Media Malaysia Soal Skandal Naturalisasi Ilegal: Jangan Menuduh Negara Lain!
Persatuan Sepak Bola Malaysia (FAM) siap mengajukan banding setelah FIFA merilis bukti bahwa FAM memalsukan dokumen pemain naturalisasi(Instagram/famalaysia)
12:44
23 Februari 2026

Media Malaysia Soal Skandal Naturalisasi Ilegal: Jangan Menuduh Negara Lain!

Media asal Malaysia, New Straits Times memberikan kritik pedas soal perkembangan terkini skandal naturalisasi ilegal.

Dalam salah satu artikelnya, New Straits Times mengatakan jika sepak bola Malaysia seharusnya berkaca diri daripada sibuk menuduh negara lain sebagai pelapor.

Artikel mereka yang berjudul "Sepak Bola Malaysia Harus Bercermin pada Diri Sendiri, Bukan Menelaah Negara Tetangga" menyoroti banyaknya opini publik di negara tersebut yang terlalu fokus mencari pelapor.

Padahal, seharusnya mereka mencari hakikat sebenarnya dari masalah tersebut.

Baca juga: Seluruh Anggota Exco FAM Resmi Mundur demi Hindari Sanksi Lanjutan FIFA

Sebelumnya, FIFA melakukan investigasi dan menetapkan bahwa Asosiasi Sepak Bola Malaysia dan tujuh pemain naturalisasi terbukti memalsukan data.

Akibatnya, ketujuh pemain tersebut dijatuhi sanksi denda dan larangan berkompetisi selama 12 bulan. 

Meski begitu, penegakan larangan tersebut saat ini ditangguhkan menunggu putusan akhir dari Pengadilan Arbitrase Olahraga, walaupun bisa kembali berlaku kapanpun.

Tuduh Vietnam dan Erick Thohir

Laporan yang dikabarkan muncul dari Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) mengatakan bahwa pengaduan telah diajukan ke FIFA sehari setelah kemenangan telak Harimau Malaya 4-0 atas Vietnam di Stadion Nasional Bukit Jalil pada 10 Juni tahun lalu.

Adapun pihak pelapor yang belakangan disebut-sebut adalah Federasi Sepak Bola Vietnam (VFF).

Selain Vietnam, publik sepak bola Malaysia juga menyebutkan bahwa ketua Federasi Sepak Bola Indonesia (PSSI), Erick Thohir, adalah dalang di balik langkah tersebut meski dibantah oleh yang bersangkutan.

Baca juga: Respons Erick Thohir Usai Dituduh Sebagai Sosok di Balik Sanksi FIFA ke Malaysia

Tuduhan kepada Indonesia justru dianggap tak masuk akal karena tidak memiliki tujuan apapun.

Pemain Timnas Malaysia, Facundo Tomas Garces, menjadi salah satu pemain naturalisasi bermasalah yang turun dalam laga Malaysia vs Vietnam di putaran ketiga Kualifikasi Piala Asia 2027 pada 10 Juni 2025.(Photo by Mohd RASFAN / AFP)AFP/MOHD RASFAN Pemain Timnas Malaysia, Facundo Tomas Garces, menjadi salah satu pemain naturalisasi bermasalah yang turun dalam laga Malaysia vs Vietnam di putaran ketiga Kualifikasi Piala Asia 2027 pada 10 Juni 2025.(Photo by Mohd RASFAN / AFP)

Apalagi, skuad Garuda tengah dalam level terbaiknya dengan sederet pemain naturalisasi yang cukup berkualitas.

"Indonesia hampir tidak membutuhkan gangguan...Mereka memiliki tujuan sendiri yang ingin mereka fokuskan," tulisnya.

New Straits Time juga menyebut tuduhan pelaku justru mengabaikan inti permasalahan. Mereka mengatakan jika sebaiknya fokus pada akar masalah yang dibuka sejak awal.

Baca juga: Media Malaysia Klaim Ketum PSSI Erick Thohir di Balik Skandal Naturalisasi Harimau Malaya

"Fokus berlebihan pada identifikasi "pelaku" berisiko mengabaikan inti permasalahan sepenuhnya."

"Masalahnya bukanlah siapa yang mengetuk pintu FIFA di Zurich, Swiss. Masalahnya adalah mengapa pintu itu dibuka sejak awal," sambungnya.

"Ini adalah saat untuk merenung."

FAM Harus Profesional

Sorotan berikutnya diberikan kepada FAM sebagai otoritas tertinggi sepak bola Malaysia yang seharusnya bisa mengikuti prosedur dengan benar untuk meminimalisir sanksi.

Menurut mereka, kelalaian tentang administratif maupun lainnya, harus ditangani dengan tenang dan profesional. 

Meski CAS telah memberikan tindakan sementara yang memungkinkan para pemain untuk terus bermain untuk saat ini, FAM sebaiknya menahan diri untuk tidak memberikan kelegaan yang terlalu dini.

Baca juga: AFC Beri Ruang FAM Selesaikan Masalah di CAS meski Sanksi FIFA Telah Dibuat

Keputusan akan diberitahukan pada saat 26 Februari mendatang dan akan menentukan nasib sepak bola Malaysia.

"Sidang banding pada 26 Februari akan menjadi hari terpenting dalam sejarah sepak bola Malaysia," jelasnya.

"FAM, seperti badan pemerintahan lainnya, beroperasi dalam lingkungan peraturan yang kompleks. Jika ada kesalahan harus dianggap sebagai pelajaran untuk memperkuat sistem dan uji tuntas ke depannya."

"Fokusnya harus pada penyelesaian masalah melalui jalur hukum yang tepat, menghormati proses di CAS, dan menjaga kredibilitas jangka panjang sepak bola Malaysia," tutupnya.

Tag:  #media #malaysia #soal #skandal #naturalisasi #ilegal #jangan #menuduh #negara #lain

KOMENTAR