BKPM Sebut Hilirisasi Tambang Dorong Investasi, Sektor Nikel dan Timah Penyumbang Utama
- Kebijakan hilirisasi pertambangan dinilai menjadi salah satu pendorong utama meningkatnya investasi di Indonesia.
Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM menyebut komoditas nikel dan timah tampil paling menonjol, seiring strategi penguatan nilai tambah di dalam negeri yang terus dijalankan hingga beberapa tahun ke depan.
Deputi Bidang Hilirisasi dan Investasi Strategis Kementerian Investasi dan Hilirisasi RI Mohamad Faizal mengatakan, kunci utama penguatan sektor tambang adalah melanjutkan hilirisasi agar proses pengolahan dan pengawasan dilakukan di dalam negeri.
“Sektor tambang punya peran besar dalam menarik investasi,” kata Faizal dalam acara Indonesia Weekend Miner 2026 dengan tema “Tantangan Dunia Pertambangan RI Menyikapi Dinamika Global”, di Jakarta, Sabtu (24/1/2026).
Kebijakan hilirisasi selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 yang telah menetapkan enam komoditas tambang prioritas, yakni nikel, timah, tembaga, besi baja, dan pasir silika.
“Nilai tambahnya harus ada di dalam negeri. Komoditas-komoditas ini sudah dicantumkan dalam RPJMN dengan target yang jelas sampai 2029,” ujar Faizal.
Faizal menjelaskan dalam kurun 2015 hingga 2025, porsi investasi sektor hulu tambang naik hampir dua kali lipat, dari 4,81 persen menjadi 8,78 persen terhadap total investasi nasional.
Sementara itu, sektor hilir seperti industri logam dasar dan barang logam, termasuk smelter, menjadi kontributor terbesar realisasi investasi dalam beberapa tahun terakhir.
“Hulunya masuk lima besar sektor penyumbang investasi, dan hilirnya menjadi yang paling dominan,” kata dia.
Menurut Faizal, keunggulan sumber daya alam menjadi modal kuat Indonesia, terutama cadangan nikel terbesar di dunia dan timah nomor dua secara global.
Pemerintah pun telah menyiapkan peta jalan investasi strategis hingga 2040 yang mencakup 28 komoditas, termasuk 12 komoditas mineral dan batubara.
Dari total realisasi investasi sebesar Rp 1.931 triliun, hilirisasi menyumbang 30,2 persen, sementara sektor pertambangan berkontribusi sekitar 19,3 persen atau hampir seperlima dari total investasi.
“Jadi kontribusi sektor pertambangan sangat besar dan tadi dengan strategi sudah ada di dalam RPJMN, sudah ada roadmapnya mungkin, kita bisa sama-sama bersinergi harapannya nanti sektor pertambangan juga dapat lebih maju lagi berkembang lagi ke depannya,” tegas dia.
Tag: #bkpm #sebut #hilirisasi #tambang #dorong #investasi #sektor #nikel #timah #penyumbang #utama