Kementerian ESDM Sebut Izin Impor BBM Shell Masih Dievaluasi
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) masih mengevaluasi izin impor bahan bakar minyak (BBM) Shell Indonesia di tahun ini.
Maka dari itu, impor BBM Shell belum bisa diproses, sebab menunggu rampungnya evaluasi yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) Kementerian ESDM.
"Shell sedang dievaluasi (izin impor BBM-nya)," ujar Dirjen Migas Laode Sulaeman ditemui di Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (6/2/2026).
Baca juga: Harga BBM Shell, BP, dan Vivo Terbaru Februari 2026, Ini Daftar Lengkapnya
Ia menuturkan, salah satu pertimbangan izin impor BBM Shell masih dievaluasi adalah lambatnya perusahaan migas tersebut menyepakati pembelian BBM murni atau basefuel melalui PT Pertamina, saat terjadi kondisi kelangkaan BBM di SPBU swasta pada akhir tahun lalu.
"Kita evaluasi juga pada saat mereka order (BBM dari Pertamina di tahun lalu)," ucapnya.
Sebelumnya, kondisi kekosongan stok BBM Shell terjadi di sejumlah SPBU di Jabodetabek, khususnya pada jenis Shell Super, Shell V-Power, dan Shell V-Power Nitro+.
Terkait kondisi tersebut, President Director & Managing Director Mobility Shell Indonesia Ingrid Siburian mengatakan, terus mengupayakan ketersediaan BBM jenis bensin di jaringan SPBU Shell.
Baca juga: Stok BBM di Shell Kosong, ESDM Soroti Proses Izin Impor
Dalam hal ini, Shell Indonesia terus berkoordinasi dengan pemerintah mengenai permohonan rekomendasi impor BBM untuk tahun ini bisa terlaksana sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
"Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah terkait permohonan rekomendasi impor BBM tahun 2026 sesuai dengan tata laksana yang berlaku," ujarnya kepada Kompas.com, Jumat (30/1/2026).
Tag: #kementerian #esdm #sebut #izin #impor #shell #masih #dievaluasi