Peringatan Xi Jinping, AS-China Bisa Perang karena Masalah Taiwan
Presiden AS Donald Trump (kiri) dan Presiden Tiongkok Xi Jinping berdiri untuk menyanyikan lagu kebangsaan negara mereka selama upacara penyambutan di Balai Besar Rakyat di Beijing pada 14 Mei 2026.(AFP/BRENDAN SMIALOWSKI)
11:36
14 Mei 2026

Peringatan Xi Jinping, AS-China Bisa Perang karena Masalah Taiwan

- Presiden China, Xi Jinping melemparkan peringatan kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait isu Taiwan.

Menurutnya, AS-China dapat berkonflik jika masalah Taiwan tidak ditangani dengan benar.

"Masalah Taiwan adalah isu terpenting dalam hubungan China-AS," kata Xi, menurut stasiun televisi pemerintah CCTV, seperti dikutip dari AFP, Kamis (14/5/2026).

"Jika tidak ditangani dengan baik, kedua negara dapat berbenturan atau bahkan berkonflik, yang akan mendorong seluruh hubungan China-AS ke dalam situasi yang sangat berbahaya," sambungnya.

Baca juga: Xi Jinping kepada Trump: Kita Seharusnya Jadi Mitra, Bukan Saingan

AS-China semestinya jadi mitra

Dalam pidato pertemuannya dengan Trump, Xi juga mengatakan, Washington dan Beijing semestinya menjadi mitra, bukan saingan.

“Kita harus menjadi mitra, bukan saingan, meraih kesuksesan bersama, makmur bersama, dan menciptakan jalan yang benar bagi negara-negara besar di era baru untuk saling bermitra,” ujarnya, dikutip dari CNN, Kamis.

Xi pun turut menggambarkan situasi global yang bergejolak, dengan mengatakan bahwa dunia telah sampai di "persimpangan jalan baru".

"Pertanyaannya sekarang adalah apakah China dan AS dapat melampaui apa yang disebut 'Perangkap Thucydides' dan memelopori paradigma baru hubungan negara-negara besar?” kata Xi.

Perangkap Thucydides merujuk pada istilah yang menggambarkan kecenderungan konflik ketika kekuatan yang sedang muncul mengancam kekuatan yang sudah ada.

Baca juga: Bawa CEO Top AS ke Beijing, Trump Mengaku Ingin Hormati China

Trump puji hubungan AS-China

Merespons hal itu, Trump pun memuji hubungan yang terjalin antara AS-China dan meyatakan rasa hormat yang besar kepada Xi.

Dia menambahkan, delegasi AS berharap dapat membahas perdagangan timbal balik.

Menurutnya, beberapa orang tidak suka ketika dia menyebut Xi sebagai pemimpin hebat.

“Suatu kehormatan berada bersama Anda. Suatu kehormatan menjadi teman Anda, dan hubungan antara China dan AS akan menjadi lebih baik dari sebelumnya,” ujarnya.

“Saya mengatakannya kepada semua orang. Anda adalah pemimpin yang hebat. Terkadang orang tidak suka saya mengatakannya, tetapi saya tetap mengatakannya, karena itu benar,” sambungnya.

Baca juga: Trump Baru Tiba di Beijing, China Dilaporkan Diam-diam Kirim Senjata ke Iran

Agenda Trump di China

Presiden AS Donald Trump (kiri) berjabat tangan dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping di Balai Besar Rakyat di Beijing pada 14 Mei 2026. Kenny Holston Presiden AS Donald Trump (kiri) berjabat tangan dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping di Balai Besar Rakyat di Beijing pada 14 Mei 2026.

Trump mendarat di Beijing menggunakan pesawat kepresidenan Air Force One pada Rabu (13/5/2026) malam.

Selain pertemuan pagi ini, kedua pemimpin ini juga diagendakan menghadiri jamuan makan malam kenegaraan di lokasi yang sama.

Trump juga dijadwalkan mengunjungi Kuil Surga, sebuah situs warisan dunia bersejarah yang secara tradisional menjadi tempat para kaisar China untuk berdoa demi hasil panen melimpah.

Baca juga: Pertemuan Trump dan Xi Jinping, Akankah Memengaruhi Arah Ekonomi Global?

Dalam kunjungan KTT dua hari ini, ia membawa serta rombongan CEO papan atas, termasuk Jensen Huang dari Nvidia dan Elon Musk dari Tesla. 

Kehadiran para raksasa teknologi ini menjadi simbol kuatnya harapan Trump untuk mencapai kesepakatan bisnis yang signifikan.

Lawatan ke Beijing ini menandai kunjungan pertama presiden AS dalam hampir satu dekade, setelah Trump berkunjung pada tahun 2017.

Tag:  #peringatan #jinping #china #bisa #perang #karena #masalah #taiwan

KOMENTAR