Pria di Jakbar Dianiaya Tetangga karena Suara Drum, Habiburokhman: Arogan, Kapolres Harus Tindak Tegas
Ketua Komisi III DPR RI Fraksi Gerindra, Habiburokhman saat rapat dengar pendapat (RDP) Komisi III DPR RI dengan Kajari Sleman, Kapolresta Sleman, dan Kuasa Hukum Hogi Minaya pada Rabu (28/1/2026). (Tangkapan Layar YouTube KompasTV)
18:26
11 Februari 2026

Pria di Jakbar Dianiaya Tetangga karena Suara Drum, Habiburokhman: Arogan, Kapolres Harus Tindak Tegas

Ketua Komisi III DPR Habiburokhman meminta Kapolres Jakarta Barat (Jakbar) Kombes Twedi Aditya Bennyahdi untuk menindak tegas pelaku penganiayaan berinisial D di Kapuk, Cengkareng, Jakbar.

Habiburokhman menyampaikan, pelaku bertindak arogan karena menganiaya tetangganya yang bernama Darwin, hanya karena diprotes soal suara drum.

"Terkait kasus penganiayaan terhadap Pak Darwin di Cengkareng, Jakarta Barat, yang terjadi akibat beliau menegur tetangganya yang membuat bising dengan bermain drum, saya pikir perlakuan terhadap beliau sudah sangat-sangat keterlaluan," ujar Habiburokhman dalam keterangannya, Rabu (11/2/2026).

Baca juga: Korban Penganiayaan di Jakbar Bantah Ancam Hancurkan Drum Pelaku

"Saya minta kepada Saudara Kapolres Jakarta Barat untuk menindak tegas pelakunya. Jangan ada toleransi adanya pihak-pihak yang bersikap arogan, melakukan tindak pidana seenaknya, dan mengintimidasi orang lain," sambungnya.

Habiburokhman mengatakan, Komisi III DPR berempati terhadap Darwin yang dianiaya secara brutal.

Dia menegaskan harus ada keadilan untuk Darwin, yakni dengan cara menindak tegas pelaku.

"Dan secara khusus, kami mengucapkan terima kasih kepada Saudara John LBF yang telah menurunkan advokat mendampingi Pak Darwin ini. Saya atensi khusus masalah ini dan akan kawal terus kasus ini sampai pelakunya mempertanggung jawabkan secara hukum," imbuh Habiburokhman.

Diketahui, seorang warga bernama Darwin (32) menjadi korban penganiayaan oleh tetangganya berinisial D di Jalan Dahlia III, Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat, Sabtu (7/2/2026).

Baca juga: Korban Penganiayaan di Jakbar Diperiksa Polisi Usai Dilaporkan Balik Pelaku

Berdasarkan pemantauan Kompas.com di lokasi, Senin (9/2/2026), depan rumah pelaku yang merupakan lokasi penganiayaan, terpampang sebuah plang berwarna putih bertuliskan "Kantor Pengacara Advokat, Konsultan Hukum".

Menurut Darwin, konflik ini bermula dari gangguan suara drum yang sudah berlangsung sejak Agustus 2025 silam.

Darwin mengaku sudah berulang kali menegur secara baik-baik, bahkan melibatkan RT hingga Satpol PP, namun suara bising tersebut tetap berlanjut.

"Sebenarnya sih simpel ya, ini masalah cuma dia berisik main drum. Terus saya sudah tegur lebih dari lima kali baik-baik, lewat RT sampai sudah sampai Satpol PP datang, tetap dia masih main," ujar Darwin saat ditemui Kompas.com di lokasi, Senin.

Suara bising itu dinilai sangat mengganggu istri Darwin yang sedang menjalani program hamil hingga merasakan stres karena tak bisa istirahat.

Baca juga: Dilapor Balik soal Ancaman Kekerasan, Korban Penganiayaan di Jakbar: Tuduhan Mengada-Ada

"Kami sudah sampai emosi. Masalahnya, istri saya kan lagi program hamil, dia stres berat. Dia (istri) jadi langsung lempar-lempar barang, sudah sampai pukul pintu sampai berdarah," ucap Darwin.

Puncak kejadian pada Sabtu, ketika anak pelaku kembali bermain drum siang hari sekitar pukul 14.00 WIB.

Istri Darwin pun mendatangi rumah berplang kantor hukum tersebut untuk menegur, namun berujung terjadi cekcok.

"Saya melihat istri saya dicaci maki, saya langsung pulang dari tempat kerja, marah dong sama dia. Marah, saya bilang sekarang maunya apa gitu," kata dia.

"Sampai saya maju pas negur, terus dia maju sampai nempel. Terus saya dorong aja, biar jangan dekat-dekat," sambungnya.

Di tengah ketegangan itu, ayah pelaku—yang diduga pemilik kantor hukum tersebut—tiba di lokasi menggunakan mobil.

Baca juga: Buntut Panjang Perkara Drum: Korban Penganiayaan di Jakbar Ogah Damai, Pelaku Lapor Balik

Tanpa diduga, mobil tersebut menyerempet istri Darwin hingga tersungkur di atas aspal.

Melihat Darwin lengah karena istrinya terjatuh, anak pelaku langsung menyerang dari belakang dengan memiting leher.

"Nah pas mundur, anaknya langsung buru-buru ngambil leher saya, dipiting sampai jatuh. Sampai jatuh, terseret-seret sampai kencang sekali," tuturnya.

Saat Darwin dalam posisi terkunci di aspal, sang ayah pelaku pun turun dari mobil dan ikut melakukan penganiayaan.

"Di situ bapaknya langsung turun dari mobil langsung menendang pinggang dan bokong berkali-kali sama kepala bagian belakang," jelas Darwin.

Tak cukup sampai di situ, Darwin mengaku wajahnya ditekan keras oleh ayah pelaku hingga ia nyaris kehilangan kesadaran.

"Sudah gitu ditambah si ayah pelaku itu langsung giniin (tekan) muka saya sampai mulut saya, sampai saya mau blackout," tambahnya.

Tag:  #pria #jakbar #dianiaya #tetangga #karena #suara #drum #habiburokhman #arogan #kapolres #harus #tindak #tegas

KOMENTAR