IPOT Mudahkan Investor Pantau Akumulasi dan Distribusi Saham Tanpa Delay
PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) meluncurkan versi terbaru LADI (Live Accumulation/Distribution Indicator).
LADI adalah indikator akumulasi dan distribusi saham berbasis data real-time yang diklaim menjadi yang pertama dan satu-satunya tersedia bagi investor ritel di Indonesia.
Peluncuran ini disebut sebagai bagian dari transformasi teknologi IPOT di industri pasar modal nasional.
Baca juga: Kenali Ciri Saham Gorengan, Begini Strategi Aman Investor Ritel
Ilustrasi pasar saham.
Melalui LADI, investor dapat memantau tekanan beli dan jual saham secara langsung saat transaksi berlangsung, bukan sekadar berdasarkan data historis atau snapshot.
Menurut IPOT, sebagian besar aplikasi sekuritas di Indonesia masih beroperasi sebagai data viewer, yakni menampilkan indikator berbasis data historis.
Dalam kondisi pasar yang bergerak setiap detik, perbedaan antara indikator real-time dan indikator berbasis data masa lalu dinilai berdampak pada kualitas pengambilan keputusan.
Dari data viewer ke market intelligence engine
IPOT menyebut peluncuran LADI bukan sekadar penambahan fitur, melainkan pergeseran pendekatan dari model data viewer menuju market intelligence engine.
Melalui arsitektur sistem yang dikembangkan internal, indikator LADI diperbarui secara kontinu seiring transaksi terjadi di pasar.
Investor tidak hanya melihat data “kemarin”, tetapi memperoleh visibilitas langsung terhadap tekanan akumulasi dan distribusi yang sedang berlangsung.
Ilustrasi goreng saham.
Beberapa fitur yang dihadirkan dalam LADI antara lain sebagai berikut.
- Live Accumulation/Distribution Indicator berbasis streaming data
- Monitoring beberapa saham sekaligus dalam satu layar
- Komparasi performa 1D, 1M, 1Y, YTD hingga 10Y secara dinamis
- Deteksi tekanan akumulasi dan distribusi tanpa delay
President Director & CEO IPOT, Moleonoto The, mengatakan, dalam pasar yang volatil, selisih waktu sekecil apa pun dapat memengaruhi kualitas entry dan exit.
Baca juga: Pasar Bergejolak Imbas Isu MSCI, Moody’s, dan FTSE, Investor Ritel Harus Ambil Sikap Apa?
“Pasar bergerak setiap detik. Jika indikator yang digunakan investor tidak bergerak secepat pasar, maka akan muncul gap antara realitas dan persepsi. Dalam trading, gap tersebut dapat berarti masuk setelah momentum selesai atau keluar setelah distribusi terjadi,” ujar Moleonoto dalam siaran pers, Rabu (25/2/2026).
Lonjakan investor ritel dan tantangan teknologi
Dalam beberapa tahun terakhir, jumlah investor ritel, khususnya generasi milenial dan Gen Z, mengalami peningkatan signifikan.
Namun demikian, IPOT menilai pertumbuhan jumlah investor tersebut belum sepenuhnya diimbangi oleh peningkatan standar teknologi di industri sekuritas.
Mayoritas platform dinilai masih menggunakan pendekatan indikator berbasis data historis, bukan engine analitik berbasis streaming real-time.
Baca juga: Demutualisasi BEI Harus Utamakan Kepentingan Nasional dan Investor Ritel
Dalam pasar yang bergerak cepat, pendekatan ini disebut dapat menciptakan perbedaan kualitas intelligence yang signifikan.
IPOT menyebut, standar teknologi industri perlu berevolusi mengikuti dinamika pasar yang bergerak secara real-time.
Risiko indikator non-real-time
IPOT juga menyoroti sejumlah implikasi risiko dari penggunaan indikator non-real-time bagi investor ritel.
Ilustrasi investor, investasi saham, investor saham.
Pertama, keterlambatan dalam mendeteksi fase akumulasi atau distribusi berpotensi membuat investor masuk ketika fase akumulasi hampir selesai atau keluar setelah distribusi berlangsung.
Baca juga: Urgensi Regulasi Financial Influencer untuk Perlindungan Investor Ritel
Momentum utama kerap terjadi sebelum harga bergerak signifikan.
Kedua, munculnya false sense of timing. Investor merasa telah membaca sinyal pasar, padahal indikator yang digunakan merepresentasikan kondisi historis, bukan tekanan yang sedang berlangsung.
Ketiga, pendekatan non-live dinilai mendorong trading reaktif berbasis harga, bukan berbasis tekanan underlying. Dalam kondisi volatilitas tinggi, pendekatan reaktif disebut dapat meningkatkan risiko kesalahan eksekusi.
Keempat, tanpa integrasi real-time dalam satu tampilan, investor harus berpindah halaman untuk verifikasi tambahan, yang dinilai dapat memperlambat proses analisis.
Baca juga: Investor Ritel Kuasai Separuh Transaksi Saham, Didominasi Milenial dan Gen Z
Dalam konteks tersebut, IPOT menilai jika pasar bergerak secara real-time, indikator juga seharusnya diperbarui secara real-time.
Kompleksitas pengembangan real-time intelligence
IPOT menyebut pengembangan indikator real-time memerlukan infrastruktur data streaming berkecepatan tinggi, sistem low-latency, kemampuan algorithmic coding presisi tinggi, serta tim kuantitatif internal untuk merancang dan menguji model analitik secara berkelanjutan.
Tidak semua perusahaan sekuritas dinilai memiliki kapabilitas teknis tersebut, mengingat kompleksitas engineering dan kebutuhan investasi teknologi yang signifikan. Model data viewer disebut lebih sederhana dan relatif lebih ringan secara sistem.
IPOT memilih membangun engine algoritmik LADI secara internal untuk memastikan indikator diperbarui secara kontinu mengikuti transaksi pasar.
Baca juga: Lonjakan Investor Ritel Picu Kebutuhan Literasi Pasar Modal
Teknologi institusional untuk investor ritel
Ilustrasi investor.
Secara umum, Accumulation/Distribution Indicator dikenal sebagai alat analisis yang lazim digunakan dalam trading institusional untuk membaca tekanan beli dan jual sebelum sepenuhnya tercermin dalam harga.
Dengan menghadirkan LADI kepada investor ritel, IPOT menyebut langkah ini sebagai demokratisasi teknologi institutional-grade. Investor ritel kini memiliki akses terhadap alat analisis yang sebelumnya identik dengan pelaku pasar besar.
Peluncuran ini juga disebut sebagai penanda pergeseran paradigma industri sekuritas, dari kompetisi berbasis kemudahan tampilan menuju kompetisi berbasis kualitas engine analitik.
“Investor berhak mendapatkan teknologi yang selaras dengan dinamika pasar. Jika pasar bergerak real-time, indikator seharusnya juga real-time,” kata Moleonoto.
Tag: #ipot #mudahkan #investor #pantau #akumulasi #distribusi #saham #tanpa #delay