Tarikan Tetap Enteng, BBM Lebih Irit: Ini 6 Tips Merawat Motor Matic agar Tidak Cepat Loyo
Ilustrasi berkendara sepeda motor matic. (Istimewa)
09:56
8 Februari 2026

Tarikan Tetap Enteng, BBM Lebih Irit: Ini 6 Tips Merawat Motor Matic agar Tidak Cepat Loyo



Motor matic sudah lama menjadi andalan  mobilitas harian masyarakat Indonesia. Praktis, nyaman, dan mudah dikendarai. Namun, tidak sedikit pengguna yang mengeluh tarikan terasa berat, akselerasi menurun, hingga konsumsi BBM makin boros.

Padahal, sebagian besar masalah tersebut muncul bukan karena usia motor, melainkan akibat perawatan yang kurang tepat.

Nah, agar motor matic Anda tetap responsif dan irit bahan bakar, perawatan harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari sistem CVT, pemilihan oli, hingga kebiasaan berkendara sehari-hari. Berikut panduannya.

1. Rutin Merawat CVT agar Tarikan Tetap Enteng

Sistem Continuously Variable Transmission (CVT) adalah jantung penggerak motor matik. Di dalamnya terdapat v-belt, roller, pulley, dan kampas kopling ganda yang bekerja terus-menerus setiap kali motor digunakan.

Membersihkan CVT secara berkala, idealnya setiap 8.000–10.000 km, sangat penting. Debu dan kotoran yang menumpuk bisa membuat roller seret dan v-belt tidak bekerja optimal. Akibatnya, tarikan awal terasa berat dan akselerasi melambat.

2. Gunakan Oli Mesin sesuai Spesifikasi

Kesalahan paling umum pemilik motor matic adalah asal memilih oli. Padahal, oli berperan besar menjaga gesekan mesin tetap minim dan suhu stabil.

Gunakan oli dengan viskositas yang direkomendasikan pabrikan, umumnya SAE 10W-30 atau 10W-40 dengan standar JASO MB khusus motor matik.

Oli yang terlalu kental membuat mesin terasa berat, sedangkan oli terlalu encer berisiko mempercepat keausan komponen. Jangan lupa, ganti oli secara rutin setiap 2.000–3.000 km agar performa tetap terjaga dan konsumsi BBM tidak membengkak.

 

3. Perhatikan Penggantian Oli Gardan

Selain oli mesin, motor matic juga memiliki oli gardan yang sering luput dari perhatian. Padahal, oli gardan bertugas melumasi gear akhir yang langsung menyalurkan tenaga ke roda.

Oli gardan yang sudah lama tidak diganti bisa membuat suara kasar dan menambah beban kerja mesin. Idealnya, penggantian dilakukan setiap dua kali ganti oli mesin atau sekitar 8.000 km.

 

4. Kebiasaan Berkendara Menentukan Umur Motor

Cara berkendara sangat berpengaruh terhadap awet tidaknya motor matic. Tarikan gas mendadak dan sering membuka gas penuh dari posisi diam membuat kerja CVT dan kampas kopling lebih berat.

Biasakan menarik gas secara halus dan bertahap. Selain membuat motor lebih nyaman dikendarai, cara ini juga membantu menjaga komponen CVT lebih awet dan BBM lebih hemat.

 

5. Jangan Abaikan Tekanan Angin Ban

Tekanan angin ban yang kurang sering dianggap masalah sepele. Padahal, ban kempis meningkatkan hambatan gulir sehingga mesin bekerja lebih keras.

Akibatnya, tarikan terasa berat dan konsumsi BBM meningkat. Pastikan tekanan angin sesuai rekomendasi pabrikan, terutama jika motor sering dipakai harian atau membawa beban tambahan.

 

6. Kesalahan Kecil yang Bikin Motor Matic Cepat Loyo

Ada beberapa kebiasaan kecil yang tanpa disadari mempercepat penurunan performa motor matik. Misalnya, jarang memanaskan mesin, membiarkan motor lama tidak digunakan tanpa perawatan, atau menunda servis meski sudah muncul gejala tarikan berat. Kebiasaan tersebut membuat komponen bekerja dalam kondisi tidak ideal dan mempercepat keausan. (*)

Editor: Dinarsa Kurniawan

Tag:  #tarikan #tetap #enteng #lebih #irit #tips #merawat #motor #matic #agar #tidak #cepat #loyo

KOMENTAR