237 Penerbangan dari dan ke Meksiko Dibatalkan, Buntut Kematian Bos Kartel
Buntut kerusuhan setelah kematian bos kartel “El Mencho” pada Minggu (22/2/2026), setidaknya 237 penerbangan dari dan menuju Meksiko dibatalkan.
Sebagai informasi, bentrokan di Meksiko ini bermula dari tewasnya gembong narkoba paling dicari di Meksiko, “El Mencho".
Nemesio “El Mencho” Oseguera Cervantes merupakan pemimpin lama Kartel Generasi Baru Jalisco (CJNG), salah satu organisasi kriminal paling berpengaruh dan ditakuti di Meksiko.
Ia tewas dalam operasi militer terarah di kota Tapalpa, negara bagian Jalisco pada Minggu (22/2/2026).
Baca juga: Cerita Turis Terjebak di Kerusuhan Meksiko, Tak Boleh Keluar Resor hingga Tak Bisa Pulang
Dalam operasi tersebut, El Mencho dilaporkan mengalami luka parah akibat baku tembak antara pengawal pribadinya dan pasukan komando militer yang dikerahkan untuk menangkapnya.
Ia pun meninggal dunia saat dievakuasi dari Tapalpa menuju ibu kota, Mexico City.
Hanya beberapa jam setelah kabar kematiannya diumumkan, anggota kartel yang diduga berafiliasi dengannya melancarkan aksi yang dikenal sebagai narcobloqueos atau blokade jalan oleh kelompok kriminal.
Mereka membajak dan membakar bus, truk, serta merusak sejumlah bangunan usaha di wilayah Jalisco dan daerah sekitarnya.
Adapun beberapa daerah popular di kalangan turis, yang turut terdampak konflik yaitu Puerto Vallarta dan Guadalajara.
Baca juga: Imbas Kerusuhan di Meksiko, Turis Terjebak Tak Bisa Pulang
237 Penerbangan ke dan dari Meksiko Dibatalkan
Dilansir dari Mexico News Daily, setidaknya 237 penerbangan telah dibatalkan dari dan menuju bandara Guadalajara dan Puerto Vallarta, Jalisco; Manzanillo, Colima; dan Tepic, Nayarit.
Kota-kota ini mengalami operasi keamanan, blokade jalan, dan bentrokan kekerasan.
Situasi ini membuat maskapai penerbangan memutuskan untuk membatalkan penerbangan demi keselamatan penumpang dan awak pesawat.
Meskipun Badan Penerbangan Sipil Federal (AFAC) menyatakan bahwa bandara terus beroperasi normal, tetapi beberapa maskapai penerbangan memilih untuk membatalkan penerbangan.
Baca juga: Betulkah Nama Teluk Meksiko Berubah Menjadi Teluk Amerika di Google Maps?
Dengan kehadiran pihak militer di terminal, bandara Puerto Vallarta telah menangguhkan semua operasi internasional, serta sebagian besar operasi domestik atas kebijakan maskapai penerbangan.
Maskapai penerbangan Aeroméxico mengumumkan penangguhan penerbangan terjadwal ke Guadalajara, Puerto Vallarta, Manzanillo, dan Tepic. Serta, pengaktifan kebijakan perlindungan bagi penumpang yang terdampak.
Maskapai penerbangan Viva menawarkan kepada penumpangnya pilihan untuk mengubah tanggal perjalanan mereka secara gratis atau meminta pengembalian dana penuh.
Bangkai mobil dan truk sisa kerusuhan setelah tewasnya bos kartel narkoba Jalisco, Nemesio El Mencho Oseguera, di jalam tol dekat Acatlan de Juarez, Negara Bagian Jalisco, Meksiko, Minggu (22/2/2026).
Sementara itu, maskapai penerbangan Air Canada dan United Airlines sebelumnya telah mengumumkan penangguhan sementara penerbangan mereka ke dan dari Puerto Vallarta.
Maskapai penerbangan lainnya, yaitu Southwest dan Alaska Airlines membatalkan penerbangan ke dan dari Puerto Vallarta.
Sementara maskapai Delta Air Lines menawarkan keringanan biaya bagi penumpang yang bepergian ke Guadalajara dan Puerto Vallarta.
Beberapa maskapai penerbangan AS dan Kanada kemudian mengkonfirmasi pembatalan yang lebih luas yang memengaruhi rute ke Puerto Vallarta, Guadalajara, dan Manzanillo.
Baca juga: Penumpang Ditangkap Setelah Berusaha Mengalihkan Penerbangan Meksiko ke AS
Beberapa pesawat mereka juga terpaksa berbalik arah di tengah penerbangan karena masalah keselamatan.
Di sisi lain, maskapai WestJet menyatakan bahwa mereka mengalihkan tujuh penerbangan yang awalnya dijadwalkan menuju Puerto Vallarta.
Serta, mereka membatalkan 37 penerbangan tambahan ke dan dari Puerto Vallarta, Guadalajara, dan Manzanillo.
Pihak maskapai penerbangan telah menerapkan kebijakan pembatalan dan perubahan penerbangan, untuk penumpang dengan jadwal keberangkatan yang telah ditentukan, serta untuk para pelancong yang saat ini terjebak.
Maskapai Southwest juga berencana untuk mengirim lebih banyak pesawat ke Meksiko untuk memulangkan penumpang dan awaknya setelah situasi kembali normal.
Baca juga: Penumpang Kapal Pesiar yang Berlabuh di Meksiko Akan Bayar Rp 645.000
Banyak turis terjebak di Meksiko
Petugas memadamkan api di truk yang dibakar kelompok kriminal sebagai balasan tewasnya bos kartel narkoba Jalisco, Nemesio El Mencho Oseguera, di salah satu jalan utama di Zapopan, Negara Bagian Jalisco, Meksiko, Minggu (22/2/2026).
Salah satu turis asal Dallas, AS yang terdampak di Meksiko bernama Adryan Moorefield, menuturkan seharusnya ia pulang dari Puerto Vallarta pada Minggu (22/2/2026).
Namun, pada Minggu (22/2/2026) pagi ia mendapati adanya pemberitaan anggota kelompok kejahatan terorganisir telah membakar bus, memblokir jalan, dan bentrok dengan pihak berwenang.
"Kami pernah ke Puerto Vallarta sebelumnya, dan mengira ini akan menjadi tempat yang tepat untuk liburan yang singkat dan mudah ke pantai," ujar Adryan.
Turis Amerika lainnya bernama Jim Beck menuturkan saat ia keluar dari hotel di Puerto Vallarta pada pagi hari untuk sarapan, ia melihat taksi-taksi meledak dan menghalangi jalan.
"Lalu seketika itu juga, semua orang berlarian di jalan, berteriak -teriak dan mereka menyuruh semua orang untuk kembali ke hotel masing-masing," kata Beck.
Baca juga: 7 Kota Paling Berbahaya di Dunia, Banyak Kota di Meksiko
Turis lainnya bernama Mari mengatakan bahwa anggota keluarnya yang masih muda, telah berlindung di rumah sewa.
"Kami punya dua anak kecil, dan ini benar-benar menakutkan. Seluruh teluk tertutup api, selama berjam-jam, hanya ada kepulan asap yang melayang, kamu tidak bisa melihat apapun di seberang sana," kata Mari.
Sementara itu, turis AS bernama Travis Dagenais awalnya mengira bahwa suara keras yang terdengar dari luar ialah suara pekerjaan konstruksi.
"Kami bangun pagi ini dan mendapati banyak hal yang saya kira adalah pembongkaran bangunan," ujar Travis.
Bangkai truk yang dibakar dalam kerusuhan setelah tewasnya bos kartel narkoba Jalisco, Nemesio El Mencho Oseguera, di jalan tol dekat Acatlan de Juarez, Negara Bagian Jalisco, Meksiko, Minggu (22/2/2026).
Ia menuturkan, butuh beberapa waktu baginya untuk memahami apa yang sedang terjadi. Ia membaca pemberitaan di media sosial, lalu melihat kerusuhan yang terjadi di luar dari balkonnya.
"Saya dapat melihat secara langsung, bahkan terlalu jelas, beberapa taktik dan beberapa mobil yang dibakar, beberapa penjarahan yang terjadi di toko-toko dan bangunan lokal diserang," tuturnya.
Kata Travis, kawasan kota saat ini dipenuhi bau seperti bau karet terbakar. Ia juga mengatakan, saat ini ia dan turis lainnya dilanda ketidakpastian.
Sebab, tidak ada kepastian sampai kapan fase karantina ini akan berlangsung, belum ada informasi berapa lama bandara tidak beroperasi. Ia juga mempertanyakan jalan keluar dari situasi ini.
Travis menuturkan, sebagian besar turis lainnya hanya bisa sabar dan memahami hal-hal yang berada di luar kendali mereka.
"Saya sangat berharap semua orang di kota ini, semua orang di negara ini, dapat merasakan kehidupan normal dan dapat merasakan tingkat keamanan tertentu setelah ini," ujar Travis.
Sementara itu, turis AS bernama Priscilla mengatakan dirinya sempat terpisah dengan putranya karena situasi yang memanas.
Priscilla menuturkan, putranya bermalam di rumah sepupu yang berada sekitar 20 menit dari hotel mereka. Ia tidak bisa menjemput putranya karena situasi yang tidak kondusif.
Priscilla menuturkan, ia melihat beberapa kendaraan dibakar oleh anggota kartel yang diduga berada di dekat sana, jalanan yang kosong, dan hanya suara ambulan yang terdengar.
"Saya sudah berkunjung ke Meksiko sepanjang hidup saya, sejak saya masih kecil, dan saya belum pernah mendapati hal seperti ini," katanya.
Tag: #penerbangan #dari #meksiko #dibatalkan #buntut #kematian #kartel