Prioritaskan Modal untuk Pertumbuhan Bisnis, BSI Tak Agresif Bagi Dividen
Direktur Utama Bank Syariah Indonesia (BSI) Anggoro Eko Cahyo saat konferensi pers virtual, Jumat (6/2/2026).(Tangkapan layar Zoom.)
17:40
6 Februari 2026

Prioritaskan Modal untuk Pertumbuhan Bisnis, BSI Tak Agresif Bagi Dividen

PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk atau BSI memberi sinyal pembagian dividen secara konservatif atas laba bersih tahun buku 2025.

Direktur Finance and Strategy BSI Ade Cahyo Nugroho mengatakan BSI masih berada pada fase pertumbuhan. Kondisi tersebut menuntut permodalan kuat untuk menopang ekspansi bisnis.

Usia BSI yang baru menginjak lima tahun membuat perseroan memilih menahan laba untuk memperkuat pertumbuhan, ketimbang membagikannya kepada pemegang saham.

“Jadi ketika suatu company atau suatu institusi seperti kami dalam growing stage, memang dividen payout biasanya menjadi second priority,” ujar Ade saat konferensi pers virtual, Jumat (6/2/2026).

Baca juga: BSI Bukukan Laba Bersih Rp 7,57 Triliun di 2025, Ditopang Pertumbuhan Fee Based Income

Ade menjelaskan kinerja BSI dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan tren pertumbuhan solid. Sepanjang 2025, laju pertumbuhan BSI melampaui industri perbankan nasional dan tren tersebut diperkirakan berlanjut pada 2026.

Per November 2025, aset BSI tumbuh 10,75 persen secara tahunan menjadi Rp 437 triliun. Angka tersebut melampaui pertumbuhan aset perbankan nasional yang tercatat 8,56 persen.

Penyaluran pembiayaan BSI tumbuh 7,69 persen secara tahunan. Capaian ini sejalan dengan pertumbuhan kredit perbankan nasional sebesar 7,74 persen. Dana pihak ketiga BSI tumbuh 13,43 persen, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan DPK perbankan nasional sebesar 12,03 persen.

Baca juga: Usai BSI Resmi Jadi BUMN, Pembagian Dividen Tunggu Arahan Danantara

Manajemen menilai kinerja tersebut menjadi modal penting untuk menjaga momentum ekspansi. Kebijakan laba ditahan dipandang sebagai sumber pendanaan utama agar pertumbuhan berjalan lebih agresif.

“Jadi kami rasa BSI tidak akan mengambil langkah agresif terkait dengan dividen payout seperti bank-bank yang lebih mature stage-nya seperti bank himbara lainnya. Tapi kita lebih concern bagaimana kita punya equity untuk mendukung pertumbuhan BSI yang agresif mumpung momentumnya kita miliki,” jelas Ade.

Meski mengarah pada kebijakan konservatif, keputusan akhir pembagian dividen tetap berada di tangan pemegang saham. Keputusan tersebut akan ditetapkan melalui Rapat Umum Pemegang Saham.

“Tentu ini semua akan berpulang juga kepada keputusan pemegang saham nanti mungkin di tahun 2026,” tutup Ade.

Tag:  #prioritaskan #modal #untuk #pertumbuhan #bisnis #agresif #bagi #dividen

KOMENTAR