PDI-P: Saling Sindir Purbaya dan Trenggono Seharusnya Tak Perlu Terjadi
- PDI-P menilai polemik saling sindir antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) Sakti Wahyu Trenggono seharusnya tidak perlu terjadi di ruang publik.
Sekretaris Jenderal PDI-P Hasto Kristiyanto mengatakan, dalam situasi ekonomi global yang penuh ketidakpastian, pemerintah justru perlu menunjukkan soliditas dan kesatuan arah kebijakan.
“Perdebatan yang sebenarnya kan pengetahuan terkait dengan masalah teknis implementasi antara Menteri Keuangan dan Menteri KKP seharusnya tidak perlu terjadi," kata Hasto ditemui di Sekolah Partai, Lenteng Agung, Jakarta, Rabu (11/2/2026).
Menurut dia, perdebatan yang bersifat teknis antar kementerian semestinya dapat diselesaikan secara internal tanpa menimbulkan persepsi ketidaksinkronan di mata publik dan pelaku usaha.
Baca juga: Purbaya-Trenggono Ribut Anggaran Kapal, Komisi IV Minta Komunikasi Kabinet Dibenahi
Hasto menekankan bahwa perbedaan pernyataan antarpejabat dapat menciptakan ketidakpastian baru di tengah upaya mendorong pertumbuhan ekonomi.
"Dan itu yang tidak diinginkan oleh para pelaku usaha," ujar dia.
Atas polemik ini, Hasto mengatakan, PDI-P mengimbau para menteri kabinet Merah Putih agar lebih mengedepankan soliditas serta disiplin dalam berbicara.
Di sisi lain, para menteri juga diminta mendorong prestasi kerja daripada berpolemik internal.
"PDI Perjuangan mengimbau agar tidak ada pernyataan-pernyataan yang berbeda antar kementerian. Sehingga lebih baik mengedepankan disiplin berbicara dan kemudian mendorong prestasi-prestasi kerja," pinta Hasto.
Baca juga: Saling Sindir soal Anggaran Proyek Kapal, Purbaya Sebut Trenggono Sahabatnya
Sebelumnya, polemik bermula dari pernyataan Purbaya dalam sebuah forum yang mempertanyakan realisasi anggaran pembangunan kapal di KKP.
Ia mengaku heran karena anggaran disebut telah disiapkan, tetapi belum ada pesanan kapal yang terealisasi.
“Kan aneh tidak masuk akal. Uangnya sudah saya keluarkan, ordernya tidak ada,” kata Purbaya.
Purbaya pun mempertanyakan apakah Kamar Dagang dan Industri (Kadin) atau Kementerian Perindustrian kurang aktif sehingga belum ada pesanan kapal dari KKP.
“Kenapa KKP belum order ke sana, kan kita mendorong pertumbuhan ekonomi, uangnya sudah saya anggarin,” ujar Purbaya.
“Rugi saya Pak, utang-utang dialokasikan tidak dipakai,” lanjut dia.
Baca juga: Saling Sindir soal Anggaran Proyek Kapal, Purbaya Sebut Trenggono Sahabatnya
Respon Trenggono
Merespons ini, Trenggono pun gerah dengan Purbaya terkait dana pembelian kapal.
Trenggono mengaku tidak mengerti dana proyek pembangunan kapal yang dimaksud Purbaya.
“Saya tidak mengerti maksud Pak Purbaya? Kalau soal kapal, itu sumber pendanaannya dari pinjaman UK (Inggris), dan sekarang masih berproses, mekanismenya juga sedang dibicarakan,” kata Trenggono, dalam keterangannya, Selasa (10/2/2026).
Pihak yang mengeksekusi pinjaman dana dari Inggris juga bukan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), melainkan Badan Logistik Pertahanan.
Dalam proyek itu, KKP hanya memfasilitasi teknis dan tenaga kerja.
“Jadi, sebaiknya, Pak Purbaya tanya dulu ke anak buahnya sebelum komentar,” ujar Trenggono.
Baca juga: Purbaya Soroti Industri Galangan Kapal: Orang Kita Jago, Cuma Enggak Dikasih Kesempatan...
Belakangan, Purbaya mengatakan bahwa kemungkinan dia salah dalam isu anggaran proyek kapal yang dia maksud.
"Yang betul Pak Trenggono mungkin, saya datanya salah. Tapi, sebagian katanya uangnya kata pinjaman. Tapi, pinjaman juga nanti kan lewat kita juga kan, tetap saja," kata Purbaya di Gedung DPR hari ini.
Tag: #saling #sindir #purbaya #trenggono #seharusnya #perlu #terjadi