Gempa M 7,1 Guncang Sabah, Destinasi Wisata yang Tengah Naik Daun
Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 7,1 mengguncang wilayah lepas pantai Negara Bagian Sabah, Malaysia pada Senin (23/2/2026) dini hari.
Dilansir dari Kompas.com (23/2/2026), otoritas setempat mengatakan gempa ini tidak berpotensi tsunami.
Dalam beberapa tahun terakhir, Sabah kian populer sebagai destinasi wisata unggulan di Malaysia, terutama bagi wisatawan Asia Tenggara.
Ibu kotanya, Kota Kinabalu, dikenal sebagai gerbang menuju deretan pulau tropis berair jernih, taman laut, serta panorama matahari terbenam yang ikonik di pesisir barat Pulau Kalimantan.
Baca juga: 20 Orang Terjebak 5 Jam di Lift Gedung Tertinggi, Pengelola Tawarkan Refund
Selain wisata bahari, Sabah juga menawarkan petualangan alam seperti pendakian Gunung Kinabalu, salah satu puncak tertinggi di Asia Tenggara, hingga pengalaman menyelam kelas dunia di perairan seperti Sipadan.
Kombinasi alam yang masih asri, akses penerbangan yang semakin mudah, serta promosi pariwisata yang gencar membuat Sabah disebut-sebut sebagai destinasi yang tengah naik daun di kawasan regional.
Berdasarkan laporan Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), pusat gempa terletak kurang dari 100 kilometer di sebelah timur laut ibu kota pesisir Kota Kinabalu.
Gempa tersebut terjadi pada pukul 00.57 waktu setempat dengan kedalaman mencapai 619,8 kilometer.
- Wisata ke Sabah Semakin Mudah, Ada Penerbangan Langsung dari Jakarta
- Tarik Wisatawan Indonesia, Malaysia Promosikan Sabah dan Kedah
Tidak berpotensi tsunami
USGS menilai kemungkinan adanya korban jiwa maupun kerusakan bangunan akibat gempa ini berada pada tingkat yang rendah. Senada dengan hal tersebut, USGS tidak mengeluarkan peringatan apa pun.
Pihak berwenang menjelaskan bahwa kedalaman gempa yang sangat jauh di bawah permukaan laut menjadi alasan utama mengapa aktivitas tsunami tidak diperkirakan akan terjadi.
Sementara itu, Departemen Meteorologi Malaysia mencatat kekuatan gempa tersebut pada magnitudo 6,8.
Hingga saat ini, pemerintah setempat terus bersiaga untuk mengantisipasi adanya perkembangan lebih lanjut.
- Wajib Masuk Bucket List Liburan, Ini 6 Potensi Wisata Sabah di Pulau Borneo
- Tindakong Dazang, Alternatif Berselancar di Sabah...
"Kami akan terus memantau situasi ini dengan saksama," tulis pernyataan resmi Departemen Meteorologi Malaysia.
Meski pusat gempa berada di laut, getaran dilaporkan terasa cukup nyata di sepanjang pesisir barat Sabah.
Selain itu, laporan mengenai adanya getaran juga datang dari beberapa wilayah di negara bagian Sarawak.
Menambahkan dari Kompas.com (23/2/2026), Badan Metereologi, Klimatologi, dna Geofisika (BMKG) menyampaikan bahwa pusat gempa berada di daratan pada kedalaman ratusan kilometer di wilayah barat laut Kabupaten Tana Tidung, Kalimantan Utara.
Namun, hasil analisis lanjutan menunjukkan episenter gempa terletak di koordinat 6,94° LU dan 116,26° BT, atau tepatnya di laut sekitar 109 kilometer timur laut Kota Kinabalu, Malaysia, dengan kedalaman sekitar 628–630 kilometer.
Baca juga: Pencari Ombak! Ini Tiga Titik Surfing di Sabah
BMKG menjelaskan bahwa berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi ini merupakan jenis gempa bumi dalam akibat aktivitas deformasi dalam lempeng Laut Filipina.
Gempa dalam umumnya terjadi akibat proses subduksi atau penunjaman lempeng tektonik di kedalaman besar.
Gempa ini memiliki mekanisme pergerakan sesar geser naik atau oblique thrust-fault. Mekanisme tersebut menunjukkan adanya kombinasi pergerakan mendatar dan vertikal pada bidang patahan di dalam bumi.
BMKG memastikan bahwa gempa bumi yang terjadi pada Senin dini hari tersebut tidak berpotensi tsunami di wilayah Kalimantan Utara. Pernyataan ini didasarkan pada hasil pemodelan dan analisis parameter gempa.
"Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," demikian keterangan BMKG dalam laman resminya dikutip dari Antara.
Kedalaman gempa yang sangat dalam menjadi salah satu faktor utama tidak timbulnya potensi tsunami.
Umumnya, tsunami dipicu oleh gempa dangkal yang menyebabkan deformasi signifikan di dasar laut.
Berdasarkan analisis hasil pengukuran percepatan tanah dan pemodelan peta guncangan atau shakemap, gempa ini menimbulkan getaran dengan intensitas berbeda di sejumlah wilayah Kalimantan Utara.
Baca juga: Tiga Tipe Turis Indonesia yang Diincar Pariwisata Sabah
Di Kabupaten Nunukan, gempa dirasakan dengan skala intensitas III MMI. Pada skala ini, getaran dirasakan nyata di dalam rumah dan terasa seperti truk besar yang sedang melintas.
Sementara itu, di Tarakan, gempa dirasakan dengan skala intensitas II MMI. Getaran dirasakan oleh beberapa orang, dan benda-benda ringan yang digantung tampak bergoyang.
Meski demikian, hingga laporan awal disampaikan, belum ada informasi mengenai kerusakan bangunan atau korban jiwa akibat peristiwa tersebut.
Tag: #gempa #guncang #sabah #destinasi #wisata #yang #tengah #naik #daun