Barcelona Resmi Mundur dari Proyek Super League
Momen selebrasi gol Fermin Lopez dalam partai semifinal Piala Super Spanyol 2025 Barcelona vs Athletic Club di Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah, 7 Januari 2026.(AFP/FADEL SENNA)
12:06
8 Februari 2026

Barcelona Resmi Mundur dari Proyek Super League

- Barcelona memastikan diri keluar dari proyek European Super League atau Liga Super Eropa. Kepastian tersebut disampaikan melalui pernyataan resmi di situs klub, Sabtu (7/2/2026) waktu setempat.

Dengan keputusan ini, Barcelona tidak lagi terlibat dalam rencana liga tandingan yang sempat menuai sorotan sejak diumumkan pada 2021.

"FC Barcelona dengan ini mengumumkan bahwa hari ini telah secara resmi memberitahukan kepada European Super League Company dan klub-klub yang terlibat tentang penarikan diri dari proyek Liga Super Eropa," demikian pernyataan klub.

Berdasarkan laporan BBC Sport, langkah ini membuat Real Madrid menjadi satu-satunya klub yang masih terikat dengan proposal Liga Super Eropa.

Barcelona sebelumnya menjadi salah satu raksasa Liga Spanyol yang tetap bertahan saat sejumlah klub lain memilih mundur lebih awal.

Baca juga: Messi Cetak Gol ke Gawang Barcelona SC, Inter Miami Gagal Menang

Riwayat Proyek Liga Super Eropa

Proyek European Super League pertama kali diperkenalkan pada 2021 dengan dukungan 12 klub.

Enam klub Liga Inggris, yakni Manchester United, Manchester City, Liverpool, Chelsea, Arsenal, dan Tottenham, termasuk dalam daftar pendiri awal.

Namun, tekanan dari pendukung membuat keenam klub Liga Inggris tersebut menarik diri hanya dalam waktu 72 jam.

Juventus menyusul pada Juni 2024 sebagai klub ke-10 yang keluar dari rencana tersebut. Setelah itu, Barcelona dan Real Madrid masih mempertahankan komitmen mereka.

Lamine Yamal (tengah) merayakan mencetak gol ketiga timnya dengan Fermin Lopez (kiri) dan Jules Kounde (kanan) dalam pertandingan sepak bola Liga Spanyol antara FC Barcelona vs Real Oviedo di Stadion Camp Nou di Barcelona pada 25 Januari 2026. (Foto oleh Josep LAGO / AFP)AFP/JOSEP LAGO Lamine Yamal (tengah) merayakan mencetak gol ketiga timnya dengan Fermin Lopez (kiri) dan Jules Kounde (kanan) dalam pertandingan sepak bola Liga Spanyol antara FC Barcelona vs Real Oviedo di Stadion Camp Nou di Barcelona pada 25 Januari 2026. (Foto oleh Josep LAGO / AFP)

Baca juga: Hasil Barcelona vs Mallorca 3-0: Blaugrana Berpesta di Camp Nou

Presiden Barcelona, Joan Laporta, sempat menyatakan pada Oktober 2025 bahwa klub ingin memperbaiki hubungan dengan UEFA.

Ia juga menyebut Barcelona berencana kembali bergabung dengan Asosiasi Klub Sepak Bola Eropa atau EFC, yang sebelumnya dikenal sebagai ECA.

Barcelona dikeluarkan dari ECA bersama 12 klub pendiri Liga Super Eropa setelah rencana itu diumumkan. Sepuluh klub yang lebih dulu menarik diri kemudian diterima kembali sebagai anggota EFC.

Posisi UEFA dan Langkah Real Madrid

Sementara Barcelona memilih keluar, Real Madrid mengambil jalur hukum.

Klub tersebut menuntut ganti rugi dari UEFA setelah beberapa putusan pengadilan menilai respons badan pengatur Eropa itu terhadap Liga Super Eropa.

Pada Mei 2024, pengadilan komersial Madrid memutuskan bahwa UEFA dan FIFA melakukan praktik anti-kompetitif.

Baca juga: Petaka untuk Real Madrid, Rodrygo Tak Bisa Main di Playoff Liga Champions

Putusan tersebut sejalan dengan keputusan Mahkamah Eropa. Gugatan ini diajukan oleh A22 Sports Management terhadap UEFA, FIFA, La Liga Spanyol, dan RFEF.

UEFA kemudian menyesuaikan aturan terkait kompetisi baru. Dalam pernyataan terbarunya, UEFA menyebut putusan Pengadilan Provinsi Madrid pada Oktober lalu "tidak mengesahkan" proyek Super League dan tidak melemahkan sistem otorisasi kompetisi yang berlaku saat ini.

Tag:  #barcelona #resmi #mundur #dari #proyek #super #league

KOMENTAR