Siapa El Mencho, Bos Kartel Terkejam Jalisco di Meksiko?
Gembong narkoba Meksiko, Nemesio Ruben Oseguera Cervantes alias El Mencho, yang memimpin kartel New Generation Jalisco (CJNG).(MIRROR.co.uk / DOJ)
12:12
23 Februari 2026

Siapa El Mencho, Bos Kartel Terkejam Jalisco di Meksiko?

Nemesio Oseguera Cervantes, yang dikenal dengan julukan El Mencho, tewas dalam operasi pasukan khusus Meksiko pada Minggu (22/2/2026) waktu setempat.

Ia merupakan pemimpin sekaligus pendiri bersama Jalisco New Generation Cartel (CJNG), salah satu organisasi kriminal paling kuat dan berbahaya di Meksiko.

Pemerintah Meksiko dan Amerika Serikat menyebut operasi tersebut melibatkan unsur intelijen AS.

Baca juga: Raja Kartel Narkoba Paling Kejam Meksiko Tewas dalam Operasi Militer

Kematian pria yang lama menjadi buronan utama itu langsung memicu gelombang kekerasan di sejumlah wilayah Meksiko.

Siapa El Mencho?

Dilansir BBC, Nemesio Ruben Oseguera Cervantes, 59 tahun, lahir di Aguililla, Michoacan, wilayah barat Meksiko.

Ia berasal dari latar belakang pedesaan yang sederhana dan sejak muda telah bersentuhan dengan aktivitas ilegal, termasuk menanam ganja di kampung halamannya.

Pada 1980-an, ia bermigrasi ke Amerika Serikat sebagai imigran ilegal. Di sana, ia semakin dalam terlibat dalam kejahatan narkotika di California.

Pada 1994, ia divonis bersalah karena mendistribusikan heroin oleh pengadilan distrik Amerika Serikat untuk Distrik Utara California dan menjalani hampir tiga tahun penjara.

Setelah dibebaskan, ia dideportasi kembali ke Meksiko pada usia 30 tahun. Kepulangannya menandai keterlibatan penuh dalam dunia kartel. Ia bergabung dengan Kartel Milenio yang berbasis di Michoacan dan membangun reputasi sebagai bos yang penuh perhitungan sekaligus kejam.

Momentum besar datang ketika Kartel Milenio terpecah. Dari sisa-sisa kelompok itu, lahirlah Jalisco New Generation Cartel (CJNG) sekitar 2007, yang ia dirikan bersama Erick Valencia Salazar alias “El 85”.

Di bawah kepemimpinannya, CJNG berkembang pesat melalui ekspansi wilayah dan diversifikasi bisnis ilegal, hingga menjadi kekuatan kriminal dominan di Meksiko.

Kartel CJNG Meksiko

Berbasis di negara bagian Jalisco, CJNG dikenal luas di Meksiko karena aksi-aksi kekerasan ekstrem dan persenjataan bergaya militer.

Kelompok ini termasuk yang paling agresif dalam menyerang militer, bahkan pernah menembak jatuh helikopter tentara dengan peluncur roket saat operasi penangkapan El Mencho pada 2015.

Pada 2020, kartel ini melakukan upaya pembunuhan berani di pusat Kota Meksiko menggunakan granat dan senapan berkekuatan tinggi terhadap kepala kepolisian ibu kota saat itu, yang kini menjabat sebagai sekretaris keamanan federal.

Pakar keamanan Eduardo Guerrero pada 2021 menyebut kelompok ini sebagai ancaman keamanan nasional.

“Mereka memiliki jumlah uang yang sangat besar, senjata generasi terbaru, kelompok paramiliter bergaya militer dan kendaraan … dan mereka merupakan tantangan yang sangat serius bagi pemerintah [Meksiko] – terutama di kota-kota kecil dan menengah di mana satu detasemen berisi 50 operator kartel jelas bisa mengalahkan kepolisian setempat,” ujarnya.

Badan Pemberantasan Narkoba Amerika Serikat (DEA) menilai CJNG setara kekuatannya dengan Kartel Sinaloa dan memiliki kehadiran di seluruh 50 negara bagian AS.

 Kartel ini menjadi salah satu pemasok utama kokain ke pasar AS serta meraup miliaran dolar dari produksi fentanyl dan metamfetamin.

Baca juga: Presiden Meksiko Ogah Dibantu Tentara AS untuk Berantas Kartel Narkoba

Runtuhnya kartel Sinaloa

Kebangkitan CJNG tak lepas dari melemahnya Sinaloa Cartel setelah pemimpinnya, Joaquín "El Chapo" Guzman, diekstradisi ke Amerika Serikat.

Pertikaian internal yang melibatkan Ismael “El Mayo” Zambada dan putra-putra El Chapo semakin meruntuhkan kekuatan Sinaloa.

CJNG bergerak cepat mengisi kekosongan, termasuk mengambil alih sebagian penting perdagangan fentanyl.

Salah satu putra El Chapo, Joaquin Guzman Lopez, menyerahkan diri ke otoritas AS dan menjatuhkan rival besar kelompoknya, Ismael “El Mayo” Zambada.

El Mencho menjadi salah satu penerima manfaat terbesar dari kekacauan tersebut. Namun seperti sering terjadi dalam dunia kartel Meksiko, mahkota kekuasaan itu tak bertahan lama.

Operasi lintas batas

Kematian El Mencho dipuji sebagai kemenangan bersama Meksiko dan Amerika Serikat. Otoritas kedua negara melaporkan bahwa intelijen AS terlibat dalam operasi tersebut, mencerminkan kerja sama lintas batas yang erat.

Bagi pemerintahan Presiden Claudia Sheinbaum, penghapusan salah satu buronan paling dicari di Meksiko akan diproyeksikan sebagai keberhasilan besar.

Di Washington, langkah itu juga akan digaungkan sebagai kemajuan dalam isu utama yang dituntut Presiden Donald Trump dari Meksiko setelah imigrasi: perdagangan fentanyl.

Keterlibatan intelijen AS sekaligus menunjukkan kesediaan pemerintahan Sheinbaum bekerja sama dengan Washington demi tujuan bersama.

Ia berharap hal itu cukup untuk meredam wacana aksi militer sepihak AS di wilayah Meksiko—baik melalui serangan drone maupun pengerahan pasukan darat—yang secara terbuka didorong sejumlah politisi Partai Republik dan kalangan pemerintahan Trump.

Amarah di jalanan

Petugas memadamkan api pada sebuah truk yang dibakar oleh kelompok kejahatan terorganisir sebagai tanggapan terhadap operasi di Jalisco untuk menangkap target keamanan prioritas tinggi, di salah satu jalan utama di Zapopan, negara bagian Jalisco, Meksiko, Minggu (22/2/2026). Warga sipil bersenjata memlokade beberapa jalan di negara bagian Jalisco, di Meksiko barat, menyusul operasi oleh pasukan federal di kota Tapalpa, menurut laporan otoritas setempat. Jalisco adalah rumah bagi Kartel Generasi Baru Jalisco (CJNG) yang kuat, dan telah diguncang oleh beberapa episode kekerasan dalam beberapa tahun terakhir.AFP/ULISES RUIZ Petugas memadamkan api pada sebuah truk yang dibakar oleh kelompok kejahatan terorganisir sebagai tanggapan terhadap operasi di Jalisco untuk menangkap target keamanan prioritas tinggi, di salah satu jalan utama di Zapopan, negara bagian Jalisco, Meksiko, Minggu (22/2/2026). Warga sipil bersenjata memlokade beberapa jalan di negara bagian Jalisco, di Meksiko barat, menyusul operasi oleh pasukan federal di kota Tapalpa, menurut laporan otoritas setempat. Jalisco adalah rumah bagi Kartel Generasi Baru Jalisco (CJNG) yang kuat, dan telah diguncang oleh beberapa episode kekerasan dalam beberapa tahun terakhir.

Namun, dampak langsung kematian El Mencho terasa di jalanan. Orang-orangnya bereaksi cepat dengan mendirikan blokade dan memicu kekerasan di sedikitnya delapan negara bagian, dari Guerrero di pesisir Pasifik hingga Tamaulipas di timur laut. Bahkan ibu kota Mexico City dan Negara Bagian Meksiko ikut terdampak.

Di Jalisco, pria-pria bersenjata bertopeng membakar toko-toko di Guadalajara—salah satu lokasi penyelenggaraan Piala Dunia FIFA musim panas ini.

Di resor pantai Puerto Vallarta, wisatawan dan warga lokal berlindung hingga gelombang kekerasan mereda.

Aksi tersebut menjadi unjuk loyalitas sekaligus luapan kemarahan atas tewasnya sang pemimpin.

Baca juga: Bom Mobil Guncang Kantor Polisi di Daerah Kartel Narkoba, 5 Tewas

Tag:  #siapa #mencho #kartel #terkejam #jalisco #meksiko

KOMENTAR