Wapres AS Salahkan Netanyahu Sempat Bikin Kesal Trump
Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance saat membahas Ukraina.(GETTY IMAGES NORTH AMERICA/ANDREW HARNIK via AFP)
21:12
12 Juni 2026

Wapres AS Salahkan Netanyahu Sempat Bikin Kesal Trump

Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance mengakui hubungan antara Washington dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tengah mengalami tekanan di tengah perang melawan Iran.

Dalam wawancara dengan CBS News, Vance mengatakan bahwa Netanyahu, yang secara aktif memperjuangkan kepentingan negaranya, terkadang berselisih dengan AS.

“Perdana Menteri Netanyahu, dia memimpin sebuah negara yang jelas telah menjadi mitra yang sangat dekat dengan Amerika Serikat. Namun, bahkan ketika kami menjadi mitra dekat, kepentingan kami bisa selaras dan tidak selaras,” kata Vance.

Baca juga: Sempat Diragukan Trump, Netanyahu Pastikan Maju Lagi dalam Pemilu Israel

“Apa yang saya lihat dari perdana menteri adalah bahwa dia secara agresif memperjuangkan kepentingan negaranya — terkadang itu berarti kami berada di halaman yang sama, terkadang berarti kami tidak,” lanjutnya.

Ketegangan AS-Israel

Pernyataan Vance menjadi pengakuan publik terbaru bahwa hubungan antara dua sekutu tersebut berada di bawah tekanan.

Perselisihan dua negara dilaporkan meningkat setelah Presiden AS Donald Trump dan Netanyahu berbeda pendapat terkait operasi militer Israel di Lebanon.

Trump bahkan mengatakan kepada seorang jurnalis Axios bahwa ia menyebut Netanyahu “gila” dalam percakapan telepon. Trump juga mengakui bahwa dirinya “sedikit kesal karena Netanyahu terus berperang dengan Lebanon”.

Pasalnya, operasi militer tersebut memicu serangan baru dan mengancam pembicaraan damai dengan Iran.

AS dan Iran kemudian saling melancarkan serangan untuk hari kedua berturut-turut, yang semakin memperlemah gencatan senjata antara kedua negara yang telah berlangsung sejak April.

AS prioritaskan kepentingannya sendiri

Vance mengatakan bahwa pemerintahan Trump memiliki tugas untuk memastikan kepentingan Amerika menjadi prioritas, bahkan jika hal itu berbeda dengan kepentingan Israel.

“Adalah tugas pemerintahan Trump untuk fokus pada apa yang menjadi kepentingan terbaik Amerika, dan ketika hal itu berbeda, kami — sayangnya bagi pihak Israel — harus memilih rakyat Amerika,” ujar Vance.

Ketika ditanya mengenai contoh kesalahan yang dilakukan Netanyahu, Vance tidak memberikan rincian.

“Percakapan-percakapan seperti itu terkadang lebih baik dibiarkan tetap pribadi,” katanya.

Baca juga: Isi Telepon Terungkap, Trump Kesulitan Kendalikan Netanyahu dalam Perang Iran

Trump ingin keluar dari perang

Trump selama ini dikenal sebagai pendukung kuat Israel selama masa jabatannya di Gedung Putih.

Namun, Trump juga berupaya untuk keluar dari konflik Timur Tengah yang berpotensi berlangsung lama, meski masih terganggu oleh operasi Israel di Lebanon.

Diketahui, Israel telah melakukan serangan di berbagai wilayah Lebanon dan menguasai sebagian wilayah selatan negara itu dalam upaya menghadapi Hizbullah.

Kelompok tersebut sebelumnya melancarkan serangan ke wilayah utara Israel setelah perang Iran dimulai, sebagai balasan atas serangan Israel yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran.

Menurut Kementerian Kesehatan Lebanon, setidaknya 3.696 orang tewas dalam konflik tersebut. Sementara otoritas Israel menyebut 30 tentara dan empat warga sipil tewas di kedua sisi perbatasan.

Iran menuntut agar kesepakatan damai juga mencakup Lebanon. Di sisi lain, Israel berpendapat Lebanon bukan bagian dari gencatan senjata yang disepakati dua bulan sebelumnya dan mengancam menghentikan pembicaraan damai sebelum serangan kembali terjadi.

Netanyahu bantah ada keretakan dengan Trump

Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kiri) saat mengantarkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (kanan) keluar dari Gedung Putih, Washington DC, 7 April 2025.AFP/BRENDAN SMIALOWSKI Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kiri) saat mengantarkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (kanan) keluar dari Gedung Putih, Washington DC, 7 April 2025.

Meski demikian, Netanyahu berusaha meredam kabar mengenai perpecahan dengan pemerintahan Trump.

“Kadang-kadang kami memiliki, seperti dalam sebuah keluarga, perbedaan pendapat taktis. Kami selalu menemukan cara untuk menyelesaikannya, dan kami melakukannya sebagai sahabat yang hebat,” kata Netanyahu.

Netanyahu sendiri tengah menghadapi pemilu tahun ini dan harus meyakinkan pemilih Israel bahwa ia berhasil memenangkan perang melawan Iran serta kelompok-kelompok yang menjadi sekutunya.

Baca juga: Nekat Serang Iran, Netanyahu Pertaruhkan Hubungan Dekat dengan Trump

Tag:  #wapres #salahkan #netanyahu #sempat #bikin #kesal #trump

KOMENTAR