KRL Dikeluhkan Padat Pukul 05.00–07.00 WIB Selama Puasa, Ini Penjelasan KAI
Belakangan ini, video yang menunjukkan padatnya penumpang Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line pada jam-jam tertentu, beredar di media sosial.
Banyak pengguna media sosial mengunggah momen saat penumpang memadati sejumlah stasiun, bahkan hingga gagal naik kereta karena kondisi gerbong yang sangat penuh.
Berdasarkan pantauan Kompas.com di media sosial, KRL Ramadhan 2026 lebih padat pukul 05.00–07.00 WIB, ada puluhan akun media sosial yang mengunggah video padatnya suasana di stasiun maupun di dalam KRL lintas Green Line.
Baca juga: Rute KRL Jakarta akan Diperpanjang sampai Cikampek dan Sukabumi pada 2026
Waktu terpadat KRL selama bulan puasa 2026
Suasana dalam gerbong kereta Commuter Line (KRL) lintas Rangkasbitung-Tanah Abang, Kamis (12/2/2026).
KAI Commuter mencatat adanya pergeseran pola kepadatan pengguna Commuter Line Jabodetabek pada jam sibuk selama bulan puasa 2026.
Pergerakan kepadatan penumpang KRL selama bulan puasa terjadi pada jam sibuk pagi maupun jam sibuk sore.
VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, menyampaikan bahwa pengguna KRL cenderung melakukan perjalanan lebih awal di pagi hari dan pulang lebih cepat menjelang sore selama Ramadhan.
Kepadatan penumpang KRL pada pagi hari mulai meningkat sejak pukul 05.00 WIB dan mencapai puncaknya antara pukul 06.00 hingga 07.00 WIB.
Baca juga: Aturan Buka Puasa di KRL, MRT, LRT Jabodebek, dan Transjakarta
“Persebaran pengguna tersebut berbeda dengan periode sebelum Ramadhan yang biasanya mulai meningkat pukul 06.00 WIB hingga 08.00 WIB,” kata Karina dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Selasa (24/2/2026).
Lebih lanjut, Karina menguraikan bahwa perubahan persebaran pengguna juga terjadi pada jam sibuk sore.
Lonjakan penumpang mulai terlihat sejak pukul 15.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB, lalu meningkat kembali mulai pukul 19.00 WIB, seiring pengguna yang melakukan perjalanan usai berbuka puasa.
Karina menegaskan bahwa tidak ada perubahan operasional KRL selama bulan puasa, kecuali waktu pergerakan kepadatan penumpang.
Baca juga: Rangkasbitung-Tanah Abang, KRL Green Line Angkut 77 Juta Penumpang
Selama bulan puasa, KAI Commuter tetap mengoperasikan 1.065 perjalanan Commuter Line Jabodetabek setiap hari kerja.
KAI Commuter juga memberlakukan aturan khusus di mana pengguna diperbolehkan berbuka puasa di dalam perjalanan dengan minuman dan makanan ringan secukupnya.
“Seluruh pengguna juga diimbau untuk selalu menghormati pengguna lainnya dengan menjaga kebersihan dan kenyamanan bersama saat berbuka puasa di dalam kereta," imbaunya.
Baca juga: Stasiun Jatake Resmi Beroperasi, Jadi Pemberhentian KRL Tanah Abang-Rangkasbitung
Stasiun KRL paling ramai penumpang
Suasana padatnya Stasiun Tanah Abang di peron 5 dan 6 lintas Rangkasbitung-Tanah Abang, Kamis (12/2/2026).
Dari sisi volume sebaran pengguna di stasiun keberangkatan pada pagi hari, beberapa stasiun mencatatkan peningkatan signifikan.
“Stasiun dengan lonjakan volume tertinggi pada pagi hari mulai pukul 04.00 WIB antara lain Stasiun Rangkasbitung yang meningkat 28 persen atau sebanyak 1.500–1.600 orang," kata Karina.
"Sedangkan mulai pukul 05.00–06.00 WIB, peningkatan terjadi di Stasiun Bekasi sebanyak 50–64 persen atau sebanyak 5.000–8.000 orang,” sambung dia.
Baca juga: Mau Naik KRL Solo Yogya dari Stasiun Purwosari, Ini Pintu Masuknya
Tren ini menunjukkan adanya penyesuaian persebaran pengguna di stasiun keberangkatan dengan waktu aktivitas selama bulan puasa.
Secara keseluruhan, meski total volume harian selama Ramadhan relatif stabil yaitu sebanyak satu juta lebih pengguna, kepadatan menjadi lebih terkonsentrasi pada jam-jam tertentu, terutama pagi hari lebih awal serta menjelang dan usai waktu berbuka.
Baca juga: Jangan Salah Pintu Masuk! Ini Lokasi Peron KRL Stasiun Tugu Yogyakarta
Tag: #dikeluhkan #padat #pukul #05000700 #selama #puasa #penjelasan