Fakta-fakta Ekspansi NINE: Benarkah Akuisisi Tambang Mongolia Senilai Rp1,6 Triliun
Ilustrasi pergerakan saham hari ini di IHSG BEI [Antara]
09:36
8 Januari 2026

Fakta-fakta Ekspansi NINE: Benarkah Akuisisi Tambang Mongolia Senilai Rp1,6 Triliun

Baca 10 detik
  • PT Techno9 Indonesia (NINE) akan bertransformasi ke sektor pertambangan melalui akuisisi aset di Mongolia.
  • Akuisisi aset senilai indikatif US$100 juta ini didanai penuh melalui skema *rights issue* tanpa kas internal.
  • NINE menargetkan penyerahan Pendaftaran *rights issue* kepada otoritas selambat-lambatnya pada Kuartal II tahun 2026.

Rencana transformasi bisnis PT Techno9 Indonesia Tbk (NINE) ke sektor pertambangan di bawah kendali pemegang saham baru, Poh Group, menarik perhatian pasar.

Berikut adalah fakta-fakta kunci berdasarkan keterbukaan informasi perusahaan per Rabu, 7 Januari 2026:

1. Skema Pendanaan Tanpa Kas Internal

Direktur NINE, Nuzwan Gufron, menegaskan bahwa proses akuisisi aset tambang ini sepenuhnya akan menggunakan skema Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue.

Perseroan memastikan tidak akan menggunakan kas internal maupun pinjaman dari perbankan atau pihak ketiga dalam transaksi ini.

2. Jadwal Pernyataan Pendaftaran

NINE menargetkan untuk menyerahkan Pernyataan Pendaftaran rights issue kepada otoritas terkait paling lambat pada Kuartal II tahun 2026.

3. Nilai dan Profil Aset di Mongolia

Nilai Indikatif: Aset tambang tersebut diperkirakan bernilai US$100 juta atau setara dengan Rp1,6 triliun (angka final menunggu penilaian independen).

Pemilik Awal: Aset saat ini dimiliki oleh Poh Golden Ger Resources Pte Ltd (PGGR), perusahaan yang terafiliasi dengan pengendali NINE.

Skala Operasional: PGGR mengoperasikan tambang terbuka (open pit) dan tambang bawah tanah (underground) dengan total aset grup mencapai US$500 juta serta mempekerjakan lebih dari 1.000 karyawan.

4. Penguasaan Hak Opsi

Saat ini, NINE telah mengamankan hak opsi untuk mengambil alih aset di Mongolia tersebut dalam jangka waktu 12 bulan ke depan.

5. Perubahan Pengendali Saham

Aksi korporasi ini merupakan bagian dari langkah strategis setelah Poh Group resmi masuk sebagai pemegang saham utama sekaligus pengendali baru bagi emiten berkode saham NINE tersebut.


DISCLAIMER: Data dan fakta di atas dirangkum dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI). Artikel ini bersifat informatif dan bukan merupakan ajakan atau rekomendasi untuk membeli atau menjual saham NINE. Investasi saham memiliki risiko volatilitas dan ketidakpastian aksi korporasi. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan investor.

Editor: M Nurhadi

Tag:  #fakta #fakta #ekspansi #nine #benarkah #akuisisi #tambang #mongolia #senilai #rp16 #triliun

KOMENTAR