Trump Ancam Rebut Pulau Kharg dan Kuasai Ladang Minyak Iran
- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menegaskan bahwa pasukan militer AS akan segera merebut infrastruktur minyak utama milik Iran, termasuk Pulau Kharg.
Ancaman ini dilontarkan di tengah eskalasi konflik yang kian mendekati perang skala penuh setelah kedua negara saling melepaskan serangan selama tiga hari berturut-turut.
Melalui unggahan di media sosial Truth Social, Trump memperingatkan bahwa militer AS akan memukul Iran dengan sangat keras.
Baca juga: 38 Kali Sebut Damai tapi Zonk, Ucapan Trump soal Iran Tak Lagi Dipercaya
"Pada suatu titik di masa depan yang tidak terlalu lama, kita akan mengambil alih Pulau Kharg dan titik-titik infrastruktur minyak lainnya, serta memegang kendali penuh atas Pasar Minyak dan Gas mereka, seperti yang telah kita lakukan terhadap Venezuela," tulis Trump, Kamis (11/6/2026).
Ancaman terhadap Pulau Kharg menjadi perhatian serius karena wilayah ini merupakan urat nadi perekonomian Iran.
Sebagai aset ekonomi yang sangat kritis, sekitar 90 persen ekspor minyak mentah Iran bergantung pada fasilitas di pulau ini. Sebagian besar komoditas dikirim menuju China dan pasar Asia lainnya.
Secara geografis, Pulau Kharg terletak di bagian utara Teluk Persia, sebagaimana dilansir Euronews.
Baca juga: Buntut Serangan AS, Iran Sebut Gencatan Senjata Nyaris Tak Berarti
Meskipun ukurannya relatif kecil, memiliki panjang sekitar 8 kilometer dan lebar 4 hingga 5 kilometer, pulau ini menyimpan infrastruktur energi yang masif.
Di tempat inilah jaringan pipa dari beberapa ladang minyak terbesar di Iran saling terhubung, sebelum minyak mentah tersebut dialirkan ke tangki penyimpanan dan dimuat ke kapal-kapal tanker melalui terminal lepas pantai.
Gangguan atau serangan langsung terhadap fasilitas ini diprediksi akan membawa dampak fatal bagi pasar minyak global yang saat ini sudah berada di titik kritis.
Eskalasi militer
Pernyataan keras Trump muncul setelah jual beli serangan antara AS dan Iran memasuki hari ketiga.
Serangan udara AS yang berlangsung hingga Kamis pagi dilaporkan jauh lebih intensif dan mencakup wilayah yang lebih luas dibandingkan hari sebelumnya.
Baca juga: Selat Hormuz Membara, Iran Bertekad Ubah Seluruh Kawasan Jadi Neraka
Hingga saat ini, pihak Iran masih menutup rapat informasi mengenai tingkat kerusakan akibat serangan tersebut.
Namun, Teheran dilaporkan telah membalas serangan dengan menggempur kawasan Kuwait, Bahrain, dan Yordania, serupa dengan tindakan yang mereka lakukan sehari sebelumnya.
Di sektor laut, militer AS terus memperketat blokade di pelabuhan-pelabuhan Iran.
Pihak AS mengonfirmasi telah melepaskan tembakan rudal untuk melumpuhkan sebuah kapal tanker yang kedapatan mencoba mengangkut minyak Iran.
Di sisi lain, ketegangan ini juga mulai memakan korban dari negara dunia ketiga.
Seorang pejabat India melaporkan bahwa serangan AS terhadap sebuah kapal dagang awal pekan ini telah menewaskan tiga pelaut asal India.
Baca juga: AS Umumkan Serangan ke Iran Telah Selesai, Trump Klaim Teheran Minta Gencatan Senjata
Tag: #trump #ancam #rebut #pulau #kharg #kuasai #ladang #minyak #iran