KEK Industropolis Batang Perkuat Kapasitas 6 Desa Penyangga Hadapi Dampak Industrialisasi
– Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang memperkuat kapasitas perangkat desa di enam desa penyangga melalui program kajian penghidupan berkelanjutan yang ditujukan untuk mendukung perencanaan pembangunan desa di tengah perkembangan kawasan industri.
Program tersebut dijalankan melalui pelatihan berbasis metode Sustainable Livelihood Approach (SLA) dan Participatory Rural Appraisal (PRA).
Melalui pendekatan ini, perangkat desa dibekali kemampuan untuk memetakan aset desa, menganalisis risiko yang muncul dari aktivitas industri, hingga menyusun rencana pembangunan berbasis data.
Baca juga: KEK Industropolis Batang Jajaki Investasi PLTS hingga Teknologi Air dari Hongaria
KEK Industropolis Batang.
Penguatan kapasitas tersebut juga diarahkan untuk mendukung integrasi isu keberlanjutan dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Desa ke dalam dokumen perencanaan pembangunan desa.
Dengan demikian, perangkat desa diharapkan memiliki dasar yang lebih kuat dalam menyusun kebijakan pembangunan sesuai kondisi dan kebutuhan wilayah masing-masing.
Kepala Divisi Corporate Secretary KEK Industropolis Batang M. Burhan Murtaki mengatakan program tersebut merupakan bagian dari upaya menyelaraskan pertumbuhan kawasan industri dengan kesiapan sosial masyarakat sekitar.
"Menurutnya, penghargaan ini menjadi bukti valid bahwa investasi di KEK Industropolis Batang tidak sekadar berfokus pada pembangunan fisik dan infrastruktur, melainkan pada pembangunan peradaban industri yang inklusif," ujar Burhan dalam siaran pers, Kamis (11/6/2026).
Baca juga: KEK Batang Raup Komitmen Investasi Eropa untuk Infrastruktur Hijau
Ia menambahkan, sinergi antara program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) kawasan dengan dokumen perencanaan desa seperti RKP Desa dan RPJM Desa diharapkan dapat membantu mengurangi potensi gesekan sosial sekaligus memperkuat hubungan antara kawasan industri dan masyarakat sekitar.
Penyerapan lahan di KEK Industropolis Batang menunjukkan capaian signifikan hingga awal 2026.
Ketua Umum Yayasan Kepak Sayapku AJ Boesra menilai penguatan kapasitas desa menjadi faktor penting untuk memastikan program pembangunan yang melibatkan perusahaan dapat diimplementasikan secara efektif.
Menurut dia, keberlanjutan program akan ditentukan oleh peran aktif perangkat teknis desa, seperti sekretaris desa, kepala urusan, kepala seksi perencanaan, serta unsur Badan Permusyawaratan Desa (BPD).
Dia menyebut, ke depan, optimalisasi peran perangkat teknis desa yang aktif seperti Sekdes, Kaur, Kasi Perencanaan, serta unsur BPD akan menjadi kunci utama.
Baca juga: KEK Industropolis Batang Incar Investor Jepang untuk Industri EV dan Elektronik
"Sebagai kawasan di bawah naungan BUMN, integritas dan reputasi publik harus dijaga. Oleh karena itu, kami sangat mengapresiasi komitmen manajemen yang juga proaktif mengevaluasi program pendukung, seperti memastikan pembekalan wawasan kebangsaan nantinya dilakukan oleh instansi resmi atau perwira yang kompeten, demi ekosistem kolaborasi jangka panjang yang profesional," tegasnya.
Atas pelaksanaan program tersebut, KEK Industropolis Batang menerima Sertifikat Penghargaan dari Yayasan Kepak Sayapku pada 6 Juni 2026.
Penghargaan diberikan atas kontribusi kawasan dalam meningkatkan kemampuan teknis perangkat desa melakukan Kajian Penghidupan Berkelanjutan dalam perencanaan pembangunan desa serta pendampingan yang dilakukan di enam desa penyangga di sekitar kawasan industri.
Penghargaan itu menjadi pengakuan terhadap pelaksanaan program Orang Tua Asuh Desa yang dijalankan di wilayah sekitar KEK Industropolis Batang.
Tag: #industropolis #batang #perkuat #kapasitas #desa #penyangga #hadapi #dampak #industrialisasi