Tingkatkan Perekonomian di Tengah Ketidakpastian Global, Pemerintah Adopsi Kebijakan Penanganan Pandemi
Airlangga Hartarto menjelaskan strategi pengelolaan ekonomi saat ini mengadopsi pendekatan serupa dengan kebijakan penanganan pandemi Covid-19.
10:27
8 Februari 2026

Tingkatkan Perekonomian di Tengah Ketidakpastian Global, Pemerintah Adopsi Kebijakan Penanganan Pandemi

 

– Pemerintah menegaskan komitmennya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan melalui penguatan sektor industri, pemanfaatan teknologi maju, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Pendekatan pembangunan tersebut dirancang untuk menjaga stabilitas makroekonomi sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia di tengah dinamika global yang semakin kompleks.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menjelaskan strategi pengelolaan ekonomi saat ini mengadopsi pendekatan serupa dengan kebijakan penanganan pandemi Covid-19, yakni menjaga keseimbangan antara akselerasi dan stabilitas.

“Saat penanganan Covid-19, kebijakan yang didorong adalah gas dan rem. Sekarang kita berbicara tentang tiga mesin pertumbuhan ekonomi, dengan pendekatan yang sama, yakni mengatur akselerasi tanpa mengorbankan stabilitas,” kata Airlangga dalam keterangan tertulis, Minggu (8/2).

Airlangga menyampaikan, Presiden Prabowo Subianto menargetkan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dalam beberapa tahun ke depan. Target tersebut akan dicapai melalui penguatan sektor-sektor penggerak utama, khususnya industri manufaktur, energi dan teknologi masa depan, serta sektor konstruksi. Sektor-sektor ini dinilai sebagai tulang punggung perekonomian nasional dan memiliki keterkaitan erat dengan pengembangan riset serta keunggulan SDM.

Kinerja ekonomi nasional hingga akhir 2025 menunjukkan tren yang solid. Pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV 2025 tercatat sebagai yang tertinggi dalam tujuh tahun terakhir, dengan rata-rata pertumbuhan sekitar 5 persen.

Stabilitas makroekonomi juga tercermin dari inflasi yang terjaga di level 3,55 persen (year on year), neraca perdagangan yang terus mencatatkan surplus dalam beberapa tahun terakhir, serta cadangan devisa yang mencapai sekitar USD 156 miliar.

Dalam kerangka transformasi ekonomi, pemerintah mengusung konsep tiga mesin pertumbuhan ekonomi (three engines of growth). Mesin pertama difokuskan pada penguatan industri manufaktur dan industri padat karya, seperti tekstil, alas kaki, furnitur, serta industri otomotif termasuk pengembangan ekosistem kendaraan listrik.

Mesin kedua, diarahkan pada pembangunan ekonomi berbasis teknologi dan inovasi melalui penguatan digitalisasi, kecerdasan buatan, bioteknologi, serta semikonduktor. Pemerintah menekankan pentingnya investasi riset dan pengembangan (R&D) serta penguatan rantai nilai industri agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya bergantung pada sumber daya alam, melainkan semakin bertumpu pada teknologi dan kualitas SDM.

“S-Curve merupakan pelajaran penting dalam inovasi industri. Di mana pun, harus ada investasi R&D. Saya mendorong agar ekonomi Indonesia juga berbasis S-Curve, dengan riset berkelanjutan untuk menentukan produk-produk unggulan di masa depan,” jelas Airlangga.

Sementara itu, mesin ketiga menitikberatkan pada peningkatan produktivitas dan daya saing sumber daya manusia sebagai fondasi pertumbuhan jangka panjang. Pemerintah mendorong penguatan keterampilan tenaga kerja, penyiapan ratusan ribu tenaga kerja terampil, serta pengembangan ekosistem ekonomi baru seperti gig economy dan ekonomi kreatif, khususnya bagi generasi muda dan mahasiswa.

Selain tiga mesin pertumbuhan tersebut, lanjut Airlangga, pemerintah juga menegaskan pentingnya ketahanan pangan sebagai bagian dari stabilitas ekonomi nasional. Upaya penguatan produksi pangan dalam negeri terus dilakukan melalui pengembangan kawasan pangan dan peningkatan produktivitas pertanian.

“Langkah ini penting untuk memastikan ketersediaan pangan nasional di tengah potensi krisis global dan gangguan rantai pasok internasional,” pungkasnya.

Editor: Estu Suryowati

Tag:  #tingkatkan #perekonomian #tengah #ketidakpastian #global #pemerintah #adopsi #kebijakan #penanganan #pandemi

KOMENTAR