Efisiensi Energi Jadi Kunci Transformasi Operasi Tambang Batu Bara
Truk hauling hybrid dipamerkan di area operasional tambang PT Borneo Indobara, Kalimantan Selatan.(DOK. PPA)
11:40
10 Februari 2026

Efisiensi Energi Jadi Kunci Transformasi Operasi Tambang Batu Bara

– Efisiensi energi mulai menjadi titik masuk transformasi operasional industri tambang batu bara di Indonesia, seiring dorongan penerapan prinsip green mining yang semakin diarahkan pada praktik yang berdampak langsung di lapangan.

“Efisiensi energi menjadi salah satu fokus penting dalam transformasi operasional tambang. Teknologi hybrid memberikan solusi yang dapat langsung diterapkan di lapangan, sekaligus mendukung pengurangan emisi secara bertahap,” ujar Presiden Direktur PT Putra Perkasa Abadi, Joko Triraharjo, dalam keterangan tertulis, Selasa (10/2/2026).

Arah transformasi tersebut tercermin dalam penyelenggaraan PT BIB–PPA Mining Expo Elektrifikasi yang digelar di area operasional PT Borneo Indobara, Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, pada 7–9 Februari 2026.

Kegiatan tersebut menyoroti berbagai pendekatan efisiensi energi dan elektrifikasi yang mulai diadopsi dalam operasi tambang, khususnya pada wilayah yang belum sepenuhnya didukung oleh infrastruktur kelistrikan.

Salah satu pendekatan yang ditampilkan adalah penggunaan truk hauling berbasis teknologi diesel-electric hybrid SANY SRT100S yang diperkenalkan oleh PT Star Wagen Indonesia, anak perusahaan PT Putra Perkasa Abadi.

Baca juga: Tak Hanya Tanah Liat, Abu Sisa Pembakaran Batu Bara Bisa Jadi Genteng

Teknologi Hybrid di Area Tambang

Teknologi diesel-electric hybrid dinilai relevan untuk kondisi operasional tambang yang masih bergantung pada bahan bakar fosil, namun membutuhkan solusi transisi menuju operasi yang lebih efisien energi.

Sistem penggerak diesel-electric yang dilengkapi regenerative braking memungkinkan pemanfaatan energi secara lebih optimal, sehingga konsumsi bahan bakar dapat ditekan hingga sekitar 30 persen dibandingkan unit konvensional di kelas yang sama.

Dengan kapasitas angkut hingga 95 ton dan volume vessel 70 meter kubik, unit tersebut mengandalkan motor listrik bertorsi besar yang mampu memberikan tenaga instan sejak putaran awal.

Karakteristik ini mendukung akselerasi yang lebih responsif serta stabilitas unit saat melintasi jalur hauling dengan kemiringan tinggi, yang menjadi tantangan utama di area tambang.

Selain menekan konsumsi bahan bakar, penerapan teknologi hybrid juga berdampak pada efisiensi biaya perawatan serta peningkatan keandalan unit, yang berkontribusi terhadap keberlanjutan operasi jangka panjang.

“Unit ini dirancang sebagai solusi transisi yang aplikatif, memungkinkan operasi tambang berjalan lebih efisien, lebih aman, dan lebih adaptif terhadap arah pengembangan teknologi tambang ke depan,” ujar Presiden Direktur PT Star Wagen Indonesia, Fathul Muin.

Baca juga: Pesut Mahakam Sisa 66 Ekor, Menteri LH Bakal Evaluasi Aktivitas Tongkang Batu Bara

Arah Transformasi Operasi Tambang

Melalui penyelenggaraan pameran tersebut, PT Borneo Indobara dan PT Putra Perkasa Abadi menegaskan komitmennya dalam mendorong penerapan teknologi yang lebih efisien dan ramah lingkungan di sektor pertambangan.

Transformasi operasional berbasis efisiensi energi dinilai menjadi langkah awal dalam memperkuat daya saing industri tambang, sekaligus menyiapkan fondasi menuju praktik pertambangan yang lebih berkelanjutan.

Tag:  #efisiensi #energi #jadi #kunci #transformasi #operasi #tambang #batu #bara

KOMENTAR