Sudah Meninggal 5 Tahun, Pria Ini Ditunjuk Jadi Anggota Komisi Pemilu
- Keputusan Presiden Sudan Selatan, Salva Kiir dalam menyusun panel kepresidenan untuk persiapan pemilihan umum (Pemilu) menuai sorotan tajam.
Pasalnya, seorang pria yang telah meninggal dunia masuk dalam daftar pejabat yang diangkat untuk memimpin diskusi terkait pesta demokrasi tersebut.
Insiden ini memicu gelombang ejekan di jagat maya dan memaksa pihak kepresidenan untuk merilis permintaan maaf secara resmi.
Presiden Salva Kiir sedianya melakukan sejumlah penunjukan pekan lalu guna mempersiapkan pemilu yang telah berulang kali tertunda dan kini dijadwalkan berlangsung pada Desember 2026.
Baca juga: Laporan Ungkap Ribuan Warga Sipil Tewas akibat Serangan Militer di Sudan
Namun, di antara nama-nama tersebut, muncul nama Steward Sorobo. Menurut laporan media lokal, Sorobo diketahui telah meninggal sejak lima tahun lalu.
"Kantor Presiden dengan menyesal mengetahui bahwa salah satu anggota panel telah meninggal dunia," ujar sekretaris pers Kiir, David Amour Majur, dikutip dari AFP, Rabu (4/2/2026).
"Kini terbukti bahwa verifikasi menyeluruh tidak dilakukan oleh salah satu pemangku kepentingan, sehingga mengakibatkan kelalaian administratif yang disayangkan ini," tambahnya.
Buntut dari kekeliruan memalukan tersebut, Majur langsung dicopot dari jabatannya keesokan harinya.
Baca juga: PBB: Perang di Sudan Kian Tak Terkendali, El Fasher Jadi Pusat Kekerasan dan Kelaparan
Kekecewaan keluarga
Meski nama Sorobo telah dihapus dari daftar, pihak keluarga menyatakan kekecewaan mendalam atas ketidaktelitian pemerintah.
Mereka menilai kesalahan ini melampaui masalah birokrasi semata.
"Ini bukan hanya kesalahan administratif, tetapi juga pelanggaran budaya dan spiritual yang serius," tegas Boboya James Edimond, perwakilan dari keluarga Sorobo.
Ia pun menuntut adanya perbaikan moral atas "kerusakan spiritual" yang timbul akibat insiden tersebut.
Baca juga: Lee Chang-soo, Pria Korut yang Membelot ke Korsel karena Cinta, Meninggal Dunia
Di media sosial, pemerintah Sudan Selatan menjadi sasaran kritik pedas dan sarkasme.
Warganet menilai pemerintah tidak serius dalam melakukan verifikasi data pejabat publik.
"Ini artinya mereka hanya melakukan copy-paste dari daftar sebelumnya tanpa tahu siapa yang masih ada dan siapa yang tidak," tulis salah satu pengguna Facebook.
"Mendiang sebaiknya tetap dipertahankan sebagai koordinator antara yang hidup dan yang mati untuk merangkul perdamaian di Sudan Selatan," tulis warganet lain dengan nada sarkastik.
Baca juga: Pemakaman Tak Luput Diserang, Puluhan Pelayat Tewas Akibat Serangan Drone di Sudan
Bayang-bayang ketidakpastian pemilu
Sudan Selatan sendiri masih berjuang untuk pulih dari luka perang saudara yang pecah tak lama setelah kemerdekaan pada 2011.
Meski kesepakatan damai 2018 telah menyatukan pihak-pihak yang bertikai, implementasi perjanjian tersebut—termasuk penyelenggaraan pemilu—terus mengalami kegagalan.
Pemilu yang semula direncanakan pada 2024 kembali digeser hingga Desember 2026.
Namun, dengan kembali meningkatnya bentrokan kekerasan dan kerusuhan di berbagai wilayah, sejumlah analis meragukan apakah pemilu tersebut benar-benar dapat terlaksana tepat waktu.
Tag: #sudah #meninggal #tahun #pria #ditunjuk #jadi #anggota #komisi #pemilu