Liburan Saat Ramadhan Tanpa Batal Puasa, 7 Tips dan Destinasi Alternatif yang Bisa Dicoba
- Bulan Ramadhan kerap dianggap bukan waktu ideal untuk bepergian. Energi terbatas, cuaca panas, dan ritme aktivitas yang berubah membuat sebagian orang memilih menunda liburan.
Namun, benarkah berwisata saat berpuasa tidak memungkinkan? Faktanya, perjalanan tetap bisa dilakukan selama direncanakan dengan cermat.
Kuncinya bukan pada seberapa jauh destinasi yang dituju, melainkan bagaimana mengatur tempo perjalanan agar selaras dengan kondisi tubuh dan suasana Ramadhan yang lebih reflektif. Berikut tujuh tips yang bisa menjadi panduan.
1. Ubah Mindset: Dari Liburan Aktif ke Slow Travel
Ramadhan bukan momen untuk mengejar checklist destinasi. Justru ini waktu yang tepat untuk mencoba konsep slow travel—menikmati suasana tanpa tergesa.
Alih-alih berpindah-pindah tempat dalam sehari, pilih satu atau dua lokasi yang benar-benar ingin dinikmati. Duduk santai di kafe menjelang berbuka, berjalan ringan di kawasan heritage, atau menikmati udara pegunungan bisa terasa jauh lebih bermakna.
2. Pilih Kota Berudara Sejuk agar Tubuh Tidak Cepat Lelah
Cuaca berpengaruh besar terhadap stamina saat puasa. Kota dengan suhu relatif dingin membantu tubuh lebih stabil. Beberapa alternatif yang kerap menjadi pilihan wisatawan domestik antara lain Malang, Batu dan Bandung atau tempat yang iklimnya mirip-mirip. Sejuk.
Di Batu, misalnya, wisata keluarga seperti Jawa Timur Park menawarkan wahana edukatif dan rekreasi yang bisa disesuaikan dengan energi pengunjung. Datang di pagi hari atau menjelang sore menjadi waktu paling ideal.
3. Atur Waktu Aktivitas, Hindari Jam Terik
Saat berpuasa, strategi waktu menjadi krusial. Aktivitas luar ruang sebaiknya dilakukan pukul 08.00–11.00 atau setelah pukul 16.30 sambil menunggu berbuka.
Di sela waktu tersebut, manfaatkan istirahat di hotel atau ruang indoor ber-AC. Jangan memaksakan agenda padat dalam satu hari.
4. Staycation Bisa Jadi Pilihan Paling Realistis
Jika khawatir kelelahan, staycation adalah opsi paling aman. Menginap di hotel dengan fasilitas lengkap memungkinkan Anda tetap menikmati suasana liburan tanpa mobilitas berlebihan.
Beberapa hotel di Malang dan Batu menawarkan panorama pegunungan yang tenang, cocok untuk Ramadhan yang lebih kontemplatif. Banyak pula properti yang menyediakan paket iftar atau sahur praktis bagi tamu.
5. Wisata Religi, Perjalanan yang Sekaligus Menguatkan Spiritual
Ramadhan juga menjadi momentum tepat untuk wisata religi. Mengunjungi masjid bersejarah atau pusat peradaban Islam bisa memberi pengalaman berbeda.
Beberapa destinasi yang sering dikunjungi antara lain Masjid Istiqlal, Masjid Agung Demak dan Masjid Raya Baiturrahman.
Selain berwisata, pengunjung bisa mengikuti kajian, berbuka bersama, hingga merasakan atmosfer Ramadhan di kota tujuan.
6. Rencanakan Lebih Awal agar Tidak Terburu-buru
Perencanaan menjadi faktor penentu kenyamanan. Data internal Traveloka pada periode Lebaran sebelumnya menunjukkan tren pemesanan transportasi dan akomodasi sudah meningkat lebih dari satu bulan sebelum hari raya.
Artinya, wisatawan yang memesan lebih awal cenderung memiliki lebih banyak pilihan harga dan jadwal.
“Melalui program Ramadan Full Promo, kami ingin memberikan kemudahan agar masyarakat dapat merencanakan perjalanan secara lebih hemat dan efisien, mulai dari transportasi hingga aktivitas wisata,” ujar Baidi Li, Vice President of Commercial Traveloka melalui keterangannya.
Meski identik dengan mudik, promo musiman seperti ini juga bisa dimanfaatkan untuk merancang liburan singkat selama Ramadhan dengan bujet lebih terkontrol.
7. Dengarkan Tubuh, Jangan Memaksakan Agenda
Tips terakhir sekaligus terpenting, dengarkan kondisi fisik. Jika mulai merasa lemas, pusing, atau dehidrasi, kurangi aktivitas dan cari tempat istirahat. Pastikan sahur mengandung cukup cairan dan protein, serta tidur tetap terjaga kualitasnya.
Ramadhan bukan tentang seberapa jauh perjalanan, melainkan bagaimana menjaga keseimbangan antara ibadah, kesehatan, dan momen kebersamaan.
Jadi, Perlukah Menunda Liburan Saat Ramadhan?
Tidak selalu. Dengan perencanaan matang, pemilihan destinasi yang tepat, serta pengaturan waktu yang bijak, wisata saat berpuasa tetap memungkinkan dan bahkan bisa menghadirkan pengalaman yang lebih tenang dan bermakna.
Alih-alih iruk-pikuk, Ramadhan justru memberi kesempatan untuk menikmati perjalanan dengan ritme yang lebih pelan, lebih sadar, lebih dekat dengan keluarga, dan tetap selaras dengan suasana spiritual bulan suci.
Tag: #liburan #saat #ramadhan #tanpa #batal #puasa #tips #destinasi #alternatif #yang #bisa #dicoba