AI.com Jadi Domain Internet Termahal di Dunia Saat Ini, Siapa yang Punya?
- CEO sekaligus co-founder Crypto.com, Kris Marszalek, baru saja membeli domain internet bernama "AI.com" dengan nilai fantastis, yakni 70 juta dollar AS atau sekitar Rp 1,17 triliun.
Domain internet adalah alamat unik yang digunakan untuk mengakses sebuah situs web di jaringan internet, misalnya “kompas.com” atau “google.com”, fungsinya sebagai pengganti alamat IP yang berupa deretan angka agar lebih mudah diingat pengguna.
Nama domain terdiri dari dua bagian utama, yakni nama (misalnya “kompas”) dan ekstensi atau top-level domain/TLD (seperti .com, .id, .org).
Transaksi pembelian AI.com disebut-sebut sebagai salah satu pembelian domain termahal dalam sejarah. Sebagai perbandingan, domain Cars.com sebelumnya tercatat sebagai salah satu yang paling bernilai, dengan estimasi aset tidak berwujud mencapai 872,3 juta dollar AS pada 2014.
Meski demikian, pembelian ai.com tidak dimaksudkan untuk menggantikan domain utama Crypto.com. Kris mengungkapkan bahwa ia akan memimpin dua entitas berbeda, yakni Crypto.com dan AI.com.
Baca juga: Google Rilis Nama Domain .Meme, Begini Cara Beli dan Harganya
Crypto.com tetap berfokus sebagai platform pertukaran mata uang kripto (crypto exchange). Sementara itu, ai.com akan dikembangkan sebagai perusahaan yang bergerak di bidang agen kecerdasan buatan (AI agents).
Peluncuran AI.com dilakukan bertepatan dengan penayangan iklan dalam ajang Super Bowl LX di Amerika Serikat.
Apa itu ai.com?
Menurut Kris, AI.com akan menjadi platform agen otonom berbasis perangkat lunak (software) yang tidak hanya merespons perintah pengguna, tetapi juga mampu menjalankan tindakan secara mandiri atas nama pengguna.
Fungsinya mencakup pengelolaan tugas, pengiriman pesan, menjalankan alur kerja lintas aplikasi, membangun proyek, melakukan transaksi jual-beli saham, hingga memperbarui profil di aplikasi kencan daring.
Kris mengklaim seluruh agen AI dalam platform ini akan beroperasi dalam sistem yang aman dengan enkripsi berbasis kunci milik pengguna. Mekanisme tersebut disebut dapat memberikan perlindungan data dan privasi yang lebih kuat.
Baca juga: Mengenal Fenomena Crypto Winter dan Dampaknya, Kapan Akan Berakhir?
“Kita berada pada pergeseran fundamental dalam evolusi AI saat kita bergerak cepat melampaui fungsi agen AI yang benar-benar bisa melakukan berbagai hal untuk manusia,” ujar Kris.
Pengimplementasian AI pada operasional bisnis dapat memberika keunggulan kompetitif, seperti efisiensi dan peningkatan produktivitas.
Menuju jaringan agen AI terdesentralisasi
Lebih jauh, Kris memiliki visi membangun jaringan terdesentralisasi yang terdiri dari miliaran agen AI. Agen-agen ini disebut dapat saling berbagi peningkatan kemampuan untuk mempercepat perkembangan kecerdasan buatan.
“(Upaya ini) dapat memperluas kemampuan agen secara besar-besaran, cepat, serta mempercepat kemunculan dari AGI (Artificial General Intelligence),” tambahnya.
AGI secara teoretis merupakan bentuk kecerdasan buatan yang memiliki kemampuan kognitif setara atau bahkan melampaui manusia dalam berbagai bidang.
Baca juga: Moltbook, Medsos Tempat AI Saling Ngobrol dan Ngomongin Manusia
Berbeda dari AI saat ini yang umumnya terbatas pada tugas spesifik, AGI dirancang mampu belajar secara mandiri, beradaptasi, serta memecahkan persoalan kompleks yang belum pernah diajarkan sebelumnya.
Meski ai.com akan tersedia secara gratis untuk publik, perusahaan berencana menawarkan paket langganan berbayar dengan fitur tambahan, seperti batas input yang lebih tinggi dan kemampuan lanjutan lainnya.
Dikutip KompasTekno dari Bitcoin.com News, peluncuran ai.com menandai langkah baru Kris dan Crypto.com dalam persaingan global untuk mengomersialkan teknologi agen AI.
Tag: #aicom #jadi #domain #internet #termahal #dunia #saat #siapa #yang #punya