Para Petani di Eropa Lakukan Protes Besar Besaran, Kebijakan Ramah Lingkungan Jadi Salah Satu Faktornya
Petani Prancis protes atas tekanan harga, pajak, dan peraturan ramah lingkungan di Beauvais, Prancis, 29 Januari 2024. (REUTERS/ Stephanie Lecocq)
18:00
30 Januari 2024

Para Petani di Eropa Lakukan Protes Besar Besaran, Kebijakan Ramah Lingkungan Jadi Salah Satu Faktornya

 

Jawapos.com – Protes besar-besaran yang dilakukan para petani di Perancis serta beberapa negara Eropa telah memasuki pekan kedua.

Sejak Kamis, 25 Januari 2024 lalu, para petani membuang sampah dan limbah di depan gedung pemerintahan lokal di Brittany Perancis.

Selain itu, pada Jumat (26/1), mereka telah menutup jalan-jalan utama di Perancis. Padahal diketahui, negara tersebut merupakan produsen pertanian terbesar di Uni Eropa.

Protes para petani ini juga telah mencapai batas Kota Paris dan mengancam akan segera memblokade ibu kota negara tersebut.

Di Rumania, Petani dan sopir truk di  juga telah mengambil tindakan dengan melakukan protes terhadap tingginya biaya bisnis yang menghalangi akses ke perbatasan dengan Ukraina.

Sementara itu di Spanyol, para pekerja sektor pertanian  menghentikan sekitar lima truk yang membawa sayuran dan membuang hasilnya di dekat pusat distribusi pengecer Belgia Colruyt.

Protes  ini dilakukan karena terdapat beberapa kebijakan pemerintah yang membuat para pekerja di sektor pertanian merugi.

Dilansir dari REUTERS, Selasa (30/1), berikut beberapa faktor yang menyebabkan hal tersebut terjadi.

Penghapusan subsidi bagi petani yang menggunakan energi fosil

Kebijakan perlindungan lingkungan menjadi salah satu penyebab protes muncul. Hal tersebut karena Pemerintah berencana menghapus keringanan pajak bagi petani yang menggunakan bahan bakar diesel Hal ini dilakukan sebagai bagian dari kebijakan transisi energi yang lebih luas.

Penurunan Inflasi Pangan

Para petani mengatakan, dorongan pemerintah dan pengecer untuk menurunkan inflasi pangan telah membuat banyak produsen tidak mampu menutupi biaya tinggi yang digunakan untuk  energi, pupuk dan transportasi.

Impor

Penyebab selanjutnya yakni impor. Kebijakan impor besar-besaran dari Ukraina dan negosiasi perdagangan antara UE (Uni Eropa) dengan blok Amerika Selatan Mercosur telah membuat para pekerja di sektor pertanian tidak puas.

Impor tersebut dibenci karena menekan harga Eropa namun tidak memenuhi standar lingkungan yang diberlakukan pada petani UE.

Kebijakan Mengosongkan 4% Lahan Pertanian

Salah satu persyaratan subsidi yang diterapkan yakni diwajibkan bagi para petani untuk membiarkan 4% lahannya tidak ditanami apapun.

Kebijakan ini sangat dipermasalahkan karena merupakan implementasi yang terlalu rumit.

***

Editor: Novia Tri Astuti

Tag:  #para #petani #eropa #lakukan #protes #besar #besaran #kebijakan #ramah #lingkungan #jadi #salah #satu #faktornya

KOMENTAR