Partai-partai Mulai Dukung Prabowo 2 Periode, Bagaimana Nasib Gibran?
Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka saat memberikan taklimat awal tahun dalam retreat di kediamannya di Hambalang, Bogor, Selasa (6/1/2026).(Dok. Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)
10:30
8 Februari 2026

Partai-partai Mulai Dukung Prabowo 2 Periode, Bagaimana Nasib Gibran?

- Dukungan terhadap Presiden Prabowo Subianto untuk kembali maju pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029 atau menjabat dua periode mulai menguat.

Sejumlah partai politik yang kini berada di lingkaran pemerintahan secara terbuka menyatakan kesiapan mendukung Prabowo melanjutkan kepemimpinannya pada periode 2029–2034.

Namun, dukungan tersebut umumnya baru diberikan kepada Prabowo sebagai calon presiden. Hampir seluruh partai belum secara tegas menyatakan sikap apakah dukungan itu akan diberikan sepaket dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Adapun wacana Prabowo dua periode kembali mencuat setelah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) secara terbuka menyampaikan dukungannya terhadap pasangan Prabowo-Gibran untuk kembali menjabat pada Pilpres 2029.

“Kan sudah saya sampaikan Prabowo-Gibran dua periode. Sudah, itu saja,” kata Jokowi saat ditemui di Kota Solo, Jawa Tengah, Jumat (30/1/2026).

Pernyataan Jokowi itu sekaligus merespons pandangan Ketua Harian Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Ahmad Ali yang menyebut Gibran berpotensi menjadi kompetitor kuat dalam Pilpres 2029.

Baca juga: Dasco soal Usul Prabowo-Zulhas di Pilpres 2029: Hiburan untuk Rakyat

Meski demikian, pernyataan Jokowi belum sepenuhnya diikuti oleh sikap partai-partai politik pendukung pemerintah.

Sejumlah parpol justru memilih memisahkan dukungan kepada Prabowo, dengan pembahasan mengenai calon wakil presiden.

PKB: Puas dengan Prabowo, Soal Wapres Belum Dibahas

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar menegaskan partainya siap kembali mendukung Prabowo Subianto untuk dua periode kepemimpinan.

Menurut Muhaimin, dukungan tersebut didasarkan pada kepuasan PKB terhadap kinerja pemerintahan Prabowo.

“Kita pokoknya intinya puas dengan pemerintahan Pak Prabowo dan kompak minimal dua periode lah,” ujar Muhaimin di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (4/2/2026).

Baca juga: Respons Bahlil soal Kemungkinan Prabowo Maju Pilpres 2029

Namun, Muhaimin yang akrab disapa Cak Imin belum memberikan jawaban tegas terkait kemungkinan dukungan tersebut diberikan bersama Gibran sebagai calon wakil presiden.

“Oh belum dibahas. Belum,” tegas Cak Imin saat ditanya mengenai sosok cawapres pendamping Prabowo pada 2029.

PAN Tegas Dukung Prabowo, Dorong Zulhas sebagai Opsi Wapres

Sikap hampir serupa disampaikan Partai Amanat Nasional (PAN). Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan menilai dukungan dua periode diperlukan agar seluruh program pemerintahan Prabowo dapat direalisasikan secara optimal.

PAN bahkan telah memiliki sikap final untuk kembali mendukung Prabowo pada Pilpres 2029. Hal itu ditegaskan Wakil Ketua Umum PAN Eddy Soeparno.

“Kita sudah tiga kali mendukung Bapak Presiden Prabowo, satu-satunya partai lho di luar Gerindra, yang konsisten mendukung Pak Prabowo tiga kali dalam tiga Pilpres,” kata Eddy saat ditemui di Gedung DPR RI, Kamis (5/2/2026).

Wakil Ketua Umum (Waketum) PAN, Eddy Soeparno di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (9/12/2025). KOMPAS.com/Rahel Wakil Ketua Umum (Waketum) PAN, Eddy Soeparno di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (9/12/2025).

Meski demikian, PAN belum menetapkan sikap resmi mengenai calon wakil presiden.

Eddy menegaskan, penentuan pasangan capres-cawapres membutuhkan banyak pertimbangan.

“Kita tentu kita lihat nanti opsi-opsi terbaik. Karena kembali lagi, yang namanya paket itu tentu kan harus ada simbiosisnya, bisa bekerja sama dengan baik, ada juga dukungan elektoralnya tinggi dan sebagainya,” ujar Eddy.

Secara pribadi, Eddy mengaku lebih mendukung Zulkifli Hasan untuk mendampingi Prabowo.

“Kalau ditanyakan hari ini, saya dukung Pak Zulhas mendampingi Pak Prabowo di tahun 2029 tentu,” kata Eddy, sembari menegaskan bahwa sikap tersebut belum menjadi keputusan resmi partai.

Baca juga: Dasco soal Kemungkinan Prabowo Maju Pilpres 2029: Lihat Dulu Keberhasilan Periode Ini

Golkar Sebut Prabowo yang Terbaik, Kini Fokus Kerja Dulu

Partai Golkar juga telah menyatakan dukungannya terhadap Prabowo untuk kembali maju pada Pilpres 2029.

Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia menyebut Prabowo sebagai sosok terbaik.

“Ya Pak Prabowo ini kan juga adalah kader Golkar, alumni Golkar. Kalau sudah ada yang terbaik, ngapain cari yang lain?” ujar Bahlil saat ditemui di Istora Senayan, Jakarta, Jumat (5/12/2025) malam.

Namun, dukungan Golkar itu belum secara tegas mencakup Gibran sebagai calon wakil presiden.

Menanggapi dukungan Jokowi terhadap pasangan Prabowo-Gibran, Sekretaris Jenderal Golkar Sarmuji menyatakan partainya masih fokus mendukung pemerintahan Prabowo hingga akhir masa jabatan.

Baca juga: Respons Gibran Usai PAN Ingin Dukung Prabowo-Zulhas di Pilpres 2029

“Insya allah dengan kerja bersama yang solid, visi Presiden tercapai, Pak Prabowo akan makin dicintai rakyat. Kalau rakyat cinta urusan 2029 bisa lebih mudah,” ujar Sarmuji saat dihubungi, Kamis (5/2/2026).

“Kami konsentrasi dan fokus kerja mencapai visi presiden dan target pemerintah,” lanjut dia.

Gerindra: Terima Kasih atas Dukungan, Cawapres Belum Dibahas

Dari internal Partai Gerindra, Sekretaris Jenderal Gerindra Sugiono menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak terhadap Prabowo untuk dua periode.

“Kita terima kasih, makasih atas dukungannya,” ujar Sugiono di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (6/2/2026).

Sugiono menilai dukungan tersebut lahir dari kesamaan cita-cita dan visi dalam pemerintahan Prabowo.

“Yang saya tangkap bahwa semua ini berawal dari cita-cita yang sama, keinginan yang sama, napas yang sama,” ujarnya.

Sekretaris Jenderal Gerindra Sugiono saat ditemui di depan kediaman Presiden Prabowo Subianto, Jalan Kertanegara Nomor 4, Jakarta, Jumat (6/2/2026).KOMPAS.com/Tria Sutrisna Sekretaris Jenderal Gerindra Sugiono saat ditemui di depan kediaman Presiden Prabowo Subianto, Jalan Kertanegara Nomor 4, Jakarta, Jumat (6/2/2026).

Namun, Sugiono menegaskan bahwa Gerindra belum membuka pembahasan mengenai calon wakil presiden.

“Kita enggak pernah, belum pernah. Belum pernah membuka pembicaraan itu,” kata Sugiono.

Secara terpisah, Ketua Harian Gerindra Sufmi Dasco Ahmad menyebut wacana pasangan Prabowo-Zulkifli Hasan sebagai hiburan bagi publik.

“Nah, bahwa kemudian kita dengar di luar ada wacana-wacana dipasangkan dengan beberapa tokoh, yaitu kita anggap sebagai wacana dan juga hiburan untuk rakyatlah,” ujar Dasco saat ditemui usai perayaan HUT ke-18 Gerindra di kediaman Prabowo di Jalan Kertanegara, Jakarta, Jumat (6/2/2026).

Baca juga: Respons Gibran Usai PAN Ingin Dukung Prabowo-Zulhas di Pilpres 2029

Dukungan Prematur, Posisi Gibran Belum Aman

Pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Adi Prayitno menilai, dukungan sejumlah partai politik terhadap Prabowo Subianto untuk dua periode yang disampaikan sejak dini bersifat prematur, mengingat Pilpres 2029 masih berjarak sekitar tiga tahun.

Menurut dia, dukungan awal tersebut lebih mencerminkan strategi politik partai-partai untuk menunjukkan loyalitas kepada Prabowo sebagai petahana.

“Memastikan dukungan ke Prabowo dua periode sejak saat ini adalah cara partai menunjukkan totalitas dukungan. Kredit politiknya ada di situ, karena dalam politik dukungan di awal nilainya lebih besar dibanding dukungan di akhir,” ujarnya, Minggu (8/2/2026).

Dia menjelaskan, sikap tersebut juga menunjukkan cara realistis partai-partai dalam membaca peta politik Pilpres 2029.

Sebagai petahana, Prabowo dinilai memiliki posisi yang sangat kuat.

Baca juga: Wacana Prabowo-Gibran Dua Periode: Kunci Pilpres 2029 Lebih Awal

“Prabowo sebagai petahana tentu sangat mudah menang melawan siapa pun di 2029. Akan sulit mencari penantang kuat bagi Prabowo,” kata Adi.

Meski demikian, Adi menilai dukungan terhadap Prabowo tidak otomatis berarti diikuti dengan Gibran Rakabuming Raka sebagai calon wakil presiden.

Menurut dia, hampir seluruh partai pendukung pemerintah memiliki figur masing-masing yang ingin didorong sebagai cawapres.

“Jelas sekali partai-partai itu punya jagoan sendiri untuk urusan cawapres. Buktinya PAN sudah mengusulkan nama Zulhas. PKB dan Demokrat tentu punya jagoan sendiri. Termasuk Golkar yang akan mengikuti apa pun keputusan Prabowo soal pendampingnya nanti,” ujarnya.

Pandangan senada disampaikan Pengamat Politik sekaligus Dewan Nasional KIPP Engelbert Johannes Rohi atau Jojo Rohi.

Wapres Gibran Rakabuming Raka didampingi Gubernur Ahmad Luthfi dan Bupati Ischak meninjau lokasi bencana tanah bergerak di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Provinsi Jawa Tengah, Jumat (6/2/2026).Kompas.com/ Tresno Setiadi Wapres Gibran Rakabuming Raka didampingi Gubernur Ahmad Luthfi dan Bupati Ischak meninjau lokasi bencana tanah bergerak di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Provinsi Jawa Tengah, Jumat (6/2/2026).

Dia menilai dukungan terhadap Prabowo dua periode yang belum menyertakan Gibran adalah sinyal politik bahwa posisi Gibran belum aman menjelang Pilpres 2029.

“Statement banyak parpol dukung Prabowo lanjut periode dua minus Gibran, merupakan sinyal politik bahwa Gibran tidak atau belum tentu masuk hitungan dalam opsi pasangan Prabowo di 2029,” ujar Jojo.

Jojo menilai, dukungan dini tersebut juga dapat dikategorikan sebagai dukungan prematur karena konstelasi politik masih sangat mungkin berubah.

“Pertama, karena timing pemilu masih tiga tahun lagi. Kedua, peta dan dinamika politik masih bisa berubah, tergantung apakah nanti ada game changer menjelang Pilpres 2029,” kata dia.

Selain itu, Jojo menyoroti lemahnya posisi politik Gibran yang dinilai belum memiliki kendaraan politik yang kuat.

Baca juga: Partai Gerakan Rakyat Deklarasi Anies: Pilpres 2029 Gerak Lebih Cepat

“Gibran secara politik tidak punya kendaraan. Kendaraan politik adalah partai. Paling mungkin Gibran akan ‘nebeng’ PSI,” ujarnya.

Namun, lanjut Jojo, langkah agresif PSI justru berpotensi kontraproduktif bagi posisi Gibran di tengah koalisi pendukung Prabowo.

“PSI bisa menjadi musuh bersama bagi partai-partai lain, bukan hanya PDIP, tetapi juga partai-partai dalam koalisi Prabowo. Padahal pemilu masih tiga tahun lagi,” pungkas Jojo.

Tag:  #partai #partai #mulai #dukung #prabowo #periode #bagaimana #nasib #gibran

KOMENTAR