PDIP Minta PBI Nonaktif Berpenyakit Katastropik Segera Diaktifkan Lagi
Sekretaris Jenderal PDI-P Hasto Kristiyanto di Sekolah Partai, Lenteng Agung, Jakarta, Rabu (11/2/2026).(Dokumentasi PDI-P)
15:58
11 Februari 2026

PDIP Minta PBI Nonaktif Berpenyakit Katastropik Segera Diaktifkan Lagi

- PDI-Perjuangan meminta agar Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang sempat dinonaktifkan segera diaktifkan kembali, terutama bagi pasien dengan penyakit berat yang membutuhkan penanganan medis khusus (katastropik).

Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan partainya telah melakukan kajian khusus terkait penonaktifan sekitar 120.000 peserta PBI tersebut.

“Kami sudah melakukan kajian secara khusus bahkan terhadap hal tersebut Ibu Ribka Tjiptaning sudah mewakili sikap dari DPP PDI Perjuangan agar PBI kemudian dapat diaktifkan kembali," kata Hasto ditemui di Sekolah Partai PDI-P, Lenteng Agung, Jakarta, Rabu (11/2/2026).

Baca juga: Dirut BPJS Sebut Masalah Penonaktifan PBI Sudah Selesai, tetapi Masih Digoreng

Menurut Hasto, negara harus hadir dan bertanggung jawab, khususnya bagi masyarakat yang menderita penyakit kronis seperti gagal ginjal akut dan penyakit katastropik lainnya.

“Sehingga mereka-mereka yang terkena penyakit kronis seperti ginjal akut itu negara ikut bertanggung jawab. Jadi jangan sampai hal itu kemudian diputus," ungkapnya.

Ia menegaskan, berdasarkan kajian internal partai, masyarakat lebih memprioritaskan kepastian jaminan kesehatan melalui BPJS agar tetap dapat diakses tanpa ada pengurangan manfaat.

Baca juga: Palembang Jadi Kota Peserta BPJS PBI Dinonaktifkan Terbanyak dengan Penyakit Katastropik

PDIP, lanjut dia, menolak berbagai bentuk pemotongan yang berpotensi merugikan rakyat, terutama mereka yang menjadi korban dan menderita penyakit kronis.

“Rakyat terutama yang menjadi korban dan terkena penyakit-penyakit kronis maka kita bertanggung jawab dengan cara negara hadir. Meskipun kita semua bergotong-royong untuk itu melalui instrumen perpajakan yang harus kita galakkan untuk dijalankan dengan baik," pungkasnya.

Upaya pemerintah

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meminta Menteri Sosial Saifullah Yusuf menerbitkan surat keputusan (SK) agar peserta PBI yang nonaktif tetap dapat dilayani rumah sakit tanpa kendala pembiayaan.

Dalam rapat bersama Komisi IX DPR, Rabu, Budi menyatakan telah mengirim surat ke seluruh rumah sakit agar tetap melayani peserta PBI yang sempat dinonaktifkan, khususnya untuk layanan katastropik.

Menkes menyebut terdapat sekitar 120.000 peserta PBI nonaktif yang mengidap penyakit berat dan membutuhkan penanganan prioritas.

Data tersebut telah diverifikasi dan jumlah akhirnya disebut BPJS Kesehatan menjadi 102.921 peserta.

Total ada 11 juta PBI yang dinonaktifkan mulai 1 Februari. Adapun sebagian yakni 102.921 PBI adalah angka dari sebagian 11 juta PBI itu, yakni angka orang yang berpenyakit katastropik.

Rapat di DPR Senin (9/2/2026) lalu memastikan bahwa biaya pengobatan PBI akan dibayari negara sampai tiga bulan ke depan.

Tag:  #pdip #minta #nonaktif #berpenyakit #katastropik #segera #diaktifkan #lagi

KOMENTAR