Rupiah Letoy, Warga RI Ramai-ramai Borong Valas dan Khawatir Ekonomi Memburuk
Pelemahan nilai tukar rupiah yang sempat menyentuh level Rp18.209 per dolar Amerika Serikat (AS) mulai memicu kekhawatiran masyarakat terhadap kondisi ekonomi nasional. Kekhawatiran tersebut terlihat dari meningkatnya aktivitas penukaran mata uang asing di sejumlah gerai money changer. Foto Dhia Sukmahadi Putra Nugraha-Suara.com
14:17
12 Juni 2026

Rupiah Letoy, Warga RI Ramai-ramai Borong Valas dan Khawatir Ekonomi Memburuk

Pelemahan nilai tukar rupiah yang sempat menyentuh level Rp18.209 per dolar Amerika Serikat (AS) mulai memicu kekhawatiran masyarakat terhadap kondisi ekonomi nasional. Kekhawatiran tersebut terlihat dari meningkatnya aktivitas penukaran mata uang asing di sejumlah gerai money changer.

Salah satu nasabah PT Haji La Tunrung, Al, mengaku cemas dengan dampak pelemahan rupiah terhadap harga kebutuhan sehari-hari.

"Khawatir mas, serba naik semua. Apalagi saya pedagang, segala kebutuhan naik semua," ujarnya kepada

Menurut dia, pelemahan rupiah juga berdampak terhadap nilai tukar mata uang lain seperti euro. Saat ini, satu euro tercatat setara lebih dari Rp20 ribu, jauh lebih tinggi dibanding saat dirinya menukarkan euro pada tahun lalu.

"Terakhir saya tukar 50 euro pada Agustus 2025, waktu itu masih di kisaran Rp18 ribuan hingga Rp19 ribuan," katanya.

Tidak hanya euro, mata uang regional seperti ringgit Malaysia juga ikut menguat terhadap rupiah. Kondisi tersebut membuat sebagian masyarakat mulai mempertimbangkan ulang strategi penyimpanan aset mereka.

Fenomena serupa diungkapkan Yo, nasabah lainnya yang mengaku semakin berat membeli mata uang asing akibat nilai tukar rupiah yang terus melemah.

Pelemahan nilai tukar rupiah yang sempat menyentuh level Rp18.209 per dolar Amerika Serikat (AS) mulai memicu kekhawatiran masyarakat terhadap kondisi ekonomi nasional. Kekhawatiran tersebut terlihat dari meningkatnya aktivitas penukaran mata uang asing di sejumlah gerai money changer. Foto Dhia Sukmahadi Putra Nugraha-Suara.comPelemahan nilai tukar rupiah yang sempat menyentuh level Rp18.209 per dolar Amerika Serikat (AS) mulai memicu kekhawatiran masyarakat terhadap kondisi ekonomi nasional. Kekhawatiran tersebut terlihat dari meningkatnya aktivitas penukaran mata uang asing di sejumlah gerai money changer. Foto Dhia Sukmahadi Putra Nugraha-Suara.com

"Saya khawatir dengan rupiah melemah. Jadi harus keluar rupiah lebih banyak untuk membeli yen," ujarnya.

Selain faktor nilai tukar, masyarakat juga menyoroti kenaikan harga bahan bakar yang dinilai semakin menekan daya beli.

"Saya habis dari Jepang dan menukar yen ke rupiah. Ya khawatir juga, Pertamax sekarang mahal," kata Tarno, nasabah lainnya.

Pelemahan rupiah turut mendorong meningkatnya kunjungan masyarakat ke gerai penukaran uang asing. Sebagian nasabah bahkan mulai mempertimbangkan dolar AS sebagai aset lindung nilai di tengah ketidakpastian ekonomi.

"Saat ini saya melihat aset dolar lebih aman ketimbang rupiah. Ada pertimbangan membeli valas untuk jaga-jaga karena rupiah sedang melemah," ujar Yo.

Meski minat terhadap investasi valuta asing mulai meningkat, pelaku usaha money changer mencatat transaksi pembelian dolar AS dan mata uang asing lainnya belum mengalami lonjakan signifikan. Tingginya kurs membuat sebagian masyarakat memilih menunda pembelian valas meski menganggapnya sebagai aset yang lebih aman.

Rep: Dhia Sukmahadi Putra Nugraha

Editor: Mohammad Fadil Djailani

Tag:  #rupiah #letoy #warga #ramai #ramai #borong #valas #khawatir #ekonomi #memburuk

KOMENTAR