Ketika Bisnis Ayam Goreng Menjamur di Inggris
Ilustrasi ayam goreng tepung.(Unsplash)
13:12
10 Februari 2026

Ketika Bisnis Ayam Goreng Menjamur di Inggris

Mata Sumayyah Zara Sillah berbinar saat ia menerima kotak makanan berisi potongan ayam goreng ala Nashville yang berlapis tepung keemasan dan bermandikan saus pedas.

“Saya sebenarnya berusaha hidup sehat. Tapi ayam goreng ini memang enak banget,” ujar mahasiswi keperawatan berusia 19 tahun itu sambil tersenyum, memegang pesanannya dari gerai Ragin’ Bird di Leicester mengutip BBC.

Ayam goreng ala AS kini menjadi fenomena besar di TikTok, sesuatu yang sudah lama disaksikan Sumayyah lewat video-video mengilap dari restoran Amerika yang penuh lampu neon.

Tren yang digerakkan generasi muda ini kini nyata mengubah wajah jalanan utama (high street) di Inggris, dengan gerai ayam goreng bermunculan lebih cepat dibandingkan jenis usaha makanan cepat saji lainnya.

Baca juga: Menginspirasi, 3 Pemuda Lulusan ITB Berhasil Ekspansi Bisnis Ayam Crisbar di Tengah Isu Resesi

Namun, apa arti tren ini bagi usaha takeaway tradisional Inggris?

Seorang kreator digital berusia 33 tahun asal Bristol bernala Till, rutin mengulas makanan dari berbagai jenis kuliner di TikTok. Meski begitu, ayam goreng adalah spesialisasinya.

“Teksturnya renyah, tampilannya menggoda, sausnya, dan variasinya banyak. Konten ayam goreng itu langsung memuaskan secara visual,” kata Till.

Menurutnya, ayam goreng kini sulit dihindari.

“Bahkan restoran pizza pun sekarang jual ayam goreng. Restoran Italia dekat rumah saya saja punya ayam goreng sebagai menu tambahan,” ujar Till.

Data dari perusahaan analitik Meaningful Vision menunjukkan jumlah gerai ayam goreng di Inggris tumbuh 7,2 persen secara tahunan—pertumbuhan tercepat di sektor makanan cepat saji. Angka ini jauh melampaui pertumbuhan takeaway lain yang hanya 1,7 persen.

Mayoritas pelanggannya adalah generasi muda. Riset Mintel mencatat, pada 2025 sebanyak 52 persen Gen Z dan 47 persen milenial mengaku pernah membeli makanan di gerai ayam goreng dalam setahun terakhir.

Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan rata-rata seluruh konsumen fast food yang berada di level 39 persen.

Baca juga: Kisah Sukses ACK Fried Chicken, Bermula dari Usaha Sederhana sampai Jadi Bisnis Ayam Crispy Ternama di Bali

CEO Meaningful Vision, Maria Vanifatova, mengatakan lonjakan ini juga dipicu masuknya banyak jaringan ayam goreng asal AS ke pasar Inggris dalam beberapa tahun terakhir, seperti Raising Cane’s, Chick-fil-A, Slim’s Chicken, Dave’s Hot Chicken, Popeyes, dan Wingstop.

Di luar itu, raksasa ayam goreng AS, KFC sudah hadir di Inggris selama sekitar enam dekade.

“Ayam goreng sedang benar-benar naik daun, dan kami percaya tren ini akan berlanjut tahun ini,” ujar Vanifatova.

Salah satu daya tarik utama ayam goreng adalah biayanya yang relatif lebih murah dibandingkan sumber protein lain. Hal ini turut menggeser peta bisnis takeaway tradisional, termasuk fish and chips.

Pemilik usaha fish and chips di Lancashire sekaligus Presiden National Federation of Fish Fryers (NFFF) Andrew Crook mengakui adanya perubahan selera konsumen.

Harga ikan yang tinggi, kenaikan biaya energi, serta daya tarik paket ayam dengan beragam rasa memaksa banyak usaha fish and chips untuk beradaptasi.

“Keuntungan dari ayam jelas lebih besar dibandingkan ikan,” kata Crook.

Saat ini, banyak gerai fish and chips terpaksa tutup. Pada era 1920–1930-an, Inggris memiliki sekitar 25.000 toko fish and chips. Kini jumlahnya menyusut menjadi sekitar 9.000 gerai.

“Di bisnis fish and chips, kami khawatir kehilangan satu generasi pelanggan,” ujarnya.

Namun, sebagian pelaku usaha memilih bertransformasi. Millers Fish & Chips di Haxby, dekat York, yang telah berdiri lebih dari 60 tahun, meluncurkan merek baru bernama Millers Chicken dua tahun lalu.

Pemiliknya, David Miller, menyebut langkah ini sebagai upaya “mengamankan masa depan bisnis”.

“Ini bukan industri yang sekarat, tapi kalau tidak ikut berubah, kita bisa tertinggal dengan cepat,” katanya.

Putranya, Nick Miller (36), yang menggagas ekspansi ke ayam goreng, mengatakan strategi tersebut meningkatkan kunjungan pelanggan muda hingga 10 persen kelompok yang sebelumnya jarang masuk ke tokonya.

Salah satu kunci keberhasilan mereka adalah mengikuti tren, seperti menghadirkan Irish Spice Bag yang merupakan menu viral asal Irlandia berisi ayam goreng renyah dan kentang yang dikocok bersama bumbu dalam kantong kertas.

“Situasi bisnis sedang sulit, jadi ini sangat membantu,” ujar Nick.

?“Kami sempat khawatir saat pertama kali memasukkannya ke menu, tapi ternyata pelanggan yang datang benar-benar baru. Pelanggan lama tetap ada, tapi kami juga menarik segmen baru,” lanjut Nick.

Meski begitu, tidak semua bisnis ayam goreng otomatis sukses. Vanifatova mengingatkan bahwa pangsa pasar saat ini sangat padat karena terlalu banyak merek yang masuk.

“Kekuatan promosi dan daya beli jaringan besar membuat usaha kecil lebih sulit bersaing, apalagi pasar secara keseluruhan tidak tumbuh signifikan,” katanya.

Till menambahkan, antusiasme terhadap gerai baru memang selalu tinggi, tetapi sering kali hanya di awal.

Salah satu pelaku usaha yang mampu bertahan adalah Wasim Hussain, pemilik Ragin Bird di Leicester. Ia memulai bisnis tersebut pada 2019 saat masih menjadi mahasiswa kedokteran.

Dia bereksperimen dengan resep ayam ala Nashville di dapur sepupunya jauh sebelum merek-merek besar masuk ke Inggris. Menurut Wasim, kehadiran jaringan besar justru menguntungkannya.

“Secara tidak langsung, mereka membantu membangun hype,” katanya.

“Orang-orang jadi penasaran dan mencari tempat ayam Nashville yang independen, lalu menemukan kami,” lanjut dia.

Salah satu penggemarnya adalah Sumayyah. Ia mengaku menyukai rasa, variasi menu, dan harga Ragin’ Bird.

“Rasanya lebih rumahan. Saya pernah ke Wingstop dan ayamnya lembek, tidak renyah. Popeyes juga sama,” ujarnya.?

Menurut Till, tren kuliner bisa datang dan pergi, tetapi bagi para penggemarnya, ayam goreng tampaknya akan bertahan lama.

“Saya akan selalu makan ayam goreng. Saya memang selalu suka. Buat saya, ini bukan sekadar tren,” sambung Till.

Tag:  #ketika #bisnis #ayam #goreng #menjamur #inggris

KOMENTAR