Pemain Diaspora di Super League Bukan Jaminan Sukses di Piala AFF
Mauro Zijlstra resmi diumumkan sebagai pemain Persija Jakarta, Rabu (4/2/2026).(Dokumentasi Persija Jakarta)
17:38
6 Februari 2026

Pemain Diaspora di Super League Bukan Jaminan Sukses di Piala AFF

- Kehadiran Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta dan Ivar Jenner ke Dewa United menyorot perhatian menjelang bergulirnya ronde laga pekan ke-20 Super League 2025-2026.

Kedua pemain tersebut diproyeksikan menambah kekuatan klub sekaligua membuka kembali diskusi tentang peran pemain diaspora bagi masa depan timnas Indonesia.

Pengamat sepak bola nasional Gita Suwondo menilai bahwa derasnya arus kedatangan pemain diaspora ke kompetisi domestik tidak serta-merta menjadi jaminan prestasi timnas Indonesia, khususnya di ajang ASEAN Championship 2026 nanti.

Baca juga: Kata-kata Ivar Jenner Usai Gabung Dewa United: Bahas Pengalaman di Belanda dan Timnas

“Akhirnya para diaspora itu akan Super League pada waktunya,” katanya kepada Kompas.com.

Menurutnya, fenomena ini merupakan dinamika alami sepak bola nasional.

Akan tetapi, ia mengingatkan bahwa kekuatan tim nasional tidak bisa hanya bertumpu pada nama dan status pemain.

Persaingan Tetap Terbuka

Apalagi terhadap peluang Indonesia di ASEAN Championship 2026, ia memandang persaingan tetap terbuka, tetapi jauh dari kata mudah.

Indonesia memang berpeluang melangkah jauh, namun jalurnya dipenuhi tantangan dari tim-tim kuat kawasan.

Baca juga: Sambutan Hangat Sassuolo Atas Kunjungan Pelatih Timnas Indonesia John Herdman

“Bertarung seru itu mungkin dan masuk final mungkin juga, Artinya di grup kita sudah bertemu Vietnam jadi di semifinal kita ujung-ujungnya bisa bertemu Thailand kalau juara grup bahkan mungkin ketemunya dibawah Thailand, Malaysia yang berpeluang masuk semifinal,” tutur Gita Suwondo.

Vietnam menjadi salah satu tim yang paling diwaspadai. Regenerasi yang berjalan konsisten membuat mereka tetap kompetitif di berbagai level.

“Tapi Vietnam kan sudah berbenah regenerasi mereka jalan, U23 nya juara AFF, SEA Games mereka juga juara dan kemarin sampai ke semifinal dan urutan ke-3 di Piala Asia U23 berhadapan dengan yang terbaik di Asia,” imbuhnya.

Ancaman Vietnam dan Thailand Masih Nyata

Ia menilai kekuatan Vietnam semakin lengkap dengan kembalinya pemain kunci di lini depan yang menjadi alarm bagi Indonesia.

“Peluangnya mungkin sekarang 50-50, Rafaelson sudah sembuh dari cedera. Jadi ini striker yang membuat Vietnam meraih gelar AFF terakhir sudah sembuh ini yang harus kita waspadai,” ujar pengamat yang biasa disapa Bung GAZ itu.

Pemain Timnas U22 Indonesia Ivar Jenner (kiri) menguasai bola dengan dibayangi pesepak bola Timnas U22 Mali Hamidou Makalou (kanan) pada laga uji coba FIFA Match Day di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (15/11/2025). Timnas Indonesia U-22 kalah dengan skor 0-3. ANTARA FOTO/Fauzan/tom.ANTARA FOTO/FAUZAN Pemain Timnas U22 Indonesia Ivar Jenner (kiri) menguasai bola dengan dibayangi pesepak bola Timnas U22 Mali Hamidou Makalou (kanan) pada laga uji coba FIFA Match Day di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (15/11/2025). Timnas Indonesia U-22 kalah dengan skor 0-3. ANTARA FOTO/Fauzan/tom.

Sementara itu, Thailand meski sempat gagal di beberapa turnamen usia muda, tetap menunjukkan kesinambungan regenerasi pemain.

“Kalau dibilang Thailand gagal di final sea games, lalu U23 nya tidak terlalu bagus di Piala Asia tapi beberapa pemainnya yang ikut Sea Games kemudian regenerasi ya jalan,” sambungnya.

Regenerasi Indonesia Dinilai Belum Maksimal

Berbeda dengan Vietnam dan Thailand, proses regenerasi timnas Indonesia dinilai belum berjalan optimal. Termasuk beberapa tahun terakhir ini ketergantungan pada pemain diaspora masih sangat besar.

Baca juga: Pemain Diaspora di Super League, Jalan Timnas Indonesia Menuju Skuad Ideal

“Sedangkan kita regenerasinya biasa-biasa saja tidak berhenti dan tidak jalan-jalan amat, andalan kita ya para diaspora,” kata Gita Suwondo.

Sehingga tantangan muncul ketika turnamen ASEAN Championship memiliki keterbatasan dalam pemanggilan pemain, terutama mereka yang berkarier di Eropa.

“Sekarang yang harus diingat adalah para diaspora terbaik juga tidak bisa dipanggil, misalnya Jay Idzes, Kevin Diks, Calvin Verdonk, Justin Hubner dll. Mungkin Ragnar kalau dia benar ke kompetisi Indonesia, Ole Romeny juga tidak akan dilepas oleh klubnya pada saat AFF,” pungkasnya.

Tag:  #pemain #diaspora #super #league #bukan #jaminan #sukses #piala

KOMENTAR