Tak Ada Alumni Sekolah di Kampus Tujuan SNBP, Apa Masih Berpeluang Diterima? ini Penjelasannya
- Tidak adanya alumni dari sekolah asal di kampus tujuan sering membuat calon peserta Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) ragu untuk mendaftar.
Banyak siswa mengira peluang mereka otomatis tertutup jika sekolahnya belum pernah “meloloskan” alumni ke perguruan tinggi incarannya. Padahal, anggapan itu tidak sepenuhnya benar.
Koordinator Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2026, Riza Satria Perdana, menegaskan bahwa faktor alumni memang diperhatikan oleh sejumlah perguruan tinggi. Tetapi alumni bukan penentu mutlak kelulusan SNBP.
“Memang banyak perguruan tinggi yang melakukan tracking terhadap siswa yang diterima dari satu sekolah melalui semua jalur, tidak hanya SNBP,” ujar Riza saat sosialiasi SNBP secara daring, dikutip Selasa (10/2).
Ia menjelaskan, pelacakan tersebut dilakukan untuk melihat kesesuaian antara nilai rapor yang dilaporkan sekolah dengan prestasi mahasiswa saat sudah menjalani perkuliahan.
Jika prestasi mahasiswa sejalan dengan nilai rapor, sekolah akan dinilai kredibel oleh perguruan tinggi.
“Kalau memang nilai rapornya bagus dan prestasi ketika dia sudah kuliah itu bagus, ya berarti sekolah tersebut terpercaya,” jelasnya.
Namun, Riza mengakui bahwa ketika belum ada alumni dari suatu sekolah di perguruan tinggi tertentu, kampus memang kesulitan menilai relevansi nilai rapor dengan capaian akademik di bangku kuliah.
“Kalau belum pernah punya alumni yang kuliah di perguruan tinggi tersebut lewat jalur apa pun, memang beberapa perguruan tinggi kesulitan untuk melihat relevansi antara nilai rapor dengan prestasi setelah diterima,” kata Riza.
Meski demikian, kondisi tersebut bukan alasan bagi siswa untuk mengurungkan niat mendaftar SNBP.
Menurut Riza, justru ada perguruan tinggi yang memanfaatkan jalur SNBP untuk menjaring siswa berprestasi dari sekolah-sekolah yang belum memiliki rekam jejak alumni.
“SNBP ini justru dipakai oleh beberapa perguruan tinggi untuk mendapatkan siswa-siswa berprestasi dari sekolah yang belum punya alumni. Saya menyebutnya ‘melebarkan sayap’,” tuturnya.
Ia menambahkan, siswa dengan prestasi menonjol, seperti peringkat satu di sekolah, tetap memiliki daya tarik kuat di mata perguruan tinggi.
“Kalau dia ranking satu, bagaimanapun juga itu berprestasi. Bisa jadi perguruan tinggi melihat dia berpotensi menjadi mahasiswa yang baik dari prestasi-prestasinya,” tutur Riza.
Riza juga mencontohkan bahwa pada tahun-tahun sebelumnya, jumlah sekolah yang siswanya diterima melalui SNBP di beberapa perguruan tinggi mengalami peningkatan. Hal ini menunjukkan adanya perluasan jangkauan penerimaan mahasiswa.
“Saya lihat dari tahun lalu ada beberapa perguruan tinggi yang jumlah SMA yang diterima di jalur SNBP meningkat. Itu bagian dari upaya meluaskan coverage intake,” katanya.
Dengan demikian, Riza menegaskan bahwa tidak adanya alumni bukan berarti peluang SNBP tertutup.
“Kalau dibilang apakah peluangnya tertutup, tentu saja tidak. Tetap berpeluang, apalagi untuk perguruan tinggi yang sedang berusaha meluaskan intake-nya,” pungkasnya.
Tag: #alumni #sekolah #kampus #tujuan #snbp #masih #berpeluang #diterima #penjelasannya