal.
“Kami tidak sepenuhnya menggantikan sistem kamera yang ada," kata profesor madya di Sekolah Instrumentasi dan Teknik Optoelektronik di Universitas Beihang itu.
"Sebaliknya, dengan menggunakan plug-in perangkat keras, kami memungkinkan algoritma visi komputer yang ada untuk berjalan empat kali lebih cepat dari sebelumnya, yang memiliki nilai praktis lebih besar untuk aplikasi teknik,” lanjutnya.
Baca juga: Pesawat Jatuh di Jalanan Ramai, Tabrak Sejumlah Mobil
Keunggulan "mata buatan"
Inti dari penelitian ini adalah perangkat keras yang mengikuti dinamika "filter-proses" dengan susunan transistor sinaptik dua dimensi.
Transistor ini memiliki tiga kemampuan utama untuk mendeteksi perubahan gambar hanya dalam 100 mikrodetik (jauh lebih cepat daripada persepsi manusia).
Perangkat itu juga bisa mempertahankan informasi gerakan selama lebih dari 10.000 detik dan beroperasi selama lebih dari 8.000 siklus operasional tanpa penurunan kinerja.
Sistem ini mampu mengabaikan detail gambar yang tidak penting dan hanya menandai "objek bergerak" untuk dianalisis lebih lanjut.
Proses tersebut tercatat 10 kali lebih cepat dibandingkan pendekatan konvensional.
Baca juga: China Larang Gagang Pintu Otomatis di Mobil karena Rawan Kecelakaan
Pangkas jarak pengereman
Ilustrasi mobil otonomos atau self-driving Tesla.
Tim peneliti menguji sistem dalam berbagai situasi, termasuk mengemudi otonom, navigasi drone, dan penggunaan lengan robot.
Mereka mengatakan, perangkat tersebut telah memproses data gerakan empat kali lebih cepat.
Dibandingkan dengan algoritma canggih terkini, dan dalam kondisi laboratorium ideal, perangkat bahkan melampaui kinerja manusia.
Mereka melaporkan peningkatan 213,5 persen dalam kemampuan mendeteksi bahaya saat mengemudi dan peningkatan 740,9 persen dalam kemampuan lengan robot untuk menggenggam objek.
Dalam uji coba di dunia nyata, efisiensi sistem sedikit menurun, tetapi masih lebih baik daripada sistem pengemudian otonom sebelumnya.
Baca juga: Ban Pecah Kena Lubang Jalan, Sopir Ditilang Rp 1,6 Juta
Menurut para peneliti, peningkatan sekitar 0,2 detik dapat mengurangi jarak pengereman hingga 4,4 meter pada kendaraan yang melaju dengan kecepatan 80 km/jam.
“Dalam kecelakaan lalu lintas, 4 meter ini sering kali menentukan apakah terjadi tabrakan atau hanya nyaris terjadi tabrakan,” jelas Geo.
Untuk drone kecil, sistem ini membantu mengurangi waktu reaksi setidaknya sepertiga, sehingga sangat meningkatkan daya tahan dan kinerja.
“Proyek ini tidak diragukan lagi akan memajukan kolaborasi mendalam dengan perusahaan otomotif dan drone China,” ujarnya.
“Kami berharap dapat melengkapi kendaraan otonom dengan sistem ‘refleks tingkat perangkat keras’ ini, sehingga memungkinkan mereka untuk merespons lebih sensitif daripada manusia ketika menghadapi kondisi jalan yang tiba-tiba," sambungnya.
Tag: #ilmuwan #ciptakan #mata #buatan #bikin #respons #mobil #otonom #lebih #cepat #dari #manusia