PBNU Dukung Prabowo Bangun Gedung untuk MUI di Bundaran HI: Pelayanan Umat Harus Maksimal
- Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mendukung rencana Presiden Prabowo Subianto membangun gedung untuk Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan badan-badan umat Islam di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat.
Ketua PBNU Mohammad Mukri menilai penyediaan gedung yang representatif bagi MUI merupakan langkah positif untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada umat.
“Kalau memang pemerintah, dalam hal ini Presiden, ingin menyediakan kantor untuk MUI, ya intinya bagus-bagus saja,” kata Mukri saat dihubungi Kompas.com, Minggu (8/2/2026).
Mukri menjelaskan, MUI adalah wadah yang diisi oleh perwakilan berbagai organisasi kemasyarakatan Islam, seperti Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, Al Washliyah, dan sejumlah ormas Islam lainnya.
Baca juga: Menengok Rencana Eks Gedung Kedubes Inggris Disulap jadi Gedung Badan Umat Islam
Selama ini, kata Mukri, kegiatan yang dijalankan MUI juga ditujukan untuk kepentingan umat di Tanah Air.
“Orang-orangnya itu kan representasi dari berbagai ormas Islam. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan MUI selama ini juga untuk kepentingan umat,” ujar Mukri.
Menurut Mukri, penyediaan gedung yang layak dan memadai akan berdampak langsung pada peningkatan pelayanan keumatan.
Ia menilai, selama ini fasilitas perkantoran MUI belum sepenuhnya memenuhi standar kenyamanan yang ideal.
“Kalau kemudian disiapkan gedung yang representatif dan memadai agar pelayanannya menjadi lebih baik, apa salahnya? Ya enggak ada masalah,” kata dia.
Baca juga: Kantor Badan Umat Islam Bakal Dibangun di Eks Kedubes Inggris, Dekat Bundaran HI
Mukri menambahkan, MUI memiliki banyak badan dan lembaga di bawahnya, termasuk lembaga-lembaga keumatan yang membutuhkan ruang operasional yang memadai agar dapat bekerja secara maksimal.
“Dengan badan-badan yang ada di bawahnya, tentu tujuannya agar pelayanan kepada umat bisa maksimal,” ujarnya.
Namun demikian, Mukri menegaskan bahwa hingga saat ini PBNU belum pernah menerima tawaran atau pembahasan terkait kemungkinan menempati gedung tersebut.
Menurut Mukri, sejauh yang ia ketahui, rencana pembangunan itu memang diperuntukkan bagi MUI dan badan-badan keumatan, bukan untuk organisasi kemasyarakatan Islam seperti PBNU.
“Kalau NU sendiri belum. Saya belum dengar ada pembahasan atau tawaran soal itu. Yang saya tahu, gedung itu memang untuk MUI dan badan-badan keumatan,” pungkas Mukri.
Baca juga: Prabowo Sediakan Lahan 4.000 Meter di Depan Bundaran HI untuk Badan Umat Islam
Sebelumnya diberitakan, Presiden Prabowo Subianto menyiapkan lahan seluas sekitar 4.000 meter persegi di kawasan Bundaran HI untuk pembangunan gedung bagi badan-badan umat Islam.
Gedung tersebut direncanakan memiliki ketinggian hingga 40 lantai dan akan digunakan oleh MUI, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), serta organisasi kemasyarakatan Islam lainnya.
Rencana itu disampaikan Prabowo saat memberikan taklimat dalam acara doa bersama dan pengukuhan pengurus MUI periode 2025–2030 di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Sabtu (7/2/2026).
“Hari ini saya bisa sampaikan bahwa saya sebagai Presiden Republik Indonesia, saya telah menyediakan lahan di depan Bundaran HI sebesar kurang lebih 4.000 meter untuk gedung bagi MUI dan bagi badan-badan umat Islam,” ujar Prabowo.
Prabowo menyebutkan, pembangunan gedung tersebut berawal dari laporan Menteri Agama Nasaruddin Umar yang menyampaikan bahwa MUI belum memiliki kantor yang jelas dan representatif.
Keberadaan gedung badan-badan umat Islam di pusat ibu kota, menurut Prabowo, merupakan bentuk komitmen negara dalam memberikan ruang yang layak bagi institusi keumatan.
“Di Bundaran HI jangan hanya ada hotel mewah. Jangan hanya ada mal. Nanti ada gedung yang akan diperuntukkan lembaga-lembaga umat Islam,” kata Prabowo.
Tag: #pbnu #dukung #prabowo #bangun #gedung #untuk #bundaran #pelayanan #umat #harus #maksimal