Debat Menkeu Purbaya dan Menteri KP, Berawal dari Pesanan Kapal Belum Jalan
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Kompleks Parlemen, Rabu (11/2/2026).(KOMPAS.com/DEBRINATA RIZKY)
16:12
11 Februari 2026

Debat Menkeu Purbaya dan Menteri KP, Berawal dari Pesanan Kapal Belum Jalan

- Debat terbuka antara Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memanas. Keduanya saling berbalas pernyataan soal anggaran pengadaan kapal.

Perdebatan bermula dari video Purbaya saat menghadiri Focus Group Discussion Kamar Dagang dan Industri Indonesia di Jakarta, Selasa (10/2/2026). Forum itu membahas pemberdayaan angkatan laut dan galangan kapal nasional.

Purbaya mempertanyakan realisasi pesanan kapal kepada pengusaha galangan yang tergabung dalam Kadin. Ia menilai anggaran sudah tersedia, tetapi pesanan belum masuk.

“Berapa dari anda yang sudah menerima order dari Kementerian Kelautan dan Perikanan? Kan aneh nggak masuk akal, uangnya sudah gua keluarin. Ordernya nggak ada. Ini apa-apaan,” kata Purbaya dalam video yang beredar.

Baca juga: Menteri KP Protes Menkeu soal Proyek Kapal: Sebaiknya Purbaya Validasi Data Dulu...

Ia mempertanyakan kendala yang membuat pemesanan belum berjalan. Ia juga menyinggung peran Kadin dan Kementerian Perindustrian dalam mendorong pesanan kapal dari Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Menurut Purbaya, sumber daya manusia di sektor galangan kapal cukup mumpuni. Industri itu dinilai belum berkembang optimal karena minim kesempatan dan kebijakan yang tidak berpihak pada produksi dalam negeri.

“Saya baru tahu orang kita jago, cuma nggak dikasih kesempatan sama kita sendiri,” ujar Menkeu.

Trenggono merespons pada hari yang sama. Ia menyampaikan tanggapan melalui akun Instagram @swtrenggono, Selasa malam.Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono dalam konferensi pers soal pegawainya yang hilang dalam penerbangan dari Yogyakarta menuju Makassar, Sabtu (17/1/2026).KOMPAS.com/ISNA RIFKA SRI RAHAYU Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono dalam konferensi pers soal pegawainya yang hilang dalam penerbangan dari Yogyakarta menuju Makassar, Sabtu (17/1/2026).

Trenggono mengaku tidak memahami dana proyek pembangunan kapal yang dimaksud Purbaya.

“Saya enggak ngerti maksud Pak Purbaya? Kalau soal kapal, itu sumber pendanaannya dari pinjaman UK, dan sekarang masih berproses, mekanismenya juga sedang dibicarakan,” kata Trenggono dalam media sosialnya, Selasa (10/2/2026) malam.

Ia menjelaskan, eksekusi pinjaman dari Inggris bukan dilakukan Kementerian Kelautan dan Perikanan, melainkan Badan Logistik Pertahanan. Dana pembangunan kapal tidak berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara murni. Sumber dana berasal dari pinjaman luar negeri pemerintah Inggris. Kementerian Kelautan dan Perikanan hanya memfasilitasi aspek teknis dan tenaga kerja.

“Jadi sebaiknya, Pak Purbaya tanya dulu ke anak buahnya sebelum komentar,” ujar Trenggono.

Baca juga: Purbaya Soroti Industri Galangan Kapal: Orang Kita Jago, Cuma Enggak Dikasih Kesempatan...

Ia juga meminta Purbaya memeriksa data sebelum menyampaikan pernyataan.

"Sebaiknya Purbaya validasi data dulu sebelum menyampaikan seperti itu dong,” kata Trenggono.

Purbaya kemudian menanggapi. Ia mengakui belum memastikan realisasi pemesanan kapal di galangan. Hasil pengecekan menunjukkan belum ada pesanan masuk.

Ia juga belum mengetahui jadwal realisasi pembangunan kapal. Purbaya mengakui kemungkinan data yang ia sampaikan keliru.

“Mau dibikin kapan saya enggak tahu. Ya sudah enggak apa-apa. yang betul Pak Trenggono mungkin saya datanya salah,” kata Purbaya di Kompleks Parlemen, Rabu (11/2/2026).

Ia mengaku belum mengetahui secara persis besaran anggaran kapal yang dicairkan untuk Kementerian Kelautan dan Perikanan. Ia meminta program pembuatan kapal segera dijalankan.

"Yang penting gini, ketika ada program tadi pembuatan kapal, cepat diluncurkan ke bawah. Gitu aja," kata Purbaya.

Saat ditemui di Istana Negara, Purbaya menyebut Trenggono sebagai sahabat. Ia menegaskan mekanisme pencairan anggaran tetap melalui Kementerian Keuangan.

"Gampang, nanti saya ngomong sama Pak Menteri. Kan sahabat saya juga, gampang," kata Purbaya di Istana, Jakarta, Rabu (11/2/2026).

Purbaya menilai perencanaan proyek besar seperti pembangunan kapal tidak seharusnya menunggu ketersediaan anggaran.

"Tapi kan begini, kalau Anda punya rencana buat kapal sekian ribu, masa nunggu ada anggarannya? Kan sudah ada rencana di depannya, kan. Ya, saya minta itu... Itu saja belum kelihatan gerakan di depannya. Itu saja," jelasnya.

Tag:  #debat #menkeu #purbaya #menteri #berawal #dari #pesanan #kapal #belum #jalan

KOMENTAR