Perancis Akan Surati Warga Berusia 29 Tahun, Suruh Mereka Punya Anak Sebelum Terlambat
Ilustrasi menerima surat.(SHUTTERSTOCK/FIZKES)
14:42
10 Februari 2026

Perancis Akan Surati Warga Berusia 29 Tahun, Suruh Mereka Punya Anak Sebelum Terlambat

Pemerintah Perancis berencana mengirim surat kepada seluruh warga berusia 29 tahun untuk mendorong mereka mempertimbangkan memiliki anak sebelum dianggap “terlambat”.

Ratusan ribu anak muda akan menerima surat tersebut sebagai bagian dari upaya mengatasi penurunan angka kelahiran di negara itu.

Kementerian Kesehatan Perancis menyebut, surat ini bertujuan memberikan informasi yang seimbang dan berbasis sains tentang kesehatan seksual dan reproduksi.

Baca juga: Saat Ekonomi China Tumbuh Pesat di Tengah Perang Dagang, Angka Kelahiran Anjlok Drastis

Rencana nasional atasi penurunan kelahiran

Langkah pengiriman surat ini merupakan bagian dari rencana 16 poin pemerintah Perancis untuk menghadapi krisis demografi.

Pejabat menyatakan bahwa infertilitas menjadi isu utama di balik kebijakan tersebut, dengan perkiraan satu dari delapan pasangan di Perancis terdampak masalah kesuburan.

Usia 29 tahun dipilih karena pada usia tersebut perempuan di Perancis dapat membekukan sel telur tanpa memerlukan surat keterangan medis.

Selain itu, surat tersebut juga akan mengingatkan bahwa jaminan sosial Perancis menanggung biaya pembekuan sel telur bagi perempuan berusia 29 hingga 37 tahun.

Surat itu juga akan membahas soal jam biologis, baik pada perempuan maupun laki-laki. Pemerintah akan menegaskan bahwa “jam biologis tidak sama, tetapi laki-laki juga memilikinya.”

Perancis hadapi tantangan infertilitas

Ilustrasi infertilitasjuststock Ilustrasi infertilitas

Menteri Kesehatan Perancis, Stephanie Rist, mengatakan bahwa “tantangan infertilitas telah dianalisis dalam semua aspeknya” sehingga memungkinkan “peluncuran segera langkah-langkah konkret yang telah lama dinantikan,” seperti dikutip Le Parisien.

Ia memimpin upaya kementerian untuk kembali memfokuskan perhatian pada isu infertilitas setelah laporan pemerintah tahun 2022 menemukan bahwa masalah ini memengaruhi 3,3 juta orang di Perancis.

Rist menekankan bahwa peran politisi “bukan untuk mendikte apakah seseorang harus memiliki anak atau tidak,” melainkan untuk memberikan edukasi lebih lanjut kepada perempuan mengenai kesuburan serta mengingatkan adanya opsi pembekuan sel telur.

Baca juga: Timur Tengah Dilanda Krisis Kelahiran, dari Rata-rata 7 Anak, Kini Jadi Hampir Nol

Meski begitu, tidak semua pihak setuju pendekatan ini akan berhasil. Psikolog Marie-Estelle Dupont mengatakan kepada The Times bahwa memperpanjang cuti melahirkan dari 16 minggu menjadi 26 minggu akan memberikan dampak yang lebih besar terhadap angka kelahiran.

Langkah lain dalam rencana tersebut termasuk menambah jumlah pusat pelestarian kesuburan—tempat penyimpanan sel telur beku—dari 40 menjadi 70 lokasi. Pemerintah juga membuka kemungkinan keterlibatan pihak swasta dalam layanan ini.

Tanggapan anak muda

Sejumlah warga muda pun menanggapi kebijakan tersebut dengan skeptis. Paul Brunstein-Compard, komedian tunggal berusia 29 tahun di Paris, menilai gagasan itu “sedikit memperlakukan mereka seperti anak-anak.”

Ia mengatakan bahwa meski ingin punya anak, kondisi ekonominya belum memungkinkan, ditambah kekhawatiran soal lingkungan.

“Memiliki anak berarti menciptakan satu manusia lagi yang akan mencemari dan mengonsumsi. Itu alasan sekunder bagi saya, tapi saya punya teman-teman yang jelas tidak ingin punya anak karena hal itu,” ujarnya.

Ia menambahkan, jika anak muda melihat masa depan di Perancis sebagai sesuatu yang “lebih menghormati, kurang diskriminatif, dan lebih menyenangkan,” mereka mungkin akan lebih terdorong untuk memiliki anak.

Baca juga: Angka Kelahiran Anjlok, China Naikkan Pajak Kondom

Tag:  #perancis #akan #surati #warga #berusia #tahun #suruh #mereka #punya #anak #sebelum #terlambat

KOMENTAR