Sempat Dipamerkan, Patung Kuno di Belanda Ternyata Jarahan dari Mesir
Ilustrasi Mesir.(UNSPLASH/SPENCER DAVIS)
17:42
6 Februari 2026

Sempat Dipamerkan, Patung Kuno di Belanda Ternyata Jarahan dari Mesir

- Pemerintah Belanda resmi menyerahkan kembali sebuah artefak kuno berupa patung berusia 3.500 tahun kepada pemerintah Mesir, Kamis (6/2/2026). 

Benda bersejarah tersebut sebelumnya sempat muncul di sebuah pameran seni di Belanda pada 2022. Beberapa waktu kemudian, benda tersebut teridentifikasi sebagai barang hasil penjarahan.

Penyerahan dilakukan langsung oleh Menteri Kebudayaan Belanda Gouke Moes kepada Duta Besar Mesir untuk Belanda Emad Hanna. 

Baca juga: Tersembunyi Berabad-abad, Danau Suci Kuno Muncul di Mesir

Langkah ini merupakan bagian dari kebijakan repatriasi benda bersejarah yang dimiliki secara tidak sah, sebagaimaan dilansir Reuters.

Berdasarkan hasil investigasi kepolisian Belanda dan inspektorat warisan budaya yang dikonfirmasi pada 2025, patung tersebut diketahui telah dijarah dan dibawa keluar dari Mesir secara ilegal.

Para ahli meyakini, artefak tersebut kemungkinan besar dicuri saat terjadi kerusuhan Arab Spring pada 2011 silam. 

Artefak itu kemudian muncul di pasar seni internasional dan sempat disita pada 2022 di sebuah pameran seni di kota Maastricht, Belanda.

Baca juga: 15 Tahun Arab Spring, Bagaimana Kondisi Mesir Saat Ini?

Pedagang seni Sycomore Ancient Art, yang sebelumnya mengakuisisimya, memilih untuk menyerahkannya secara sukarela setelah muncul keraguan mengenai asal-usul benda tersebut dan selesainya penyelidikan pihak berwenang.

Secara teknis, artefak ini merupakan bagian kepala batu yang awalnya merupakan bagian dari sebuah block statue

Para ahli meyakini benda ini berasal dari Luxor, Mesir bagian selatan.

Patung tersebut menggambarkan sosok pejabat tinggi dari masa pemerintahan Firaun Thutmose III, yang berkuasa antara 1479 hingga 1425 SM.

Hingga saat ini, pemerintah Mesir belum memberikan rincian lebih lanjut mengenai di mana patung tersebut akan dipamerkan nantinya.

Baca juga: Uni Afrika, Mesir, dan Turkiye Tolak Pengakuan Apa Pun terhadap Somaliland, Kecam Deklarasi Israel

Komitmen

Moes menegaskan bahwa pemulangan ini adalah bentuk tanggung jawab moral dan hukum pemerintah Belanda.

"Kebijakan kami adalah mengembalikan apa yang bukan milik kami, dan selalu mengembalikannya kepada kelompok budaya atau negara yang berhak," ujar Moes saat acara penyerahan.

Sementara itu, Hanna menyambut baik langkah tersebut. 

Dia menyatakan bahwa Mesir secara aktif terus melacak artefak-artefak milik negara yang muncul di berbagai pameran maupun balai lelang dunia. 

Menurutnya, kembalinya benda bersejarah ini memiliki dampak besar bagi Mesir.

"Ini sangat berarti bagi kami dalam hal pariwisata dan ekonomi. Karena pada akhirnya, ketika wisatawan datang ke Mesir untuk melihat benda-benda ini, hal itu pasti memberikan perbedaan," ungkap Hanna.

Baca juga: Mohamed Salah Pernah Dipilih 1 Juta Warga Mesir Saat Pemilu Presiden, padahal Bukan Kandidat

Tag:  #sempat #dipamerkan #patung #kuno #belanda #ternyata #jarahan #dari #mesir

KOMENTAR