Menkeu Purbaya Sentil Alumnus LPDP soal “Anak Jangan WNI”: 20 Tahun Lagi Pasti Menyesal
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (Salman Toyibi/Jawa Pos)
12:27
23 Februari 2026

Menkeu Purbaya Sentil Alumnus LPDP soal “Anak Jangan WNI”: 20 Tahun Lagi Pasti Menyesal

- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akhirnya buka suara terkait kabar viral terkait dengan alumnus Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) berinisial DS yang menyampaikan "cukup saya WNI, anak jangan".

Merespons hal itu, Purbaya menyebut bahwa nantinya alumnus LPDP itu akan menyesal dengan keputusannya pada 20 tahun mendatang. Pasalnya, kata Menkeu, pada tahun itu ekonomi RI akan amat bagus.

"Temen-temen ada yang ngeledek, termasuk ada yang kemarin tuh, yang dibilang anaknya jangan warga negara Indonesia. Mungkin 20 tahun lagi dia akan nyesel, karena 20 tahun lagi kita akan bagus banget," kata Purbaya dalam Konferensi Pers APBN KiTA edisi Februari 2026 di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Senin (23/2).

Sebelumnya, Alumnus LPDP berinisial DS yang tinggal di Belanda itu menjelaskan, pernyataan tersebut dilontarkan sebagai bentuk kekecewaan terhadap berbagai kondisi yang terjadi di Tanah Air. Akibat viral, Ia pun menyampaikan permohonan maaf melalui akun Instagram @sasetyaningtyas pada Minggu (22/2).

Dalam unggahannya, DS menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat yang merasa tersinggung atau tidak nyaman atas pernyataannya.

“Sehubungan dengan unggahan saya sebelumnya yang memuat kalimat ‘cukup saya saja yang WNI, anak-anak saya jangan’, dengan ini saya menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada seluruh masyarakat yang merasa tersakiti, tersinggung, maupun tidak nyaman atas pernyataan tersebut,” tulisnya.

DS mengakui, pernyataan tersebut lahir dari rasa kecewa, lelah, dan frustrasi pribadinya sebagai warga negara Indonesia.

“Pernyataan tersebut lahir sepenuhnya dari rasa kecewa, lelah, dan frustrasi pribadi saya sebagai Warga Negara Indonesia terhadap berbagai kondisi yang saya rasakan,” tegasnya.

Ia juga menyadari, kekecewaan tersebut tidak seharusnya disampaikan dengan cara yang berpotensi melukai perasaan banyak orang.

“Namun, saya menyadari bahwa kekecewaan tersebut tidak seharusnya disampaikan dengan cara yang berpotensi melukai perasaan banyak orang, terlebih berkaitan dengan identitas kebangsaan yang kita junjung bersama,” ujarnya.

 

Editor: Sabik Aji Taufan

Tag:  #menkeu #purbaya #sentil #alumnus #lpdp #soal #anak #jangan #tahun #lagi #pasti #menyesal

KOMENTAR