Belajar dari Perang Iran, Pentagon Kini Cari Rudal Murah Meriah
Ilustrasi rudal.(SHUTTERSTOCK)
08:00
14 Mei 2026

Belajar dari Perang Iran, Pentagon Kini Cari Rudal Murah Meriah

- Pentagon tengah berupaya memacu pengadaan 10.000 rudal jelajah berbiaya rendah dalam kurun waktu tiga tahun. 

Langkah ini diambil di tengah kekhawatiran bahwa militer AS mulai mengalami krisis cadangan amunisi.

Dikutip dari The Wall Street Journal, Kamis (14/5/2026), rudal-rudal baru tersebut diperkirakan akan memiliki harga beberapa ratus ribu dollar AS per unitnya. 

Sistem persenjataan ini dirancang agar dapat ditembakkan dari kontainer portabel yang mudah dipindahkan menggunakan berbagai jenis kendaraan maupun platform lainnya.

Baca juga: Trump Ngamuk Iran Disebut Masih Kuat Usai Digempur AS-Israel

Perluas jangkauan serangan AS

Kehadiran rudal ini diproyeksikan bakal memperluas jangkauan serangan militer AS, terutama setelah Washington menghabiskan ribuan rudal jelajah dan amunisi lainnya dalam konflik di Iran sepanjang tahun ini.

Seorang pejabat pertahanan menyebutkan, pengadaan rudal baru ini bertujuan untuk mendiversifikasi persediaan senjata Pentagon

Nantinya, senjata ini akan melengkapi sistem persenjataan kelas atas yang sudah ada, seperti rudal jelajah Tomahawk.

Sebagai perbandingan, satu unit rudal Tomahawk yang biasanya diluncurkan dari kapal perang atau kapal selam memiliki harga lebih dari 2 juta dollar AS atau setara Rp 35 miliar. 

Sebelumnya, AS tercatat hanya mampu membeli kurang dari 100 unit Tomahawk per tahunnya.

Baca juga: AS Mengira Iran Lumpuh, Ternyata Basis Rudal Teheran Sudah Aktif Lagi

Program rudal berbiaya rendah (LCCM)

Inisiatif rudal baru yang dikenal sebagai program Rudal Kontainer Berbiaya Rendah (LCCM), muncul di tengah upaya Pentagon yang lebih luas untuk meningkatkan produksi amunisi yang ada.

Hal ini sekaligus beralih ke perusahaan rintisan dan didukung modal ventura yang berjanji untuk memproduksi senjata canggih dengan cepat.

Untuk mempercepat pengoperasian LCCM, Pentagon mengatakan bahwa mereka telah menandatangani perjanjian dengan CoAspire, Zone 5, Leidos, dan Anduril Industries.

Baca juga: Temuan Intelijen AS, Iran Masih Bisa Akses 30 dari 33 Lokasi Rudal di Hormuz

Masing-masing perusahaan tersebut mengungkapkan, mereka telah mulai memodifikasi rudal yang ada untuk memenuhi tujuan program tersebut. 

“Kami dapat mengembangkan varian rudal dalam hitungan bulan,” kata Doug Denneny, CEO CoAspire, yang membuat rudal jelajah cetak 3D yang tidak memerlukan peralatan rumit untuk diproduksi.

CoAspire, Leidos, Anduril, dan Zone 5 juga menjelaskan, mereka sedang memperluas fasilitas produksi untuk mendukung produksi rudal baru tersebut. 

“Kami memiliki fasilitas dan infrastruktur untuk mendukung peningkatan produksi hingga mencapai angka ribuan Barracuda-500 pada akhir tahun ini,” kata Anduril.

Tag:  #belajar #dari #perang #iran #pentagon #kini #cari #rudal #murah #meriah

KOMENTAR