Liburan ke Thailand Awal Februari, Turis Dilarang Minum Alkohol
Ilustrasi alkohol(SHUTTERSTOCK)
13:49
8 Februari 2026

Liburan ke Thailand Awal Februari, Turis Dilarang Minum Alkohol

Thailand tengah menggelar pemilihan umum pada awal Februari 2026, yang berdampak langsung pada aktivitas wisata, khususnya bagi turis yang ingin menikmati minuman beralkohol.

Selama periode pemilu, pemerintah Thailand memberlakukan larangan penjualan dan konsumsi alkohol secara nasional, termasuk di kawasan wisata.

Melansir dari South China Morning Post Jumat (6/2/2026), aturan ini diterapkan sebagai bagian dari regulasi pemilu untuk mencegah praktik politik uang serta menjaga ketertiban dan keamanan selama proses pemilihan berlangsung.

Baca juga: Negara yang Larang Vape: Singapura sampai Thailand Denda hingga Rp 25 Juta

Meski begitu, larangan alkohol saat pemilu sendiri bukan hal baru di Thailand dan rutin diterapkan setiap kali pemilihan umum berlangsung.

Semua penjualan dan penyajian alkohol dilarang

Menurut Nation Thailand, larangan mulai berlaku pada 7 Februari 2026 pukul 6 sore waktu setempat dan berakhir pada 8 Februari 2026 pukul 6 sore. Selama periode itu, penjualan dan penyajian semua jenis alkohol dilarang di dalam distrik pemilihan, termasuk di bar, restoran, toko, dan tempat umum lainnya.

Meski bersifat sementara, kebijakan ini kerap membuat kaget wisatawan yang berkunjung ke Thailand pada awal Februari, terutama mereka yang merencanakan aktivitas kuliner dan hiburan malam selama liburan.

Dampaknya terasa di sejumlah destinasi wisata populer seperti Bangkok dan Phuket, di mana bar, restoran, hingga tempat hiburan malam dilarang menjual atau menyajikan minuman beralkohol. Bahkan, larangan ini juga berlaku di hotel dan kawasan wisata yang biasanya ramai turis mancanegara.

Baca juga: Kalahkan Thailand, Malaysia jadi Negara Paling Banyak Dikunjungi Turis di Asia Tenggara

Kebijakan tersebut menuai keluhan dari sebagian wisatawan asing yang tidak mengetahui adanya pembatasan alkohol saat pemilu. Pelaku usaha bar dan restoran juga disebut mengalami penurunan penjualan karena larangan diberlakukan di tengah musim kunjungan wisata.

Sementara itu, melansir dari Khaosod English, kepolisian Thailand telah mengeluarkan peringatan resmi bahwa penjualan, distribusi, maupun pemberian minuman beralkohol selama masa larangan merupakan pelanggaran hukum.

Pelaku usaha maupun individu yang melanggar aturan tersebut dapat dikenai sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.

Tag:  #liburan #thailand #awal #februari #turis #dilarang #minum #alkohol

KOMENTAR