Defisit APBN Rp 54,6 T di Januari 2026, Purbaya: Masih Terkendali
– Kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara hingga 31 Januari 2026 mencatat defisit Rp 54,6 triliun. Angka ini setara 0,21 persen dari produk domestik bruto.
Adapun pada bulan sebelumnya, defisit APBN tercatat di angka Rp 695,1 triliun. Angka tersebut setara 2,92 persen dari produk domestik bruto.
“Dengan dinamika yang saya sebutkan tadi posisi defisit APBN tercatat Rp 54,6 triliun atau hanya 0,21 persen dari PDB, angka ini masih sangat terkendali,” ujar Purbaya dalam Konferensi Pers APBN KiTa edisi Februari 2026, Jakarta, Senin (23/2/2026).
Baca juga: Jaga Defisit di Bawah 3 Persen, IMF Usulkan RI Naikkan Pajak Penghasilan
Ilustrasi keuangan.
Pendapatan negara hingga Januari 2026 tercatat Rp 172,7 triliun. Realisasi ini setara 5,5 persen dari outlook pendapatan negara tahun ini sebesar Rp 3.153,6 triliun.
Capaian tersebut ditopang penerimaan perpajakan Rp 138,9 triliun. Adapun penerimaan negara bukan pajak menyumbang Rp 33,9 triliun.
Penerimaan pajak terealisasi Rp 116,2 triliun atau 4,9 persen dari target Rp 2.357,7 triliun. Kemudian, penerimaan kepabeanan dan cukai mencapai Rp 22,6 triliun atau 6,7 persen dari target.
Belanja negara hingga akhir Januari 2026 mencapai Rp 227,3 triliun.
Baca juga: Purbaya Tolak Ubah Batas Defisit Meski Kejar Pertumbuhan Tinggi
Angka ini setara 5,9 persen dari outlook belanja negara Rp 3.842,7 triliun.
Belanja pemerintah pusat tercatat Rp 131,9 triliun atau 4,2 persen. Sementara itu, transfer ke daerah mencapai Rp 95,3 triliun atau 13,8 persen.
Pemerintah mengarahkan belanja pada program prioritas. Fokus diarahkan pada menjaga daya beli masyarakat dan mendukung pemulihan ekonomi lintas sektor.
Purbaya menyebut keseimbangan primer juga alami defisit Rp 4,2 triliun. Outlook keseimbangan primer sebelumnya dirancang defisit Rp 89,7 triliun.
Baca juga: Purbaya Optimistis Tekan Defisit APBN, Reformasi Pajak Jadi Tumpuan
Defisit APBN terjadi karena realisasi pendapatan negara lebih rendah dibandingkan belanja negara.
Tag: #defisit #apbn #januari #2026 #purbaya #masih #terkendali