Prabowo Genjot Industrialisasi untuk Buka Lapangan Kerja
Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri Mujahadah Kubro 1 Abad NU di Malang, Jawa Timur, Minggu (8/2/2026). (Dok. YouTube Setpres)
12:04
8 Februari 2026

Prabowo Genjot Industrialisasi untuk Buka Lapangan Kerja

- Presiden Prabowo Subianto memiliki janji baru. Ia berencana membangkitkan sektor industri dalam negeri.

Prabowo menetapkan target selama 2 hingga 3 tahun ke depan agar Indonesia bisa kembali menjadi negara industri.

Maka dari itu di era kepemimpinannya industrialisasi besar-besaran akan digenjot.

"Kita juga bertekad meningkatkan lapangan pekerjaan untuk bangsa Indonesia. Kita juga akan memimpin industrialisasi bangsa Indonesia. Dalam 2-3 tahun ini, kita akan membangkitkan seluruh industri kita," kata Prabowo dalam Mujahadah Kubro 1 Abad NU, disiarkan di sekretariat Presiden, Minggu (8/2/2026).

Baca juga: Menko Airlangga Ungkap 3 Mesin Pertumbuhan Ekonomi Tanpa Korbankan Stabilitas

Prabowo berharap dengan menggenjot industrialisasi lapangan kerja juga akan banyak terbuka.

Sehingga Indonesia akan jadi negara maju di bawah kepemimpinannya.

Seluruh rakyat akan memiliki kehidupan yang layak.

Pemerintah, lanjut dia, akan mengintegrasikan pembangunan industri dan perumahan sebagai bagian dari strategi nasional untuk menciptakan lapangan kerja, memperkuat daya beli masyarakat, dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Ia menegaskan, seluruh kebijakan tersebut diarahkan untuk mewujudkan Indonesia yang maju, mandiri, dan sejahtera, dengan pembangunan yang dirasakan secara nyata oleh seluruh lapisan masyarakat.

Diberitakan sebelumnya, pemerintah melalui Danantara Indonesia resmi memulai enam proyek hilirisasi dengan nilai investasi 7 miliar dollar Amerika Serikat atau setara Rp 118,2 triliun, asumsi kurs Rp 16.887 per dollar AS.

Proyek hilirisasi yang dimulai

Proyek tersebut mencakup sektor pertambangan, energi terbarukan, hingga peternakan.

Chief Executive Officer Danantara Rosan Roeslani mengatakan, proyek hilirisasi tersebut terdiri atas smelter aluminium dari alumina, Smelter Grade Alumina Refinery atau SGAR, pabrik bioetanol, pabrik bioavtur, pabrik garam, serta proyek peternakan ayam terintegrasi.

Enam proyek itu tersebar di 13 wilayah.

Proyek peternakan ayam berada di enam kota.

Pabrik garam berlokasi di tiga kota.

Rosan menuturkan, total investasi Rp 118,2 triliun tersebut diproyeksikan menciptakan sekitar 3.000 lapangan pekerjaan.

Proyek juga melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di daerah sekitar lokasi.

Smelter aluminium dari alumina dan proyek SGAR 2 dibangun di Mempawah, Kalimantan Barat.

Pabrik bioetanol Glenmore fase pertama berlokasi di Banyuwangi, Jawa Timur.

Pabrik biorefinery atau bioavtur dibangun di Cilacap, Jawa Tengah.

Pabrik garam dikembangkan di Sampang, Madura, kawasan Manyar Gresik, serta Segoromadu 2 di Gresik.

Proyek peternakan unggas terintegrasi tersebar di Malang, Gorontalo Utara, Lampung Selatan, Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, dan Nusa Tenggara Barat.

Baca juga: Purbaya Tak Mau Lagi Disindir Prabowo soal Kebocoran Pajak

Tag:  #prabowo #genjot #industrialisasi #untuk #buka #lapangan #kerja

KOMENTAR